0 0
Read Time:5 Minute, 26 Second

Equityworld Futures Trillium Surabaya – Berikut merupakan informasi terbaru terkait RI Makin Doyan Utang Yuan, Ini Datanya yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan oleh Tim Riset EWF untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.

Persaingan antara Amerika Serikat (AS). Di samping itu, China sebagai pemberi pinjaman terbesar kepada Indonesia belum berubah juga perlu diperhatikan..

Berbeda dengan empat negara di atasnya, utang dari Hong Kong justru bertambah sekitar US$115 juta..

Penurunan utang dari AS pada Juli terutama berasal dari swasta yang berkurang US$63,5 juta.

Posisi utang ular negeri (ULN) mencapai US$454,76 miliar pada Juli atau setara Rp8.026,5 triliun (asumsi kurs Rp17.650/US$1), data itu dilansir dari Statistik Utang Luar Negeri Indonesia (SULNI) yang baru di rilis Bank Indonesia..

// .

Kenaikan yang lebih besar tercatat pada utang dari Jerman.

Sebagian besar utang Indonesia dari AS, ditambah lagi dengan China berada di tangan perusahaan swasta…

Jumlahnya hampir dua kali lipat dibandingkan utang dari AS yang berada di posisi kedua..

Utang dari China juga menyusut, bahkan sedikit lebih besar.

Nilainya menyusut sekitar US$80,7 juta, sementara utang swasta turun US$17,6 juta..

Di antara seluruh negara pemberi pinjaman, Singapura belum tergeser dari posisi teratas..

Jakarta, Equityworld Futures – Utang luar negeri Indonesia yang bersumber dari Amerika Serikat (AS). Di samping itu, China sama-sama turun pada Juli 2026 juga perlu diperhatikan..

Pada utang dari China, penurunan lebih besar terjadi di kelompok pemerintah.

Nilainya turun US$78,4 juta atau 0,27% dibandingkan Juni yang mencapai US$29,55 miliar..

AS masih berada di depan, sementara jarak dengan China kembali melebar..

Sisanya sebesar US$1,32 miliar merupakan utang pemerintah..

Utang Indonesia dari negara tersebut mencapai US$51,27 miliar pada Juli 2026.

Sektor swasta juga menambah utang dalam mata uang tersebut.

Di balik lonjakan utang pemerintah dalam yuan terdapat penerbitan Panda Bond per, ditambah lagi dengan a Indonesia di pasar obligasi China pada Juli 2026…

Jumlahnya sengaja dibatasi pada penerbitan awal untuk menguji tingkat imbal hasil, ditambah lagi dengan besarnya permintaan investor China…

China menyusul di peringkat ketiga sebesar US$25,78 miliar..

Utang Indonesia dalam yuan China mencapai US$19,36 miliar pada Juli 2026..

Setelah Singapura, AS menempati posisi kedua dengan nilai US$29,48 miliar.

Perbedaannya bahkan semakin terlihat jika ditarik dua bulan ke belakang.

// .

Kenaikan ULN pada Juli terutama berasal dari pemerintah.

Secara tahunan, ULN pemerintah meningkat sekitar 3,2% dari posisi Juli 2025 yang sebesar US$211,66 miliar..

Jika dibandingkan Juli 2025, ULN swasta turun sekitar 1,2%.

Jika utang berdasarkan negara kreditornya menyusut, cerita berbeda terlihat dari mata uang yang digunakan..

Nilainya turun US$54,6 juta dibandingkan Juni yang sebesar US$51,32 miliar..

Nilainya melompat hampir 10% atau US$494,8 juta, dari US$4,97 miliar pada Juni menjadi US$5,46 miliar pada Juli 2026..

Sebulan kemudian, jaraknya melebar menjadi sekitar US$3,70 miliar..

// .

Nilainya pun bertambah US$283,8 juta dibandingkan posisi Juni 2026 yang tercatat sebesar US$454,48 miliar..

Sektor swasta menanggung US$24,46 miliar atau hampir 95% dari totalnya.

Jepang berada di posisi keempat dengan nilai US$20,49 miliar.

Utang Indonesia dari AS bertambah US$2,82 miliar atau 10,6% dibandingkan Juli 2025 yang sebesar US$26,65 miliar.

Masuknya Panda Bond membuat utang pemerintah dalam yuan langsung melonjak.

Namun, posisi utang dari Singapura terus mengecil.

Ketika itu, utang Indonesia dari Singapura masih sebesar US$56,54 miliar..

Utang Indonesia dari AS tercatat sebesar US$29,48 miliar pada Juli 2026.

Porsi pemerintah hanya USgkan bank sentral tidak memiliki utang dari negara tersebut.78,7 juta, se. Selain itu, gkan bank sentral tidak memiliki utang dari negara tersebut…

Namun, utang dari China turun lebih dalam yang membuat jarak antar kedua negara kembali melebar..

Karena penurunan utang dari China lebih dalam, selisih antara kedua negara tersebut bertambah..

Pada Juni, utang dari AS lebih besar US$3,68 miliar dibandingkan China.

Jika dibandingkan dengan Juli 2025, penurunannya mencapai US$5,27 miliar atau sekitar 9,3%.

Dari total utang AS sebesar US$29,48 miliar, sebanyak US$29,20 miliar atau sekitar 99% berasal dari sektor swasta.

Pemerintah menerbitkan surat utang berdenominasi yuan tersebut dengan nilai setara US$1 miliar.

Namun, pemerintah bukan peminjam terbesar dari kedua negara tersebut.

Posisi ULN swasta juga berkurang US$1,25 miliar, dari US$195,72 miliar menjadi US$194,48 miliar..

Posisi utangnya turun US$98,2 juta atau 0,38%, dari US$25,88 miliar menjadi US$25,78 miliar..

Namun, negara tersebut mencatatkan penurunan paling besar pada Juli, yakni US$804,8 juta hanya dalam satu bulan..

Pada periode yang sama, utang dari China hanya meningkat US$813,3 juta atau 3,3% dari US$24,96 miliar..

Instrumen tersebut juga membuka sumber pembiayaan baru di luar pasar surat utang dolar AS, euro,, ditambah lagi dengan yen yang selama ini lebih sering digunakan pemerintah…

Pada Mei 2026, selisih utang dari AS. Tak hanya itu, China masih berada di kisaran USChina masih berada di kisaran US$2,30 miliar.,30 miliar. turut berperan penting..

Utang pemerintah dari negara tersebut ikut turun US$14,9 juta..

Kenaikannya mencapai US$992,4 juta hanya dalam satu bulan..

Posisi kelima ditempati Hong Kong dengan nilai utang US$20,11 miliar.

Sementara itu, ULN bank sentral masih melonjak 65,9% secara tahunan..

Posisi ULN pemerintah bertambah US$2,10 miliar, dari US$216,29 miliar pada Juni menjadi US$218,39 miliar pada Juli 2026..

Sebaliknya, ULN Bank Indonesia turun US$567 juta menjadi US$41,89 miliar.

Utang pemerintah dalam yuan meningkat hampir US$1 miliar, dari US$2,15 miliar menjadi US$3,14 miliar.

Perkembangan terkait RI Makin Doyan Utang Yuan, Ini Datanya akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.


Artikel ini disusun oleh Tim Riset Equityworld Futures Surabaya berdasarkan analisis data pasar dan pemberitaan terbuka di media sosial serta portal berita global.

Peringatan Risiko: Konten ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan menambah wawasan, bukan merupakan rekomendasi investasi. Trading futures dan instrumen keuangan lainnya mengandung risiko tinggi yang dapat mengakibatkan kerugian sebagian atau seluruh modal Anda. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada dan selalu melakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.

Kunjungi website kami untuk informasi lebih lanjut:
Berita Terkini Equity World Futures |
Equityworld Futures Official

Baca juga:

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By