Equityworld Futures Trillium Surabaya – Berikut merupakan informasi terbaru terkait Harga Minyak Tembus US$ 100, Ramalan Terbaru Bikin Ngeri yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan oleh Tim Riset EWF untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.
Laut Merah sebelumnya menjadi salah satu jalur alternatif penting ketika arus minyak melalui Selat Hormuz mulai terganggu sejak perang Iran pecah pada 28 Februari..
Harganya melonjak 2,15% dibandingkan penutupan Selasa (8/9/2026) di posisi US$ 97,92 per barel..
Sementara WTI dinaikkan dari US$70 menjadi US$75 per barel..
Goldman juga memperkirakan harga rata-rata Brent pada 2027 mencapai US$80 per barel, naik dari proyeksi sebelumnya US$75.
Pada Rabu pukul 15.09 WIB, harga minyak breny naik 2,05% ke US$ 99,94 per barel sementara WTI menanjak 1,58% ke US$ 94,50 per barel..
Sejak awal bulan sebelumnya, harga brent juga telah naik sekitar seperempat seiring memudarnya harapan tercapainya penyelesaian permanen atas konflik AS-Iran yang telah berlangsung selama enam bulan..
Terakhir kali harga minyak tersebut menyentuh US$100 terjadi pada Juli lalu..
Namun, aliran minyak melalui jalur tersebut belakangan turun di bawah 2 juta bph..
Dalam laporan yang dirilis Senin (7/9/2026), bank investasi tersebut menaikkan perkiraan harga Brent untuk Desember 2026 sebesar US$5 menjadi US$85 per barel, sementara proyeksi WTI dinaikkan menjadi US$80 per barel..
Merujuk Refinitiv, harga minyak brent sempat menyentuh US$ 100,03 per barel pada Rabu hari ini pukul 14.20 WIB.
Militer AS mengatakan telah menghancurkan lima kapal tanker minyak mentah Iran, ditambah lagi dengan menenggelamkan salah satunya sebagai balasan atas serangan Iran terhadap kapal perang AS…
Sejumlah bank besar, termasuk Goldman Sachs, Bank of America, sekaligus HSBC, telah menaikkan perkiraan harga minyak mentah dalam beberapa hari terakhir…
Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) kemudian mengklaim merespons dengan serangan rudal berat ke Yor sekaligus ia, sekutu AS..
Sebagai contoh, AS, Kanada,. Selain itu, Guyana memang telah meningkatkan produksi. sering terjadi ketika Di sisi lain, sejumlah produsen minyak non-OPEC..
Kantor berita pemerintah Yor sekaligus ia, Petra, melaporkan militer negara tersebut berhasil mencegat 20 rudal balistik…
Harga minyak melonjak di tengah eskalasi serangan antara Amerika Serikat (AS), ditambah lagi dengan Iran di kawasan Teluk memicu kekhawatiran baru terhadap pasokan energi global…
Menurut Kepala Ekonom Rystad Energy Claudio Galimberti, sebelum pertempuran kembali pecah pada 30 Agustus 2026, sekitar 8 juta-9 juta barel minyak per hari (bph) masih mengalir melalui Selat Hormuz.
Angka tersebut bahkan dua kali lipat dibandingkan pekan sebelumnya..
Kondisi tersebut meningkatkan kekhawatiran bahwa konflik dapat meluas lebih jauh sekaligus mengganggu jalur pengiriman minyak melalui Laut Merah…
Harga brent kini telah melonjak lebih dari 60% sepanjang tahun ini.
Kekhawatiran terhadap pasokan juga mulai tercermin dalam proyeksi pasar.
Situasi ini menambah tekanan di tengah perang Rusia-Ukraina yang masih berlangsung..
Eskalasi konflik semakin mengkhawatirkan terjadi karena menyangkut Selat Hormuz, jalur strategis yang menjadi rute utama pengiriman minyak, gas alam cair (LNG),. Selain itu, pupuk….
Sementara itu, serangan kelompok Houthi yang didukung Iran terhadap fasilitas energi Arab Saudi pekan ini menyebabkan sejumlah instalasi minyak terbakar.
Goldman Sachs secara mengejutkan mengubah proyeksi harga minyaknya.
Yang lebih mengejutkan, Goldman memperkirakan Brent bisa melonjak menembus US$120 per barel jika produksi minyak di kawasan Teluk Persia turun hingga 4 juta barel per hari (bph) di bawah level sebelum perang..
Minyak brent, yang menjadi patokan harga minyak global, untuk pengiriman November sempat naik melewati US$100 per barel sebelum kembali turun di bawah level psikologis tersebut..
Jakarta, Equityworld Futures – Harga minyak mentah kembali menembus level US$100 per barel pada perdagangan hari ini, Rabu (9/9/2026).
Namun, International Energy Agency (IEA) memperkirakan pasokan minyak global tahun ini justru akan turun sekitar 4,3 juta bph atau 4%..
Kenaikan bahkan lebih tajam terjadi pada sejumlah produk olahan minyak, seperti diesel, setelah konflik Timur Tengah meluas hingga kawasan // Laut Merah di dekat Arab Saudi.
Perubahan ini didorong oleh kekhawatiran bahwa gangguan pengiriman minyak melalui Selat Hormuz akan berlangsung hingga 2027.
Perkembangan terkait Harga Minyak Tembus US$ 100, Ramalan Terbaru Bikin Ngeri akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.
Artikel ini disusun oleh Tim Riset Equityworld Futures Surabaya berdasarkan analisis data pasar dan pemberitaan terbuka di media sosial serta portal berita global.
Peringatan Risiko: Konten ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan menambah wawasan, bukan merupakan rekomendasi investasi. Trading futures dan instrumen keuangan lainnya mengandung risiko tinggi yang dapat mengakibatkan kerugian sebagian atau seluruh modal Anda. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada dan selalu melakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.
Kunjungi website kami untuk informasi lebih lanjut:
Berita Terkini Equity World Futures |
Equityworld Futures Official
Baca juga:
- Equityworld Futures Surabaya | Pekan Berat untuk RI, Badai Data dari China dan AS Siap Menghantam
- Equityworld Futures Surabaya | Ini 10 Negara dengan Layanan Kesehatan Terbaik di Dunia