Equity World Futures Surabaya – Harga emas bergerak stabil di kisaran USD 4.400 per troy ons pada perdagangan Selasa (8/9). Pergerakan ini terjadi setelah harga emas terkoreksi sekitar 1,5% dalam dua sesi sebelumnya.
Konsolidasi pasar emas saat ini dipengaruhi oleh dua sentimen utama: tekanan dari meningkatnya ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve (The Fed), serta dukungan dari pelemahan dolar AS dan meningkatnya tensi geopolitik di Timur Tengah.
Para investor kini fokus menantikan rilis data inflasi (CPI) AS akhir pekan ini untuk mendapatkan petunjuk yang lebih pasti terkait arah kebijakan The Fed pada rapat September.
Faktor Pendukung: Pelemahan Dolar AS dan Geopolitik
Meski dibayangi sentimen suku bunga, koreksi harga emas tertahan oleh beberapa faktor kunci:
-
Pelemahan Indeks Dolar AS: Dolar AS menyentuh level terendah terhadap yen Jepang sejak Februari, terdorong ekspektasi pengetatan kebijakan oleh Bank of Japan (BoJ). Dolar yang melemah membuat harga emas lebih murah bagi pemegang mata uang lain.
-
Krisis Geopolitik Selat Hormuz: Ketegangan antara AS dan Iran menjaga permintaan emas sebagai aset aman (safe-haven).
-
Lonjakan Harga Minyak Mentah: Konflik di Timur Tengah mengerek harga minyak Brent ke level tertinggi dalam enam minggu di posisi USD 97,31 per barel (sempat menyentuh USD 98,06). Kenalkan harga energi berpotensi memicu inflasi tinggi, yang secara historis meningkatkan daya tarik emas sebagai pelindung nilai (hedging).
Informasi Resmi PT Equityworld Futures:
- Website Resmi Equityworld Futures
- Akun Demo Trading
- Registrasi Online
- Data Historis Trading
- Kontak Resmi
- Profil Perusahaan
