Equityworld Futures Trillium Surabaya – Berikut merupakan informasi terbaru terkait Harga Emas Jatuh Lagi, Terjebak di Level US$ 4.400 yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan oleh Tim Riset EWF untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.
Pada hari ini, Selasa (8/9/2026) pukul 07.04 WIB, harga emas menguat 0,4% ke US$ 4421,4 per troy ons..
Berdasarkan CME FedWatch Tool, pelaku pasar kini melihat peluang kenaikan suku bunga sekitar 60%, naik dari 50% sebelum data tenaga kerja dirilis..
// .
Pelemahan ini membawa harga perak melemah 1,2% dalam dua hari beruntun..
“Emas. Selain itu, perak bergerak berlawanan arah dengan harga energi dan melanjutkan pelemahannya setelah laporan ketenagakerjaan AS yang kuat pada Jumat mendorong kenaikan imbal hasil obligasi serta memperkuat ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed pada 16 September,” kata Ole Hansen, Kepala Strategi Komoditas Saxo Bank, dikutip dari Refinitiv…
Pada hari ini, Selasa (8/9/2026) pukul 07.06 WIB, harga perak menguat 0,6% ke US$ 66,56 per troy ons..
Presiden AS Donald Trump juga kembali mendesak The Fed untuk memangkas suku bunga..
Data ketenagakerjaan sebelumnya menunjukkan pertumbuhan lapangan kerja AS meningkat tajam pada Agustus, sementara tingkat pengangguran bertahan di 4,1%..
“Emas mendapat minat beli saat harganya berada di bawah US$4.400.
Pasar kini menanti data inflasi AS, yakni Producer Price Index (PPI) pada Kamis sekaligus Consumer Price Index (CPI) pada Jumat, sebagai petunjuk arah kebijakan moneter The Fed…
Suku bunga yang lebih tinggi cenderung menekan emas terjadi karena logam mulia tidak memberikan imbal hasil…
Level support penting berada di sekitar US$4.320, sementara tekanan jual masih muncul di atas US$4.500,” imbuhnya..
Jakarta, Equityworld Futures – Harga emas melemah tertekan penguatan ekspektasi kenaikan suku bunga The Federal Reserve (The Fed) setelah data tenaga kerja Amerika Serikat (AS) lebih kuat dari perkiraan..
Pelemahan ini membawa harga emas anjlok 1,5% dalam dua hari beruntun..
Merujuk Refinitiv, harga emas pada perdagangan Senin (7/9/2026) ditutup di posisi US$4404,67 per troy ons.
Di sisi lain, harga minyak yang kembali naik akibat meningkatnya ketegangan di Timur Tengah turut menjaga kekhawatiran inflasi.
// .
Merujuk Refinitiv, harga perak pada perdagangan Senin (7/9/2026) ditutup di posisi US$66,14 per troy ons.
Kepala Strategi Komoditas Saxo Bank Ole Hansen mengatakan harga emas. Selain itu, perak bergerak berlawanan dengan harga energi yang memperkuat ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed pada 16 September…
Perkembangan terkait Harga Emas Jatuh Lagi, Terjebak di Level US$ 4.400 akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.
Artikel ini disusun oleh Tim Riset Equityworld Futures Surabaya berdasarkan analisis data pasar dan pemberitaan terbuka di media sosial serta portal berita global.
Peringatan Risiko: Konten ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan menambah wawasan, bukan merupakan rekomendasi investasi. Trading futures dan instrumen keuangan lainnya mengandung risiko tinggi yang dapat mengakibatkan kerugian sebagian atau seluruh modal Anda. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada dan selalu melakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.
Kunjungi website kami untuk informasi lebih lanjut:
Berita Terkini Equity World Futures |
Equityworld Futures Official
Baca juga:
- Kaltim Methanol Industri: Jaga Lingkungan, Menguatkan Ekonomi Rakyat | Equityworld Futures
- Equityworld Futures Surabaya | Messi di Ambang 20 Rekor Piala Dunia, Siap Guncang Sejarah