0 0
Read Time:6 Minute, 21 Second

Equityworld Futures Trillium Surabaya – Berikut merupakan informasi terbaru terkait Bunga Utang Global Makin Mahal: Siapa Paling Tercekik? yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan oleh Tim Riset EWF untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.

Mereka juga dapat menikmati keuntungan dari meningkatnya bunga tabungan. Di samping itu, imbal hasil obligasi. juga perlu diperhatikan..

Pemerintah akan menjadi pihak pertama yang harus menanggung dampak dari kenaikan imbal hasil obligasi..

Larry Holzenthaler, Senior Portfolio Manager Catalyst Funds, mengatakan yield jangka panjang sangat penting terjadi karena menentukan biaya pen, ditambah lagi dengan aan perusahaan sekaligus bunga kredit perumahan….

“Ketika utang, defisit,. Di samping itu, kebutuhan pembiayaan eksternal bertemu, pasar cenderung menjadi jauh lebih tidak toleran,” kata Loo, dikutip dari CNBC International. juga perlu diperhatikan..

Utang pemerintahnya telah melampaui 200% terhadap produk domestik bruto (PDB), se. Di samping itu, gkan pembayaran pokok dan bunga utang diperkirakan menyerap lebih dari 25% pengeluaran pemerintah pada tahun fiskal 2026. juga perlu diperhatikan..

Yield US Treasury tenor 10 tahun mencapai level tertinggi sejak November 2023 di kisaran 4,8%, se, ditambah lagi dengan gkan yield obligasi Inggris menyentuh 5,23%, tertinggi sejak krisis keuangan 2008…

“Pada titik tertentu, yield yang lebih tinggi akan menjadi pengalaman menyakitkan bagi pasar saham,” ujar Natalia Lojevsky, Managing Director CIFC Asset Management..

Pemerintah Jepang mungkin dapat menahan kenaikan yield melalui program pembelian kembali obligasi atau mengubah tenor penerbitan utang.

Sebaliknya, rumah tangga berpendapatan tinggi umumnya lebih mampu menghadapi kenaikan cicilan.

// .

Obligasi pemerintah Amerika Serikat (AS) juga mengalami tekanan.

Eskalasi konflik tersebut mendorong kenaikan harga minyak dunia. Tak hanya itu, meningkatkan risiko tekanan harga. turut berperan penting..

Sementara diantara negara berkembang, tekanan yang lebih besar akan dihadapi oleh negara yang tengah mengalami defisit anggaran sekaligus defisit neraca transaksi berjalan..

Kondisi ini berbeda dengan investor lama yang mengalami penurunan nilai investasi terjadi karena harga obligasi bergerak berlawanan arah dengan yield…

Banyak perusahaan tersebut sebelumnya mencari pen. Di samping itu, aan dengan asumsi bahwa modal akan selalu murah dan mudah diperoleh. juga perlu diperhatikan..

Beban bunga mereka dapat meningkat lebih cepat ketika suku bunga, ditambah lagi dengan yield obligasi naik…

Investor yang membeli obligasi baru justru akan memperoleh kupon, ditambah lagi dengan imbal hasil yang lebih tinggi…

Kenaikan terbaru salah satunya dipicu oleh meningkatnya kekhawatiran terhadap inflasi global setelah konflik AS, ditambah lagi dengan Iran kembali memanas pada awal September 2026..

Selain besarnya dampak yang dapat dirasakan oleh pemerintah di banyak negara, perusahaan juga menjadi pihak yang akan merasakan dampak negatif dari kenaikan bond yield ini..

Tekanan baru terasa ketika masa bunga tetap berakhir. Selain itu, konsumen harus melakukan pembiayaan kembali dengan bunga lebih tinggi…

Deutsche Bank memperkirakan yield US Treasury tenor 10 tahun harus naik hingga sekitar 5,5% dalam satu tahun agar kerugian akibat penurunan harga obligasi melampaui pendapatan kupon investor..

Sementara investor dengan, ditambah lagi dengan a tunai dan membeli obligasi pada tingkat yield tinggi justru dapat menikmati keuntungan lebih besar…

Dalam jangka waktu dua tahun, yield diperkirakan harus naik hingga sekitar 6,4% sebelum total keuntungan investor berubah menjadi negatif..

Tekanan biasanya lebih besar terhadap saham perusahaan teknologi sekaligus saham pertumbuhan yang valuasinya sangat bergantung pada proyeksi keuntungan jangka panjang…

Namun, langkah tersebut tidak akan dapat menyelesaikan masalah utama berupa besarnya kebutuhan utang dibandingkan permintaan investor..

Hal ini disebabkan oleh tidak lagi menguntungkan secara ekonomi., akibatnya Jika biaya pinjaman terlalu mahal, pembangunan pabrik, pusat data, akuisisi,, ditambah lagi dengan rencana ekspansi lainnya dapat ditunda…

Kenaikan yield obligasi jangka panjang akan merembet ke bunga kredit perumahan, kendaraan, sekaligus pinjaman rumah tangga lainnya…

Perusahaan teknologi menerbitkan utang dalam jumlah besar untuk membangun pusat data sekaligus infrastruktur pendukung AI…

Dalam kondisi tersebut, pasar menilai sejumlah bank sentral berpeluang mempertahankan kebijakan higher for longer, yakni menjaga suku bunga tetap tinggi, ditambah lagi dengan kebijakan moneter ketat lebih lama…

Walaupun Dampaknya tidak hanya dirasakan oleh investor obligasi,, juga pemerintah, perusahaan, konsumen, hingga investor saham. masih menjadi prioritas..

Pasar saham sejauh ini masih ditopang kinerja perusahaan sekaligus optimisme terhadap AI..

Menurut Loo, sektor properti komersial, perusahaan milik private equity, portofolio pinjaman langsung, sekaligus perusahaan perangkat lunak berkualitas rendah menjadi kelompok yang paling rentan..

Dengan demikian, pihak yang paling dirugikan adalah pemerintah, perusahaan,. Tak hanya itu, konsumen yang membutuhkan pinjaman baru turut berperan penting..

Pergerakan harga di pasar saham juga dapat mengalami koreksi akibat dari tingginya imbal hasil obligasi,. Akibatnya, para investor di saham bisa menjadi salah satu pihak yang dirugikan…

Sementara, perusahaan yang berkapitalisasi kecil cenderung memiliki lebih banyak pinjaman floating rate dibandingkan perusahaan besar.

Jakarta, Equityworld Futures – Kenaikan imbal hasil atau yield obligasi pemerintah di banyak negara, khususnya negara maju, tentu memiliki dampak ataupun konsekuensi bagi banyak pihak..

Belum lagi, booming investasi di industri kecerdasan buatan (AI) ikut menambah persaingan modal..

Robin Brooks, seorang peneliri senior dari Brookings Institution, menilai kenaikan imbal hasil bukan cuman gejolak singkat..

Namun, dampaknya tidak dirasakan secara merata.

Lantas, di tengah tingginya imbal hasil obligasi, siapa yang harus menanggung dampaknya. Di samping itu, adakah pihak yang justru meraih keuntungan? juga perlu diperhatikan..

Yield obligasi Jepang,, misalnya, sempat menembus 3,001%, level tertinggi dalam sekitar 30 tahun terakhir…

Adapun, pemerintah negara yang memiliki defisit fiskal yang besar, serta outstanding utang yang tinggi,. Selain itu, ketergantungan terhadap modal investor asing akan menjadi pihak yang paling rentan terhadap tekanan…

Tekanan paling hebat akan dirasakan oleh perusahaan dengan total utang yang besar, neraca keuangan yang lemah,. Selain itu, juga kepemilikan pinjaman yang berbunga floating…

Oleh sebab itu, Kondisi ini terjadi terjadi. menjadi konsekuensi dari Penyebab utamanya adalah, ketika obligasi pemerintah menawarkan imbal hasil yang lebih tinggi dengan risiko yang relatif lebih rendah maka instrumen saham menjadi kurang menarik.,..

Perusahaan harus membayar lebih mahal ketika mencari pinjaman baru atau untuk membiayai kembali utang yang jatuh tempo.

Hal ini disebabkan oleh banyak pinjaman memiliki bunga tetap, akibatnya Dampaknya akan muncul secara bertahap..

Namun demikian, tidak semua pihak akan dirugikan dari tingginya imbal hasil di obligasi pemerintah.

“Ini merupakan kelanjutan dari tren jangka menengah yang kemungkinan akan berlangsung selama bertahun-tahun,” ujarnya, dikutip dari CNBC International..

Besarnya penerbitan obligasi membuat perusahaan harus bersaing dengan pemerintah untuk mendapatkan, ditambah lagi dengan a dari investor..

Akibatnya, biaya pen, ditambah lagi dengan aan dapat naik bahkan bagi perusahaan dengan kondisi keuangan yang sehat…

Ketika utang jauh tempo, pemerintah harus menerbitkan obligasi baru dengan bunga yang jauh lebih tinggi untuk melunasi utang lamanya..

Dalam beberapa hari terakhir, yield obligasi pemerintah negara maju tenor 10 tahun kompak mengalami kenaikan signifikan.

Menurut Masahiko Loo, Senior Fixed Income Strategist State Street Investment Management, menilai Prancis termasuk yang paling berisiko diantara negara-negara maju..

Konsumen berpendapatan rendah akan lebih tertekan terjadi karena porsi pendapatan yang digunakan untuk membayar cicilan. Di samping itu, membeli kebutuhan pokok lebih besar.. juga perlu diperhatikan..

Selainitu, Kenaikan yield juga menurunkan nilai sekarang dari keuntungan perusahaan pada masa depan.

Namun, kenaikan imbal hasil yang terus berlanjut dapat menekan valuasi, ditambah lagi dengan mendorong investor memindahkan dana ke obligasi…

Perkembangan terkait Bunga Utang Global Makin Mahal: Siapa Paling Tercekik? akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.


Artikel ini disusun oleh Tim Riset Equityworld Futures Surabaya berdasarkan analisis data pasar dan pemberitaan terbuka di media sosial serta portal berita global.

Peringatan Risiko: Konten ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan menambah wawasan, bukan merupakan rekomendasi investasi. Trading futures dan instrumen keuangan lainnya mengandung risiko tinggi yang dapat mengakibatkan kerugian sebagian atau seluruh modal Anda. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada dan selalu melakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.

Kunjungi website kami untuk informasi lebih lanjut:
Berita Terkini Equity World Futures |
Equityworld Futures Official

Baca juga:

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By