0 0
Read Time:5 Minute, 53 Second

Equityworld Futures Trillium Surabaya – Berikut merupakan informasi terbaru terkait China Kalahkan AS, Gara-Gara Warganya Rajin Menabung yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan oleh Tim Riset EWF untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.

Permintaan tersebut diperkirakan tetap mampu menyerap tambahan penerbitan obligasi apabila Beijing meningkatkan belanja untuk mendorong pertumbuhan ekonomi..

Meski Angka ini tidak hanya mencakup tabungan rumah tangga,, namun juga tabungan perusahaan. Selain itu, pemerintah.. tetap penting..

Angka tersebutย bahkan jauh lebih rendah dibandingkan mayoritas negara G7, kecuali Jerman..

Ketika permintaan meningkat, harga obligasi naik. Tak hanya itu, yield bergerak turun. turut berperan penting..

Jakarta, Equityworld Futures – Di tengah tekanan yang melanda pasar obligasi negara-negara maju, pasar obligasi China justru bergerak berlawanan arah.

Namun, itu belum menggambarkan seluruh beban utang China.

Rasio tersebut mendekati tingkat utang Amerika Serikat. Tak hanya itu, Italia, dua negara yang kini menghadapi kekhawatiran pasar terhadap keberlanjutan fiskal dan kenaikan biaya pinjaman. turut berperan penting..

// .

Berdasarkan perhitungan tersebut, rasio utang China diperkirakan mencapai 136% terhadap PDB pada tahun ini.

// .

Aliran sekaligus a domestik yang besar membuat permintaan terhadap obligasi pemerintah tetap kuat..

Tabungan domestik bruto merupakan bagian dari pendapatan ekonomi yang tidak digunakan untuk konsumsi.

Penyebabnya lebih banyak berkaitan dengan tekanan deflasi, tabungan domestik yang tinggi, kontrol modal, sekaligus terbatasnya pilihan investasi aman…

Obligasi pemerintah di banyak negara tengah mengalami tekanan akibat kekhawatiran terhadap inflasi, kredibilitas kebijakan,, ditambah lagi dengan membengkaknya utang..

Rasio tabungan China juga sekitar 2,3 kali lebih besar dibandingkan Amerika Serikat yang mencapai 18,5%..

Melansir data Refinitiv, pada penutupan perdagangan Rabu (2/9/2026), yield obligasi pemerintah China tenor 10 tahun berada di level 1,692%.

Pemisahan antara kewajiban pemerintah pusat, pemerintah daerah,. Selain itu, lembaga pembiayaan milik daerah banyak yang menilai tidak terlihat jelas…

Kejatuhan sektor properti membebani konsumsi, aktivitas ekonomi,. Selain itu, pergerakan harga…

Angka tersebut hampir dua kali lipat dibandingkan rata-rata negara G7 yang sebesar 22,5% terhadap PDB.

Kondisi tersebut mendorong investor meminta imbal hasil lebih tinggi untuk memegang surat utang pemerintah..

Ketika negara-negara di dunia berjibaku menurunkan inflasi, China justru masih berusaha keluar dari tekanan deflasi yang telah berlangsung selama beberapa tahun terakhir..

Pasar saham juga masih dianggap terlalu berisiko oleh sebagian investor.

Padahal, sepanjang 2010 hingga 2022, yield obligasi China hampir selalu berada di atas US Treasury..

// .

Pada saat yang sama, yield US Treasury tenor 10 tahun berada di level 4,794%. Di samping itu, sempat menyentuh 4,8%, atau level tertingginya sejak November 2023. juga perlu diperhatikan..

Analis Barclays menilai kondisi fiskal China sebenarnya tidak sesuai dengan profil negara yang dapat menerbitkan utang dengan yield hanya sekitar 1,7%.

Jika hanya melihat kondisi fiskalnya, yield obligasi China seharusnya lebih tinggi, bukan justru jauh di bawah negara-negara Barat..

Kini, yield obligasi China tenor 10 tahun sekitar 310 basis poin lebih rendah dibandingkan US Treasury tenor serupa..

Namun, rendahnya yield tidak sepenuhnya mencerminkan kekuatan ekonomi China.

Berdasarkan data Bank Dunia, rasio tabungan domestik bruto China mencapai 43,3% terhadap produk domestik bruto (PDB) pada 2024..

Analis HSBC bahkan memperkirakan yield obligasi pemerintah China tenor 10 tahun dapat turun hingga 1,5% pada akhir tahun ini..

Selisih tersebut menjadi yang terlebar sejak Januari tahun lalu. Selain itu, berpeluang mencetak rekor baru jika pergerakan keduanya terus berlanjut…

Ketika yield obligasi Amerika Serikat (AS). Di samping itu, banyak negara maju melonjak, yield obligasi China terus bergerak turun. juga perlu diperhatikan..

Inflasi yang rendah membuat investor tidak menuntut imbal hasil lebih besar untuk melindungi nilai investasinya.

Lembaga, ditambah lagi dengan a Moneter Internasional (IMF) memiliki perhitungan lebih luas melalui augmented debt..

Tingginya rasio tersebut menunjukkan besarnya. Tak hanya itu, a yang tersedia untuk diinvestasikan di China turut berperan penting..

Gabungan dari inflasi rendah. Di samping itu, kebijakan moneter yang longgar berakibat pada obligasi pemerintah China yang tetap diminati. Akibatnya, dapat menahan kenaikan imbal hasil. juga perlu diperhatikan…

Inflasi produsen yang sebelumnya negatif selama hampir empat tahun berbalik positif pada awal tahun ini. Selain itu, menembus 4% pada Juni 2026…

Kondisi ini tersebut membuat posisi fiskal China tampak lebih kuat di permukaan daripada keadaan sebenarnya..

Memang secaraย rasio utang pemerintah China terhadap PDB nya bisa dikategorikan cukup rendah.

Keberhasilan China mempertahankan yield obligasi di level rendah tidak serta-merta menunjukkan kondisi fiskalnya lebih sehat dibandingkan negara maju..

Dana ini kemudian disalurkan bank, perusahaan asuransi,. Di samping itu, pengelola investasi ke obligasi pemerintah China. juga perlu diperhatikan..

Ukuran ini turut memasukkan utang pemerintah daerah yang dihimpun melalui local government financing vehicles atau LGFV..

Dana tersebut juga tidak mudah mengalir ke luar negeri.

Namun demikian,, pergerakannya tetap rendah. tetap menjadi kenyataan meskipun Hal ini disebabkan oleh ditahan oleh besarnya permintaan dari dalam negeri., akibatnya..

China masih menghadapi krisis properti yang menggerus pendapatan pemerintah daerah serta besarnya kewajiban yang tidak tercatat dalam neraca resmi..

Meski demikian, mulai muncul tanda-tanda bahwa tekanan deflasi China mereda.

Deflator produk domestik bruto (PDB) China juga kembali positif pada kuartal II-2026 setelah berada di zona negatif selama empat tahun..

Angkanya bahkan diproyeksikan melampaui 150% pada akhir dekade..

Hal tersebut memperkuat penilaian bahwa rendahnya yield China bukan terutama berasal dari fiskal yang sehat.

Kondisi tersebut tidak terlepas dari krisis properti yang melanda Negeri Tirai Bambu sejak 2021.

Dalam kondisi normal, membaiknya tekanan harga seharusnya mulai mendorong yield obligasi China naik.

Kondisi tersebut membuat masyarakat memilih menyimpan. Di samping itu, a di perbankan atau menempatkannya pada produk investasi yang lebih aman juga perlu diperhatikan..

Kontrol modal yang diterapkan Beijing membatasi masyarakat. Selain itu, perusahaan China dalam memindahkan serta menginvestasikan dananya di negara lain…

Pada saat yang sama, pilihan investasi di dalam negeri semakin terbatas.

Meskipun Penyebab utamanya adalah sebagian besar pendapatan tidak dibelanjakan.,. Akibatnya,, tetap saja, kondisi ini juga mencerminkan konsumsi domestik yang masih lemah terjadi….

Properti yang selama bertahun-tahun menjadi salah satu tujuan utama investasi masyarakat belum pulih dari krisis yang dimulai pada 2021..

China memiliki tabungan domestik yang jauh lebih besar dibandingkan negara-negara maju.

Kondisi tersebut juga menunjukkan besarnya. Selain itu, a domestik yang tertahan di dalam negeri, sementara masyarakat masih enggan meningkatkan konsumsi dan memiliki pilihan investasi yang terbatas…

Indeks saham unggulan CSI 300 bahkan masih berada sekitar 20% di bawah posisi tertingginya pada 2021..

Kondisi tersebut juga membuka ruang bagi Bank Sentral China (PBoC) untuk mempertahankan kebijakan moneter yang lebih longgar..

Rasionya diproyeksikan sekitar 75% terhadap PDB pada tahun ini.

Perkembangan terkait China Kalahkan AS, Gara-Gara Warganya Rajin Menabung akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.


Artikel ini disusun oleh Tim Riset Equityworld Futures Surabaya berdasarkan analisis data pasar dan pemberitaan terbuka di media sosial serta portal berita global.

Peringatan Risiko: Konten ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan menambah wawasan, bukan merupakan rekomendasi investasi. Trading futures dan instrumen keuangan lainnya mengandung risiko tinggi yang dapat mengakibatkan kerugian sebagian atau seluruh modal Anda. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada dan selalu melakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.

Kunjungi website kami untuk informasi lebih lanjut:
Berita Terkini Equity World Futures |
Equityworld Futures Official

Baca juga:

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By