Equityworld Futures Trillium Surabaya – Berikut merupakan informasi terbaru terkait Adu Kuat Manufaktur ASEAN: Filipina – Thailand Ngebut, RI Mulai Loyo yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan oleh Tim Riset EWF untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.
Melambatnya PMI ASEAN terutama dipengaruhi pertumbuhan produksi yang sedikit lebih rendah dibandingkan Juli..
Pesanan baru juga kembali bertambah, memperpanjang periode pertumbuhan menjadi 16 bulan berturut-turut..
Malaysia memang masih berada di zona ekspansi selama tiga bulan berturut-turut.
Melansir dari laporan S&P Global yang baru dirilis awa bulan ini, Purchasing Managers’s Index (PMI) Manufaktur ASEAN turun menjadi 52,3 di Agustus, dari 52,8 pada periode Juli. .
PMI Manufaktur Indonesia turun menjadi 49,8 pada Agustus 2026, dari 50,2 pada Juli.
Pesanan baru kembali meningkat untuk pertama kalinya dalam tiga bulan, meski kenaikannya masih sangat tipis..
Namun, posisi PMI yang hanya sedikit di atas 50 menunjukkan perbaikannya sangat terbatas..
Pesanan ekspor juga kembali meningkat untuk pertama kalinya dalam empat bulan, meski kenaikannya masih tipis..
Produksi, ditambah lagi dengan pesanan baru sama-sama tumbuh dengan laju tercepat dalam lebih dari dua tahun..
Posisi di bawah 50 menunjukkan kondisi manufaktur kembali mengalami penurunan, meski masih tergolong ringan..
Survei PMI Manufaktur ASEAN mencakup sekitar 2.100 perusahaan manufaktur di tujuh negara, yakni Indonesia, Malaysia, Myanmar, Filipina, Singapura, Thailand, sekaligus Vietnam..
Stok pembelian ikut bertambah untuk mengantisipasi kebutuhan produksi..
Namun demikian, posisi PMI masih berada di atas level 50 yang menunjukkan aktivitas di sektor manufaktur ASEAN tetap mengalami ekspansi. tetap menjadi kenyataan meskipun Meski mengalami penurunan,..
PMI Manufaktur Thailand berada di level 53,8.
PMI Manufaktur Filipina berhasil melonjak menjadi 54,9 pada Agustus, dari 51,8 pada Juli..
Sangat disayangkan, Indonesia harus menjadi satu-satunya negara dari daftar tersebut yang PMI manufakturnya harus mengalami kontraksi. .
Pertumbuhan pesanan baru menjadi yang tercepat dalam enam bulan terakhir.
Angka di atas 50 menunjukkan ekspansi, se. Tak hanya itu, gkan angka di bawah 50 menandakan kontraksi. turut berperan penting..
Di tengah perlambatan tersebut, perusahaan manufaktur Malaysia menambah tenaga kerja untuk pertama kalinya dalam empat bulan.
Walaupun Angka tersebut memang sedikit melambat dibandingkan Juli yang sebesar 54,2,, masih menjadi salah satu yang tertinggi di ASEAN. masih menjadi prioritas..
Tekanan terutama datang dari produksi yang kembali menurun setelah sempat meningkat pada Juli.
Perusahaan merespons kenaikan permintaan dengan menambah tenaga kerja. Selain itu, meningkatkan aktivitas pembelian bahan baku..
Kondisi rantai pasok mulai membaik setelah waktu pengiriman pemasok relatif stabil.
Meskipun, laju ekspansi nya sedikit mengalami perlambatan dibandingkan bulan sebelumnya. .
Kenaikan harga jual juga melambat, sementara optimisme perusahaan terhadap produksi setahun mendatang mencapai level tertinggi sejak Januari..
Kenaikan tersebut ditopang masuknya pesanan baru yang lebih kuat..
Kenaikan tersebut membawa kondisi manufaktur Filipina mencapai level terkuat sejak Desember 2016 atua lebih dari sembilan setengah tahun..
“Yang menggembirakan, produksi meningkat dengan laju tercepat sejak 2016, ditopang oleh kondisi permintaan yang lebih kuat,” ujar Baluch dalam laporan S&P Global..
Berbeda dengan Thailand. Tak hanya itu, Vietnam, aktivitas manufaktur Malaysia nyaris stagnan turut berperan penting..
Namun, perbaikan tersebut belum sepenuhnya berdampak pada tenaga kerja.
Sebagai catatan, PMI manufaktur merupakan indikator untuk melihat kondisi aktivitas industri.
Tingkat optimisme perusahaan juga meningkat ke posisi tertinggi dalam tujuh bulan, seiring harapan bahwa produksi akan kembali tumbuh dalam 12 bulan mendatang..
Namun, permintaan terhadap barang manufaktur ASEAN tetap kuat.
Walaupun Hal ini disebabkan oleh permintaan yang lebih lemah. Di samping itu, kondisi ekonomi yang masih menantang., akibatnya Pesanan baru masih bertambah,, lajunya melambat. juga perlu diperhatikan. masih menjadi prioritas..
Produksi manufaktur Thailand meningkat tajam dengan laju tercepat kedua sepanjang 2026.
Kenaikan ini membuat manufaktur Vietnam bertahan di zona ekspansi selama 14 bulan berturut-turut..
Penurunan produksi terjadi di tengah lemahnya permintaan, ditambah lagi dengan tingginya harga sejumlah barang…
Jakarta, Equityworld Futures – Kegiatan manufaktur di kawasan ASEAN kembali melanjutkan ekspansi nya pada sepanjang Agustus 2026.
Produksi kembali menurun setelah sempat tumbuh dalam dua bulan sebelumnya.
Pesanan baru tumbuh tajam dengan laju tercepat kedua sepanjang sejarah survei, hanya sedikit di bawah rekor yang tercatat pada Februari 2026..
“Perusahaan merespons dengan meningkatkan aktivitas pembelian, ditambah lagi dengan perekrutan untuk mengimbangi kebutuhan produksi yang lebih besar..
Hal ini menunjukkan kapasitas produksi perusahaan masih cukup untuk menangani pesanan yang tersedia..
Perusahaan manufaktur juga kembali mengurangi tenaga kerja sekaligus stok pembelian, meski penurunannya masih tergolong tipis…
// .
Sementara itu, PMI Manufaktur Vietnam meningkat menjadi 53,3 pada Agustus, dari 52,9 pada Juli.
Oleh sebab itu, dapat memberikan ruang bagi perusahaan untuk menjaga harga jual. menjadi konsekuensi dari Tekanan biaya juga kembali mereda,..
Pesanan ekspor juga kembali meningkat untuk pertama kalinya dalam enam bulan..
Oleh sebab itu, penurunan tenaga kerja telah terjadi dalam lima dari enam bulan terakhir. menjadi konsekuensi dari Perusahaan manufaktur Vietnam kembali mengurangi jumlah pekerja,..
PMI Manufaktur Malaysia turun menjadi 50,2 pada Agustus, dari 50,7 pada Juli..
Ekonom S&P Global Market Intelligence Maryam Baluch mengatakan momentum sektor manufaktur Filipina terus menguat pada Agustus setelah mencatat kinerja cenderung datar pada kuartal sebelumnya akibat konflik di Timur Tengah..
Tekanan biaya juga mulai mereda, se. Tak hanya itu, gkan tingkat optimisme perusahaan terhadap produksi setahun ke depan naik ke posisi tertinggi dalam 21 bulan. turut berperan penting..
Selain Filipina, aktivitas manufaktur Thailand. Tak hanya itu, Vietnam juga masih mencatat ekspansi yang cukup kuat pada Agustus 2026. turut berperan penting..
Pekerjaan yang belum terselesaikan ikut turun untuk bulan keempat berturut-turut.
Perusahaan juga menahan aktivitas pembelian bahan baku, sementara jumlah tenaga kerja kembali dikurangi.
Dari sisi biaya, tekanan inflasi mulai mereda.
Yang mewakili sekitar 98% nilai tambah pada sektor manufaktur ASEAN. .
// .
Alasannya adalah pengunduran diri maupun pemutusan hubungan kerja untuk menyesuaikan kebutuhan produksi.. Akibatnya, Penurunan pekerja terjadi…
Pada saat yang sama, tekanan biaya mereda. Di samping itu, keyakinan terhadap prospek setahun ke depan naik ke level tertinggi dalam 21 bulan,” lanjutnya. juga perlu diperhatikan..
Perkembangan terkait Adu Kuat Manufaktur ASEAN: Filipina – Thailand Ngebut, RI Mulai Loyo akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.
Artikel ini disusun oleh Tim Riset Equityworld Futures Surabaya berdasarkan analisis data pasar dan pemberitaan terbuka di media sosial serta portal berita global.
Peringatan Risiko: Konten ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan menambah wawasan, bukan merupakan rekomendasi investasi. Trading futures dan instrumen keuangan lainnya mengandung risiko tinggi yang dapat mengakibatkan kerugian sebagian atau seluruh modal Anda. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada dan selalu melakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.
Kunjungi website kami untuk informasi lebih lanjut:
Berita Terkini Equity World Futures |
Equityworld Futures Official
Baca juga:
- Equityworld Futures Surabaya | Daftar Negara dengan Utang Terbanyak ke IMF
- Equityworld Futures Surabaya | Menteri: 15.845 Koperasi Desa Merah Putih Rampung Dibangun