Equity World Futures Surabaya – Indeks Dolar AS (DXY) mengalami penguatan sebesar 0,3% ke level 99,69. Lonjakan ini dipicu oleh meningkatnya permintaan aset safe-haven di tengah memanasnya konflik geopolitik di Timur Tengah, lonjakan harga minyak mentah dunia, serta aksi jual di pasar obligasi global.
Eskalasi Konflik AS-Iran Picu Sentimen Safe-Haven
Penguatan mata uang Paman Sam terjadi setelah Komando Sentral AS (CENTCOM) melancarkan serangan terhadap sasaran yang terhubung dengan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran. Media pemerintah Iran melaporkan bahwa serangan tersebut mengenai fasilitas di Pulau Qeshm dan beberapa target non-militer di Provinsi Hormozgan.
Ketegangan di kawasan tersebut meningkat drastis akibat perebutan kendali atas Selat Hormuz:
-
Aksi Militer AS: CENTCOM mengambil tindakan presisi terbatas terhadap pasukan IRGC yang diduga memasang ranjau di Selat Hormuz.
-
Balasan Iran: Iran membalas dengan menyerang pangkalan militer AS di Yordania. Media Yordania mengonfirmasi delapan rudal berhasil dicegat dan dihancurkan.
-
Respons Gedung Putih: Presiden Donald Trump menyatakan bahwa serangan terbaru AS merupakan respons langsung atas upaya pemasangan ranjau dan serangan terhadap pangkalan militer tersebut.
Harga Minyak Mentah Membumbung Tinggi
Konflik militer di jalur perdagangan vital tersebut berdampak langsung pada komoditas energi:
-
Brent Crude: Naik 5,3% hingga menyentuh US$95,25 per barel.
-
WTI Crude: Menembus level US$90,00 per barel untuk pertama kalinya sejak pertengahan Juni.
Kenaikan tajam harga minyak ini memicu kekhawatiran baru terkait inflasi berbasis energi, yang semakin memperkuat posisi Dolar AS di pasar global.
Informasi Resmi PT Equityworld Futures:
- Website Resmi Equityworld Futures
- Akun Demo Trading
- Registrasi Online
- Data Historis Trading
- Kontak Resmi
- Profil Perusahaan
