0 0
Read Time:2 Minute, 40 Second

Equityworld Futures Trillium Surabaya – Berikut merupakan informasi terbaru terkait Harga Emas Lesu, Rekor Terburuk 2 Minggu: Perak Malah Makin Bersinar yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan oleh Tim Riset EWF untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.

Harga emas penutupan kemarin adalah yang terendah sejak 18 Agustus 2026..

Dolar Amerika Serikat (AS) juga bertahan di sekitar level tertinggi dalam dua pekan.

// .

Kondisi ini menempatkan emas dalam posisi yang cukup rentan,” ujarnya, dikutip dari Refinitiv..

Pada Selasa (1/9/2026), harga emas melandai 0,04% ke US$ 4446,66 per troy ons.

Pasar selanjutnya menunggu data ketenagakerjaan ADP, ditambah lagi dengan nonfarm payrolls AS yang akan dirilis pekan ini untuk mencari petunjuk mengenai kondisi ekonomi dan arah suku bunga The Fed…

Pelemahan kemarin juga memperpanjang derita emas dengan ambruk 3,32% dalam dua hari terakhir. .

Pada Selasa (1/9/2026), harganya menanjak 0,24% ke US$ 66,68 per troy ons..

Jakarta, Equityworld Futures – Harga emas masih babak belur hingga menyentuh level terendah dalam dua pekan..

Daniel Pavilonis, Senior Market Strategist StoneX, mengatakan tekanan terhadap emas terutama berasal dari kenaikan suku bunga sekaligus ekspektasi inflasi yang dipicu kenaikan harga energi serta penurunan persediaan minyak…

Harga perak berbanding terbalik dengan emas.

Pada perdagangan Senin (31/8/2026), harga perak ditutup di posisi US$ 66,52 atau menguat 0,25%..

// .

Harga perak juga melonjak 15,4% di Agustus 2026, tertinggi sejak Februari 2026..

Namun, pelemahan tipis dolar membantu membatasi penurunan harga emas..

Meski tertekan, emas masih mencatatkan kenaikan bulanan terkuat sejak Januari 2026, dengan harga telah naik sekitar 10,08% sepanjang Agustus 2026..

Berdasarkan CME FedWatch Tool, pelaku pasar kini memperkirakan peluang kenaikan suku bunga 25 basis poin pada September sekitar 64%, melonjak dari sekitar 36% sebelum pernyataan Warsh..

Investor mencermati meningkatnya ekspektasi The Federal Reserve (The Fed) menaikkan suku bunga, setelah pernyataan hawkish Ketua The Fed Kevin Warsh.

Merujuk Refinitiv, harga emas pada perdagangan Senin (31/8/2026), harga emas ditutup di posisi US$ 4448,29 atau melemah 0,09%..

“Yield AS terus menguat. Selain itu, dolar juga terus menguat..

Lonjakan harga minyak juga semakin memperkuat kekhawatiran inflasi..

Pelemahan terjadi setelah Warsh memberi sinyal di simposium Jackson Hole bahwa The Fed mungkin perlu mengambil langkah lebih lanjut jika inflasi tidak kembali menuju target 2%..

Sebelumnya, harga emas anjlok lebih dari 3% pada Jumat, mencatat penurunan harian terbesar sejak 10 Juni.

Perkembangan terkait Harga Emas Lesu, Rekor Terburuk 2 Minggu: Perak Malah Makin Bersinar akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.


Artikel ini disusun oleh Tim Riset Equityworld Futures Surabaya berdasarkan analisis data pasar dan pemberitaan terbuka di media sosial serta portal berita global.

Peringatan Risiko: Konten ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan menambah wawasan, bukan merupakan rekomendasi investasi. Trading futures dan instrumen keuangan lainnya mengandung risiko tinggi yang dapat mengakibatkan kerugian sebagian atau seluruh modal Anda. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada dan selalu melakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.

Kunjungi website kami untuk informasi lebih lanjut:
Berita Terkini Equity World Futures |
Equityworld Futures Official

Baca juga:

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By