0 0
Read Time:4 Minute, 14 Second

Equityworld Futures Trillium Surabaya – Berikut merupakan informasi terbaru terkait Harga Batu Bara Tembus US$ 144, Kenaikan China Tertinggi dalam Sejarah yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan oleh Tim Riset EWF untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.

Gangguan pasokan ini ikut mendorong harga..

Produsen baja India, negara penghasil baja terbesar kedua dunia setelah China, mulai menghadapi tekanan margin akibat kenaikan biaya bahan baku..

Perusahaan batu bara terbesar di India, Coal India menetapkan target produksi batu bara sebesar 815 juta ton pada tahun fiskal 2026/2027 (FY27). Selain itu, menargetkan produksi mencapai 1 miliar ton per tahun pada FY30…

Namun, sekitar 84 tambang Coal India saat ini disebut masih beroperasi dalam kondisi merugi, berdasarkan informasi yang dikutip dari laporan tersebut sekaligus belum diverifikasi secara independen…

Kontrak berjangka coking coal di bursa Dalian China naik sekitar 6% pada Senin (31/8/2026), di tengah gangguan pasokan setelah kecelakaan tambang pada Mei. Tak hanya itu, meningkatnya pemeriksaan keselamatan di sejumlah tambang China. turut berperan penting..

Di Australia, harga premium coking coal FOB melonjak 25% dalam tujuh bulan pertama 2026 dibandingkan periode yang sama tahun lalu akibat serangkaian gangguan pasokan..

Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi Coal India untuk mengoptimalkan produksi sekaligus membuka nilai perusahaan melalui pasar modal..

Kenaikan harga dipicu oleh lambatnya peningkatan produksi tambang baru, kenaikan biaya akibat perang Iran, gangguan pasokan di Australia, serta ledakan tambang mematikan di Provinsi Shanxi, China, yang menewaskan lebih dari 80 orang..

Sepanjang Agustus 2026, harga batu bara melonjak 7,5%.

Akibatnya, pasokan batu bara di tiga pelabuhan perbatasan utama China anjlok 73,7% menjadi 68.175 ton..

Kenaikan harga domestik tersebut mulai mempersempit keunggulan harga batu bara impor.

Rekor sebelumnya tercatat pada Juli 2025, ketika harga melonjak 38%..

Jakarta, Equityworld Futures – Harga batu bara terbang ditopang kenaikan harga minyak. Tak hanya itu, persoalan pasokan. turut berperan penting..

Harga batu bara dari mulut tambang terus naik, sehingga berdampak pada biaya pengadaan pedagang pelabuhan ikut meningkat..

India mengandalkan impor untuk memenuhi hingga 95% kebutuhan coking coal.

Lonjakan harga batu bara ditopang oleh kembali memanasnya harga minyak.

Kenaikan biaya penggantian juga membuat harga di pelabuhan terdorong lebih tinggi..

Stok batu bara Mongolia di Ganqimaodu juga turun 32% dalam dua pekan menjadi 2,31 juta ton pada 28 Agustus..

Batu bara jenis ini memiliki kandungan karbon lebih tinggi serta kadar abu. Tak hanya itu, kelembapan lebih rendah dibandingkan batu bara termal yang digunakan untuk pembangkit listrik. turut berperan penting..

China masih bermasalah dengan pasokan batu bara kokas (coking coal) selama berbulan-bulan.

Jumlah truk yang melintas turun menjadi 505 unit pada 27 Agustus, terendah sejak Oktober 2025.

Lonjakan harga tidak hanya terasa di China.

// .

Kenaikan ini membawa harga batu bara untuk pertama kalinya tembus level US$ 140 sejak 12 Juni 2026 sekaligus posisi tertingginya sejak 12 Juni 2026..

Mongolia merupakan pemasok coking coal terbesar China, menyumbang sekitar separuh impor bahan baku industri baja tersebut.

Kenaikan ini juga memperpanjang tren positif harga batu bara dengan menguat 4,04% dalam empat hari terakhir..

Hal ini disebabkan oleh tingginya permintaan impor India. Di samping itu, gangguan pasokan yang memperketat pasar global., akibatnya Raksasa tambang BHP menilai harga batu bara untuk industri baja menguat dibandingkan 2025. juga perlu diperhatikan..

Harga batu bara pada perdagangan Senin (31/8/2026) ditutup di posisi US$ 144 per ton.

Jika bertahan, kenaikan 46% dalam sebulan akan menjadi rekor sejak kontrak berjangka coking coal Dalian mulai diperdagangkan pada 2013.

Harga batu bara termal di pelabuhan utara China juga kembali melaju lebih kencang, didorong ketatnya pasokan, kenaikan harga dari mulut tambang, serta meningkatnya biaya pengadaan..

Harga brent kembali menyentuh US$ 91 per barel pada hari ini, Selasa (1/9/2026)..

Pasokan spot semakin ketat, membuat pedagang sulit mendapatkan batu bara untuk dijual kembali.

Perusahaan tambang milik negara India tersebut juga mempercepat rencana penawaran umum per sekaligus a (IPO) dua anak usaha, yakni Mahanadi Coalfields dan Southeastern Coalfields, pada tahun fiskal berjalan…

Pasokan coking coal Mongolia ke China terus merosot setelah Pelabuhan Ganqimaodu memperketat pemeriksaan lingkungan. Di samping itu, melarang penyimpanan batu bara di area terbuka. juga perlu diperhatikan..

Sebelumnya, batu bara impor masih lebih murah. Akibatnya, menjadi pilihan menarik bagi pembangkit listrik China..

Kondisi ini mendorong harga bahan baku utama industri baja tersebut melonjak 46% sepanjang Agustus 2026, menjadi kenaikan bulanan terbesar sepanjang sejarah..

Perkembangan terkait Harga Batu Bara Tembus US$ 144, Kenaikan China Tertinggi dalam Sejarah akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.


Artikel ini disusun oleh Tim Riset Equityworld Futures Surabaya berdasarkan analisis data pasar dan pemberitaan terbuka di media sosial serta portal berita global.

Peringatan Risiko: Konten ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan menambah wawasan, bukan merupakan rekomendasi investasi. Trading futures dan instrumen keuangan lainnya mengandung risiko tinggi yang dapat mengakibatkan kerugian sebagian atau seluruh modal Anda. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada dan selalu melakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.

Kunjungi website kami untuk informasi lebih lanjut:
Berita Terkini Equity World Futures |
Equityworld Futures Official

Baca juga:

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By