Equityworld Futures Trillium Surabaya – Berikut merupakan informasi terbaru terkait Siap-Siap! Besok Ada Pengumuman Besar Soal Nasib Ekonomi RI yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan oleh Tim Riset EWF untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.
Namun, lajunya tidak sekencang kuartal I yang mendapat dorongan besar dari pembayaran THR. Tak hanya itu, realisasi awal program prioritas. turut berperan penting..
Penguatan investasi tercermin dari penjualan semen yang meningkat tajam.
Dengan perkembangan tersebut, neraca perdagangan Indonesia pada kuartal II-2026 mencatat defisit sekitar US$1,97 miliar.
// .
Dalam hitungan Bank Mandiri, konsumsi rumah tangga diperkirakan tumbuh 5,2% yoy pada kuartal II-2026.
Meski melambat, angka tersebut masih lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi kuartal II-2025 yang sebesar 5,12% yoy..
Berdasarkan konsensus yang dihimpun Equityworld Futures dari 16 lembaga/institusi, pertumbuhan ekonomi Indonesia diperkirakan mencapai 5,14% secara tahunan (year on year/yoy) pada kuartal II-2026..
Dari total realisasi investasi kuartal II-2026, PMA tercatat sebesar Rp257,7 triliun atau 50,4%, sementara PMDN mencapai Rp254,1 triliun atau 49,6%..
Sebagai informasi, ekonomi Indonesia pada kuartal I-2026 tumbuh 5,61% yoy, ditambah lagi dengan terkontraksi 0,77% qtq..
Angka tersebut masih lebih tinggi sedikit dibandingkan pertumbuhan ekonomi kuartal II-2025 yang mencapai 5,12% yoy. Selain itu, 4,04% qtq…
Penjualan eceran juga menunjukkan pola yang sama.
Bank Mandiri memperkirakan Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) atau investasi tumbuh 7,0% yoy pada kuartal II-2026.
Kuatnya realisasi investasi menjadi modal penting bagi ekonomi Indonesia.
Dari sisi inflasi, tekanan harga pada kuartal II-2026 terlihat meningkat.
Dari sisi negara asal PMA, Hong Kong menjadi investor terbesar pada kuartal II-2026 dengan nilai sekitar US$5 miliar.
Dengan harga BBM yang relatif terjaga, dampak lonjakan harga minyak dunia terhadap inflasi domestik tidak sepenuhnya langsung terasa ke masyarakat..
// .
“Kami memperkirakan pertumbuhan PDB Indonesia melambat menjadi 5,20% yoy pada kuartal II-2026, turun dari 5,61% yoy pada kuartal I-2026,. Akan tetapi masih lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan 5,12% yoy pada kuartal II-2025,” tulis Office of Chief Economist Bank Mandiri dalam risetnya. tidak boleh diabaikan..
Penurunan proyeksi pertumbuhan ekonomi di kuartal kedua tahun ini dibandingkan kuartal sebelumnya, sejalan dengan perkiraan Bank. Tak hanya itu, amon. turut berperan penting..
Perlambatan tersebut sejalan dengan melemahnya sejumlah indikator konsumsi.
Namun, tidak semua indikator bergerak kuat.
// .
// .
BI memperkirakan Indeks Penjualan Riil (IPR) April 2026 sebesar 231,0, kemudian pada Mei 2026 tercatat 223,4,. Selain itu, Juni 2026 diprakirakan sebesar 221,6…
Sementara secara kuartalan, ekonomi diproyeksi tumbuh 3,58% dibandingkan kuartal sebelumnya (quarter to quarter/qtq)..
Kondisi ini membuat tekanan inflasi pada kuartal II-2026 lebih tinggi dibandingkan awal kuartal..
Sementara itu, Kementerian Investasi. Tak hanya itu, Hilirisasi/BKPM mencatat realisasi investasi Indonesia sepanjang semester I-2026 mencapai Rp1.010,6 triliun, tumbuh 7,2% yoy dan menyerap 1.448.862 tenaga kerja Indonesia. turut berperan penting..
Angka ini lebih rendah dibandingkan kuartal I-2026 yang sebesar 5,5% yoy..
// .
Kenaikan impor ini mencerminkan masih kuatnya kebutuhan barang terkait investasi. Tak hanya itu, konsumsi. turut berperan penting..
Danamon menjelaskan perlambatan belanja pemerintah. Tak hanya itu, ekspor dapat berdampak pada pendapatan masyarakat turut berperan penting..
Angka ini lebih tinggi dibandingkan kuartal I-2026 yang sebesar 6,0% yoy..
Rata-rata PMI Manufaktur Indonesia turun ke 48,7 pada kuartal II-2026, dari 52,2 pada kuartal I-2026.
Bank Indonesia mencatat IKK April 2026 berada di level 123,0, lalu turun menjadi 120,9 pada Mei,. Tak hanya itu, kembali melemah ke 117,8 pada Juni. turut berperan penting..
Angka tersebut tumbuh 17,8% yoy dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya..
Indonesia kembali mencatat defisit neraca perdagangan sebesar US0 juta, dengan ekspor sebesar USimpor sebesar US,91 miliar.5,46 miliar sekaligus impor sebesar US,91 miliar…
Namun, lajunya diproyeksi melambat dibandingkan kuartal pertama tahun ini..
Penyebab utamanya adalah impor yang meningkat lebih cepat dibandingkan ekspor..
Nilai ekspor tercatat sebesar US$23,20 miliar, sementara impor mencapai US$24,81 miliar..
Rata-rata penjualan semen tumbuh 15,8% yoy pada kuartal II-2026, jauh lebih tinggi dibandingkan kuartal I-2026 yang sebesar 5,0% yoy..
Sinyal konsumsi yang mulai melambat juga terlihat dari Indeks Keyakinan Konsumen (IKK).
Meskipun Alasannya adalah momentum Rama, ditambah lagi dengan dan Lebaran lebih banyak terjadi pada awal tahun. sehingga berdampak pada, tetap saja, dorongannya pada kuartal II-2026 diperkirakan tidak sekuat kuartal I…..
Kenaikan harga minyak global dapat merembet ke inflasi domestik melalui harga BBM, biaya transportasi, distribusi barang, hingga harga pangan sekaligus kebutuhan harian..
Angka ini lebih rendah dibandingkan kuartal I-2026 yang melonjak 21,8% yoy..
Ketegangan tersebut turut menghambat jalur utama perdagangan minyak dunia di Selat Hormuz,. Akibatnya, pasar khawatir pasokan energi global terganggu…
Apabila polling tersebut sejalan dengan hasil pengumuman BPS, maka pertumbuhan ekonomi kuartal II-2026 akan lebih rendah dibandingkan kuartal I-2026..
Meski Dengan konsumsi masyarakat yang mulai normal setelah Lebaran, neraca perdagangan yang mulai menekan, serta belanja pemerintah yang tidak sekencang kuartal pertama, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II-2026 diperkirakan melambat, namun masih berada di atas 5%. tetap penting..
“Untuk PDB, seiring dengan perlambatan belanja pemerintah, mere sekaligus ya faktor dorongan dari hari-hari besar di kuartal I, dan ekspor yang diperkirakan melambat, kami memperkirakan pertumbuhan kuartal II tahun ini melambat dari 5,61% pada kuartal I menjadi 5,18%,” ujar Bank Danamon kepada Equityworld Futures…
Kondisi ini membuat sektor eksternal tidak sekuat kuartal sebelumnya.
Jika mengacu pada realisasi belanja negara kuartal I-2026 sebesar Rp815 triliun, maka belanja negara pada kuartal II-2026 mencapai sekitar Rp841 triliun..
Bank Mandiri memperkirakan ekspor tumbuh 5,2% yoy pada kuartal II-2026, lebih tinggi dibandingkan kuartal I-2026 yang sebesar 0,9% yoy..
Kenaikan penjualan semen menunjukkan aktivitas konstruksi. Di samping itu, infrastruktur masih berjalan cukup kuat juga perlu diperhatikan..
Dengan demikian, neraca perdagangan April masih surplus tipis sekitar US$0,09 miliar..
Secara bulanan, inflasi tercatat 0,13% mtm pada April, 0,28% mtm pada Mei,. Di samping itu, 0,44% mtm pada Juni. juga perlu diperhatikan..
Walaupun Ekspor memang masih tumbuh,, lonjakan impor membuat kontribusi ekspor bersih terhadap pertumbuhan ekonomi menjadi lebih terbatas. masih menjadi prioritas..
Total ekspor sepanjang April-Juni 2026 mencapai sekitar US,96 miliar, se, ditambah lagi dengan gkan impor mencapai sekitar US,93 miliar…
Secara bulanan, penjualan eceran Juni diprakirakan turun 0,8% mtm, lebih baik dibandingkan Mei yang turun 1,5% mtm..
Posisi berikutnya ditempati Singapura, China, Jepang,. Tak hanya itu, Malaysia. turut berperan penting..
// .
Pada kuartal sebelumnya, belanja pemerintah terdorong kuat oleh THR. Tak hanya itu, realisasi belanja barang. turut berperan penting..
Angka di bawah 50 menunjukkan aktivitas manufaktur masuk zona kontraksi..
Angka ini menunjukkan investasi masih tumbuh secara kuartalan..
Kondisi tersebut membuat konsumsi rumah tangga pada kuartal II-2026 tidak sekuat kuartal sebelumnya..
Harga minyak dunia mengalami kenaikan tajam akibat konflik berkepanjangan antara Amerika Serikat. Di samping itu, Iran serta sejumlah negara di Timur Tengah. juga perlu diperhatikan..
Senada dengan itu, Office of Chief Economist Bank Mandiri memperkirakan ekonomi Indonesia tumbuh 5,20% yoy pada kuartal II-2026, melambat dari 5,61% yoy pada kuartal I-2026.
Perlambatan tersebut sejalan dengan mere. Di samping itu, ya dorongan belanja pemerintah setelah kuartal I yang banyak ditopang pembayaran THR, belanja barang, dan realisasi awal program prioritas. juga perlu diperhatikan..
Jika mengacu pada realisasi investasi kuartal I-2026 sebesar Rp498,8 triliun, maka realisasi investasi pada kuartal II-2026 mencapai sekitar Rp511,8 triliun.
Sementara itu, rata-rata pertumbuhan Mandiri Spending Index (MSI) juga sedikit melandai menjadi 6,2% yoy, dari 6,3% yoy pada kuartal sebelumnya..
Meski Kenaikan inflasi pada kuartal II-2026 tidak hanya mencerminkan permintaan masyarakat yang masih berjalan,, namun juga tekanan dari harga energi global. tetap penting..
Jakarta, Equityworld Futures – Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II-2026 diperkirakan masih mampu bertahan di atas 5%.
Saat konsumsi mulai normal, investasi menjadi salah satu penahan perlambatan ekonomi pada kuartal II-2026..
Meski Ekspor Juni masih tumbuh 8,84% yoy,, namun impor melonjak lebih tajam sebesar 34,27% yoy. tetap penting..
Dari sisi belanja pemerintah pusat, realisasinya hingga semester I-2026 mencapai Rp1.298,6 triliun, meningkat 29,4% yoy..
Pada Mei 2026, neraca perdagangan berbalik defisit US$1,61 miliar.
// .
Konsumsi masyarakat masih menjadi penopang utama ekonomi Indonesia..
Meski turun, seluruhnya masih berada di atas level 100 atau tetap di zona optimistis..
Meski Secara nilai, belanja negara masih meningkat,, namun laju pertumbuhannya lebih rendah dibandingkan kuartal I-2026 yang melonjak 31,4% yoy. tetap penting..
Dari sisi pengeluaran, komponen Pengeluaran Konsumsi Pemerintah menjadi yang tertinggi dengan pertumbuhan 21,81% yoy..
Dari sisi manufaktur, momentumnya mulai melemah.
Bank Mandiri memperkirakan konsumsi pemerintah tumbuh 11,3% yoy pada kuartal II-2026.
Kinerja perdagangan Indonesia pada kuartal II-2026 mulai menghadapi tekanan.
Dari sisi APBN, pertumbuhan belanja pemerintah juga melambat tajam menjadi 3,3% yoy pada kuartal II-2026, dari sebelumnya 31,4% yoy pada kuartal I-2026..
Belanja pemerintah masih menjadi salah satu penopang ekonomi pada kuartal II-2026.
Namun, impor diperkirakan tumbuh lebih cepat, yakni 12,5% yoy, dibandingkan kuartal I-2026 yang sebesar 7,2% yoy.
Pada April 2026, ekspor Indonesia tercatat sebesar US$25,30 miliar, sementara impor mencapai US$25,21 miliar.
// .
Penyebab utamanya adalah pemerintah masih menahan kenaikan harga energi domestik, termasuk BBM,. Akibatnya, Kendati demikian, inflasi Indonesia masih relatif terkendali terjadi…
Hal ini menjadi sinyal positif bagi investasi, terutama dari sisi pembangunan fisik..
Meski Belanja pemerintah masih memberi dorongan bagi ekonomi,, namun efeknya tidak sebesar kuartal I tetap penting..
Belanja tersebut diarahkan untuk program prioritas nasional, termasuk Makan Bergizi Gratis (MBG), bantuan sosial, Kartu Sembako, Program Keluarga Harapan, KIP Kuliah, serta pembayaran gaji aparatur termasuk THR. Di samping itu, gaji ke-13. juga perlu diperhatikan..
Rata-rata pertumbuhan penjualan ritel berbalik negatif menjadi -4,0% yoy pada kuartal II-2026, dari sebelumnya tumbuh 5,2% yoy pada kuartal I-2026..
Meski Investasi tidak hanya menopang pembentukan modal tetap bruto,, namun juga memberi dampak ke pasar tenaga kerja. Tak hanya itu, aktivitas produksi. turut berperan penting. tetap penting..
BPS mencatat inflasi Indonesia sebesar 2,42% yoy pada April 2026, kemudian naik menjadi 3,08% yoy pada Mei 2026,, ditambah lagi dengan kembali meningkat menjadi 3,34% yoy pada Juni 2026…
Kementerian Keuangan mencatat realisasi belanja negara hingga semester I-2026 mencapai Rp1.656,0 triliun, atau 43,1% dari pagu APBN.
Meski Kondisi ini menunjukkan konsumsi masyarakat masih terjaga,, namun tenaganya mulai mengalami penurunan pasca puncak konsumsi domestik disaat momen lebaran. tetap penting..
Perkembangan terkait Siap-Siap! Besok Ada Pengumuman Besar Soal Nasib Ekonomi RI akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.
Artikel ini disusun oleh Tim Riset Equityworld Futures Surabaya berdasarkan analisis data pasar dan pemberitaan terbuka di media sosial serta portal berita global.
Peringatan Risiko: Konten ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan menambah wawasan, bukan merupakan rekomendasi investasi. Trading futures dan instrumen keuangan lainnya mengandung risiko tinggi yang dapat mengakibatkan kerugian sebagian atau seluruh modal Anda. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada dan selalu melakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.
Kunjungi website kami untuk informasi lebih lanjut:
Berita Terkini Equity World Futures |
Equityworld Futures Official
Baca juga:
- Equityworld Futures Surabaya | Purbaya Ingin Tambahan Layer Cukai Rokok Berlaku Tahun Ini
- Cari Kerja di Inggris Makin Susah: Sepi Lowongan, Terburuk Sejak Covid | Equityworld Futures