Equity World Futures Surabaya – Harga emas dunia ditutup merosot tajam pada perdagangan Jumat (31/7). Setelah sempat berjuang bertahan di atas level US$4.100, emas spot akhirnya terkoreksi ke level US$4.044,87 per troy ons.
Meski mengalami penurunan harian, emas masih mampu mencatatkan kenaikan bulanan sekitar 1% sepanjang Juli—sekaligus menjadi kenaikan bulanan pertama dalam lima bulan terakhir.
3 Pemicu Utama Anjloknya Harga Emas
Secara keseluruhan, ada tiga faktor utama yang menekan pergerakan harga emas di pasar global:
1. Pemulihan Indeks Dolar AS
Penguatan mata uang dolar AS menjadi penekan utama. Indeks dolar menguat sekitar 0,2% setelah sebelumnya sempat melemah akibat dugaan intervensi Bank Sentral Jepang (BoJ) untuk menyokong yen. Dolar yang lebih kuat membuat harga emas menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lain.
2. Kenaikan Imbal Hasil (Yield) Obligasi AS
Imbal hasil US Treasury melesat naik:
-
Yield 10-Tahun: Menembus level 4,739%.
-
Yield 30-Tahun: Naik hingga mendekati 5,27%.
Lonjakan yield ini meningkatkan daya tarik aset obligasi dibandingkan emas yang tidak memberikan imbal hasil (non-yielding asset).
3. Sinyal Kenaikan Suku Bunga Fed
Sentimen pasar kembali mengantisipasi risiko kenaikan suku bunga setelah tiga pejabat Federal Reserve—Beth Hammack, Neel Kashkari, dan Lorie Logan—mendukung pengetatan moneter sebesar 25 basis poin (bps). Ketiganya menilai kebijakan saat ini belum cukup untuk meredam inflasi dan menunda tindakan justru berisiko memicu kenaikan suku bunga yang lebih agresif di masa depan.
Informasi Resmi PT Equityworld Futures:
- Website Resmi Equityworld Futures
- Akun Demo Trading
- Registrasi Online
- Data Historis Trading
- Kontak Resmi
- Profil Perusahaan
