Equityworld Futures Trillium Surabaya – Berikut merupakan informasi terbaru terkait Rupiah Loyo, 6 Emiten Menangis Karena Banyak Utang Dolar yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan oleh Tim Riset EWF untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.
Oleh sebab itu, kami tidak bertanggung jawab atas segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut. menjadi konsekuensi dari Keputusan sepenuhnya berada di tangan pembaca..
Jakarta, Equityworld Futures – Rupiah terpantau masih ambruk di hadapan dolar Amerika Serikat (AS).
Selanjutnya terdapat induk usaha ICBP, yakni PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF), yang juga memiliki eksposur terhadap fluktuasi rupiah..
Nilainya meningkat menjadi sekitar Rp51,09 triliun ketika dihitung menggunakan kurs Rp18.000/US$..
Berikut beberapa emiten yang rawan buntung ketika rupiah melemah, beserta perbandingan nilai kewajibannya ketika rupiah berada di level Rp17.110/US$. Tak hanya itu, saat mencapai Rp18.000/US$. turut berperan penting..
Sanggahan: Artikel ini adalah produk jurnalistik berupa pan. Tak hanya itu, gan Equityworld Futures Research turut berperan penting..
Seluruh kewajiban tersebut berada dalam denominasi dolar AS.
Liabilitas tersebut terutama berasal dari utang usaha kepada pemasok senilai US$67,12 juta, yang nilainya meningkat dari sekitar Rp1,15 triliun menjadi Rp1,21 triliun..
Oleh sebab itu, Pengunduran diri tersebut dikonfirmasi pemerintah sekaligus Bank Indonesia.. menjadi konsekuensi dari Alasannya adalah alasan pribadi…
Emiten properti PT Modernland Realty Tbk (MDLN) menjadi perusahaan berikutnya yang terekspos kondisi fluktuasi rupiah..
Komponen terbesar berasal dari Obligasi Global senilai US$2,75 miliar, yang nilainya meningkat dari sekitar Rp47,05 triliun menjadi Rp49,50 triliun..
Komponen utama lainnya adalah fasilitas utang bank jangka panjang, termasuk bagian yang jatuh tempo dalam satu tahun, senilai US$616,67 juta.
Untuk memitigasi risiko fluktuasi nilai tukar, perusahaan tidak mengimplementasikan kebijakan lindung nilai atau hedging formal.
Nilainya meningkat dari sekitar Rp10,76 triliun menjadi Rp11,32 triliun..
Nilainya meningkat dari sekitar Rp10,55 triliun menjadi Rp11,10 triliun..
Sebagai contoh, riyal Arab Saudi, lira Turki,. Di samping itu, yen Jepang, memiliki total nilai kumulatif sekitar Rp754,70 miliar. juga perlu diperhatikan. sering terjadi ketika Sisa liabilitas dalam mata uang lain,..
Mitigasi dilakukan dengan merencanakan pembelian valuta asing yang cukup untuk kebutuhan impor, melakukan pemantauan pasar secara intensif, serta mengatur waktu pembelian secara tepat..
Kewajiban ini didominasi denominasi dolar AS dengan total US$75,26 juta.
Porsi terbesar berasal dari utang obligasi senilai US$274,51 juta atau setara Rp4,70 triliun menjadi Rp4,94 triliun.
Komponen utang lainnya mencakup pinjaman sindikasi sebesar US$31,30 juta atau setara Rp535,54 miliar menjadi Rp563,40 miliar.
Posisinya semakin rawan melanjutkan pelemahan sehingga berdampak pada berpotensi menambah beban perusahaan yang memiliki banyak utang dalam mata uang dolar AS…
Perusahaan lain yang cenderung dirugikan ketika rupiah melemah adalah perusahaan yang memiliki utang atau kewajiban berdenominasi dolar AS sekaligus mata uang asing lainnya…
Hingga akhir 2025, MDLN memiliki total liabilitas valuta asing sekitar Rp5,28 triliun dengan penyesuaian kurs Rp17.110/US$.
Untuk memitigasi risiko fluktuasi nilai tukar, perusahaan menggunakan instrumen derivatif berupa kontrak forward mata uang serta melakukan pengawasan rutin terhadap kondisi ekonomi..
Pada kurs Rp18.000/US$, total liabilitas valuta asing tersebut meningkat menjadi sekitar Rp1,90 triliun..
PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) menjadi salah satu emiten yang terekspos dampak fluktuasi nilai tukar rupiah..
Berbeda dengan periode sebelumnya, perusahaan tidak lagi mencatat pinjaman bank jangka panjang maupun obligasi dalam mata uang asing pada akhir 2025..
Jika dihitung menggunakan kurs Rp18.000/US$, nilainya meningkat menjadi sekitar Rp25,87 triliun atau setara kurang lebih US$1,44 miliar..
Komponen terbesar berasal dari utang kepada pemegang saham nonpengendali entitas anak senilai US$628,97 juta.
Selain itu, MDLN memiliki beban akrual senilai US$3,05 juta yang nilainya meningkat dari sekitar Rp52,19 miliar menjadi Rp54,90 miliar..
Dari sektor telekomunikasi, PT XLSmart Telecom Sejahtera Tbk (EXCL) mencatat total liabilitas valuta asing per akhir 2025 sekitar Rp1,15 triliun pada kurs Rp17.110/US$.
Liabilitas sewa sebesar sekitar US$80.000 juga meningkat dari sekitar Rp1,41 miliar menjadi Rp1,44 miliar..
Nilainya meningkat menjadi sekitar Rp5,56 triliun ketika dihitung menggunakan kurs Rp18.000/US$..
Obligasi tersebut akan jatuh tempo pada April 2027..
Contohnya, yen Jepang, riyal Arab Saudi,. Di samping itu, lira Turki, memiliki nilai kumulatif sekitar Rp620 miliar. juga perlu diperhatikan. dapat dilihat pada Kewajiban dalam mata uang non-USD,..
HRUM menggunakan dolar AS sebagai mata uang fungsional sekaligus penyajian laporan keuangannya..
Kondisi ini membebankan biaya besar kepada pengusaha atau perusahaan yang menjalankan bisnis berbasis impor.
Beban untuk memasok bahan baku dapat melambung lebih tinggi akibat selisih kurs..
Komponen utamanya terdiri atas utang usaha. Selain itu, utang lain-lain senilai US,27 juta atau setara Rp1,12 triliun menjadi Rp1,17 triliun…
Nilainya meningkat dari sekitar Rp1,28 triliun menjadi Rp1,35 triliun..
Sebagai contoh, euro, peso Filipina, yuan China,, ditambah lagi dengan baht Thailand, memiliki nilai kumulatif sekitar Rp541,90 miliar.. sering terjadi ketika Kewajiban dalam mata uang non-USD,..
Melansir laporan keuangan hingga akhir 2025, ICBP memiliki total liabilitas mata uang asing per 31 Desember 2025 sekitar Rp48,60 triliun dengan penyesuaian kurs Rp17.110/US$.
Nilainya meningkat menjadi sekitar Rp59,66 triliun pada kurs Rp18.000/US$..
Posisi ini menandai pelemahan rupiah di tengah sentimen domestik setelah pengunduran diri Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo diumumkan pada Senin pagi..
Hingga periode laporan tersebut, tidak terdapat kebijakan lindung nilai atau hedging formal yang diterapkan untuk memitigasi risiko fluktuasi nilai tukar mata uang asing..
Selain itu, terdapat pinjaman konversi senilai US$8,52 juta atau setara Rp145,82 miliar menjadi Rp153,36 miliar, serta beban akrual sebesar US$1,38 juta atau setara Rp23,57 miliar menjadi Rp24,84 miliar..
Untuk memitigasi risiko tersebut, manajemen melakukan pengawasan. Di samping itu, evaluasi rutin melalui fungsi treasury sesuai dengan kebijakan yang telah disetujui direksi. juga perlu diperhatikan..
Sebagai salah satu emiten farmasi terbesar, PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) memiliki total liabilitas valuta asing sekitar Rp1,83 triliun menggunakan penyesuaian kurs Rp17.110/US$..
Selain itu, terdapat beban akrual sebesar US$220.000 atau setara Rp3,76 miliar menjadi Rp3,96 miliar..
Porsi terbesar berasal dari kewajiban jangka panjang, termasuk Obligasi Global. Tak hanya itu, pinjaman bank, senilai USpinjaman bank, senilai US$2,84 miliar,84 miliar turut berperan penting..
Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk maupun sektor investasi terkait.
Pada kurs Rp18.000/US$, nilainya meningkat menjadi Rp835,38 miliar..
Selain sentimen dari dalam negeri, tekanan terhadap rupiah juga berasal dari berbagai sentimen negatif di pasar global, mulai dari ketidakpastian geopolitik, potensi kenaikan inflasi, hingga arus keluar. Tak hanya itu, a asing dari pasar keuangan domestik. turut berperan penting..
Untuk sektor energi, PT Harum Energy Tbk (HRUM) mencatat total liabilitas dalam denominasi dolar AS sekitar Rp24,58 triliun menggunakan penyesuaian kurs Rp17.110/US$..
Utang usaha. Di samping itu, kewajiban operasional lainnya dalam dolar AS sebesar US,04 juta juga meningkat dari sekitar Rp941,73 miliar menjadi Rp990,72 miliar. juga perlu diperhatikan..
Melansir data Refinitiv, pada penutupan perdagangan Senin (27/7/2026), rupiah berada di posisi Rp18.000/US$..
Selain itu, terdapat utang bank jangka pendek senilai US$384,93 juta atau setara Rp6,58 triliun menjadi Rp6,93 triliun..
Pinjaman tersebut akan jatuh tempo pada Januari 2027..
Nilainya meningkat menjadi sekitar Rp1,21 triliun pada kurs Rp18.000/US$..
Perusahaan tercatat tidak memiliki kebijakan hedging formal atas risiko fluktuasi nilai tukar tersebut pada periode laporan terkait..
Contohnya, utang usaha, utang lain-lain, beban akrual,. Tak hanya itu, kewajiban pajak turut berperan penting. dapat dilihat pada Sisa liabilitas dalam dolar AS mencakup sejumlah pos operasional..
Totalnya mencapai sekitar US$191,31 juta atau setara Rp3,27 triliun menjadi Rp3,44 triliun..
Nilainya meningkat dari sekitar Rp48,52 triliun menjadi Rp51,12 triliun..
Dengan demikian, nilai tersebut merepresentasikan keseluruhan porsi utang dalam dolar AS yang dimiliki grup perusahaan..
Untuk sementara, tugas Gubernur BI dijalankan oleh Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti.
Eksposur risiko nilai tukar saat ini terutama bersumber dari kewajiban pembayaran kepada pemasok untuk kebutuhan belanja modal.
Untuk memitigasi risiko fluktuasi nilai tukar, manajemen menerapkan kebijakan penyeimbangan arus kas atau natural hedging dengan menyelaraskan penerimaan. Di samping itu, pembayaran dari aktivitas operasi serta pendanaan dalam mata uang yang sama. juga perlu diperhatikan..
// .
Kewajiban dolar AS lainnya, termasuk utang usaha, tercatat sebesar US$46,41 juta atau setara Rp794,07 miliar pada kurs Rp17.110/US$.
Total liabilitas mata uang asing INDF per 31 Desember 2025 mencapai sekitar Rp56,66 triliun menggunakan penyesuaian kurs Rp17.110/US$.
Perkembangan terkait Rupiah Loyo, 6 Emiten Menangis Karena Banyak Utang Dolar akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.
Artikel ini disusun oleh Tim Riset Equityworld Futures Surabaya berdasarkan analisis data pasar dan pemberitaan terbuka di media sosial serta portal berita global.
Peringatan Risiko: Konten ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan menambah wawasan, bukan merupakan rekomendasi investasi. Trading futures dan instrumen keuangan lainnya mengandung risiko tinggi yang dapat mengakibatkan kerugian sebagian atau seluruh modal Anda. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada dan selalu melakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.
Kunjungi website kami untuk informasi lebih lanjut:
Berita Terkini Equity World Futures |
Equityworld Futures Official
Baca juga:
- Equityworld Futures Surabaya | Apa Risiko Jika Indonesia Tak Patuhi Standar FATF
- OJK Rilis Aturan Baru ITSK dan Aset Digital