Equityworld Futures Trillium Surabaya – Berikut merupakan informasi terbaru terkait Harga Batu Bara Rontok, Biang Keroknya Ternyata Rumit yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan oleh Tim Riset EWF untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.
// .
Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS turun 7,5%. Tak hanya itu, ditutup di US,61 per barel. turut berperan penting..
Hal ini disebabkan oleh permintaan baja domestik melemah, harga baja turun, serta kondisi likuiditas yang lebih ketat, akibatnya Penurunan terjadi..
Pelaku pasar memperkirakan harga premium hard coking coal Australia masih berpotensi turun di bawah US$220 per ton FOB..
Produksi besi cair (hot metal) di China juga turun untuk pekan ketiga berturut-turut menjadi sekitar 2,38 juta ton per hari, sementara stok baja terus meningkat.
Meski ada transaksi pembelian sekitar 40.000 ton batu bara Goonyella/Moranbah North di harga US$224 per ton FOB, pasar menilai sebagian besar pabrik masih menunggu harga turun lebih jauh..
Meski demikian, pembelian dari China masih sangat selektif.
Di sisi lain, produsen baja masih menghadapi tekanan akibat harga baja yang melemah, persediaan baja yang tinggi, serta margin keuntungan yang semakin tipis.
Mongolia masih menjadi pemasok terbesar dengan 7,18 juta ton, disusul Rusia 3,17 juta ton, sementara impor dari Australia hampir dua kali lipat menjadi 1,3 juta ton..
Pelemahan harga batu bara disebabkan banyak sentimen, terutama harga minyak.
Dikutip dari Bigmint, harga premium hard coking coal (PHCC) memang sudah turun ke level yang mulai menarik minat pembeli dari India. Di samping itu, China. juga perlu diperhatikan..
Apabila pembelian dari China tidak meningkat atau pasokan Australia tetap melimpah, harga berpotensi turun hingga US$218 per ton FOB..
Pelemahan dipicu oleh lesunya permintaan baja global, ambruknya harga minyak, melimpahnya pasokan batu bara kokas Australia, serta berbaliknya tren kenaikan harga kokas di China.
Pasar batu bara metalurgi kembali tertekan.
Merujuk Refinitiv, harga batu bara pada perdagangan Senin (27/7/2026) ditutup di US$ 132,5 per ton, Harganya ambruk 2,14%..
Kondisi ini membuat permintaan bahan baku semakin lemah..
Impor batu bara metalurgi China pada Juni naik 9% dibandingkan Mei menjadi 12,17 juta ton.
Akibatnya, permintaan di pasar spot tetap lemah..
China tetap menjadi pembeli utama yang menentukan arah pasar..
Penyebab utamanya adalah persediaan batu bara yang tinggi memengaruhi perilaku pembeli. Tak hanya itu, produsen.,. Akibatnya, Harga batu bara termal di mulut tambang di China bergerak berbeda-beda terjadi. turut berperan penting…
Oleh sebab itu, pembeli tidak terburu-buru melakukan pembelian baru turut berperan penting. menjadi konsekuensi dari Persediaan di pembangkit listrik, pelabuhan,. Tak hanya itu, area tambang masih melimpah..
Kondisi ini membuat posisi tawar beralih dari penjual ke pembeli..
India juga belum mampu menjadi penopang pasar.Β Impor batu bara kokas India pada Juni 2026 turun 25% menjadi 5,6 juta ton dari 7,5 juta ton pada Mei 2026..
Namun, transaksi yang terjadi lebih bersifat pembelian oportunistis untuk memenuhi kebutuhan jangka pendek, bukan awal dari siklus restocking besar-besaran..
Meski Alasannya adalah pasokan spot terbatas,, namun tambang lain justru menurunkan harga akibat stok yang menumpuk, ditambah lagi dengan penjualan melambat.. Akibatnya, Sebagian tambang masih menaikkan harga.. tetap penting…
Dalam waktu lebih dari sepekan, harga turun dari sekitar US$229 menjadi US$223-224 per ton FOB..
Oleh sebab itu, harganya saling memengaruhi.. menjadi konsekuensi dari Minyak. Selain itu, batu bara adalah komoditas substitusi..
Sebagian besar pabrik baja hanya membeli sesuai kebutuhan jangka pendek..
Penyebab utamanya adalah pasokan pengiriman Agustus-September jauh lebih besar dibandingkan permintaan,. Akibatnya, Koreksi berlangsung cepat terjadi…
Bahkan, pada akhir pekan sejumlah merek premium sudah ditawarkan di kisaran US$219-220 per ton FOB.
Jakarta, Equityworld Futures – Harga batu bara melemah di tengah banyaknya sentiment negatif..
Oleh sebab itu, kebutuhan pembelian batu bara tidak meningkat signifikan. menjadi konsekuensi dari Meskipun beberapa wilayah mulai memasuki musim panas, konsumsi batu bara pembangkit masih berada di bawah tahun lalu..
Harga batu bara di mulut tambang bergerak beragam.
Pada Senin, kontrak minyak mentah Brent untuk pengiriman September turun 8,7% menjadi US$88,36 per barel.
Sementara itu, harga kokas juga masih menghadapi tekanan akibat upaya pabrik baja China memangkas biaya produksi..
Sepanjang semester I 2026, impor mencapai 66,87 juta ton, melonjak 26,6% dibandingkan tahun lalu..
Penurunan harga kokas domestik, produksi baja yang dikurangi, serta stok batu bara impor yang masih tinggi di pelabuhan membuat pabrik baja enggan membeli kontrak baru..
Secara keseluruhan, pasar batu bara metalurgi saat ini masih dibayangi tingginya persediaan, lemahnya margin industri baja,. Di samping itu, minimnya pertumbuhan permintaan, sehingga berdampak pada risiko pelemahan harga masih cukup besar dalam jangka pendek. juga perlu diperhatikan…
Setelah sembilan kali kenaikan berturut-turut, produsen baja China akhirnya memangkas harga kokas sebesar CNY50-55 per ton pada Rabu pekan lalu (22/7/2026)..
Harga premium low-vol hard coking coal Australia turun ke sekitar US$222 per ton FOB pada Jumat lalu (24/7/2026) sementara harga di China berada di kisaran US$240 per ton..
Alasannya adalah pabrik baja berupaya menekan biaya produksi. sehingga berdampak pada Pasar memperkirakan masih akan ada satu hingga dua kali penurunan harga lagi…
Para trader juga masih berupaya melepas muatan batu bara yang belum terjual..
Permintaan dari China. Tak hanya itu, India diperkirakan hanya mampu memperlambat penurunan, bukan membalikkan tren, selama permintaan baja global belum pulih. turut berperan penting..
Perkembangan terkait Harga Batu Bara Rontok, Biang Keroknya Ternyata Rumit akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.
Artikel ini disusun oleh Tim Riset Equityworld Futures Surabaya berdasarkan analisis data pasar dan pemberitaan terbuka di media sosial serta portal berita global.
Peringatan Risiko: Konten ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan menambah wawasan, bukan merupakan rekomendasi investasi. Trading futures dan instrumen keuangan lainnya mengandung risiko tinggi yang dapat mengakibatkan kerugian sebagian atau seluruh modal Anda. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada dan selalu melakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.
Kunjungi website kami untuk informasi lebih lanjut:
Berita Terkini Equity World Futures |
Equityworld Futures Official
Baca juga:
- Harga Minyak Kembali Merosot usai Terkerek Risiko Ketegangan AS-Iran
- Equityworld Futures Surabaya | PGN Siap Serap Pasokan LNG Abadi Blok Masela