0 0
Read Time:3 Minute, 56 Second

Equityworld Futures Trillium Surabaya – Berikut merupakan informasi terbaru terkait Harga Batu Bara Jatuh ke Level Terendah 2 Bulan, Ada Apa? yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan oleh Tim Riset EWF untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.

Hal ini didorong oleh Tiongkok yang menambah volume impor untuk mengompensasi penurunan produksi domestik, serta Jepang, ditambah lagi dengan Korea Selatan yang berupaya menjaga ketahanan energi mereka…

Harga LNG di pasar spot sebelumnya mengalami kenaikan sebagai dampak dari ketegangan geopolitik di Timur Tengah pada akhir Februari 2026 yang memengaruhi jalur distribusi logistik energi global..

Pada tingkat harga domestik yang lebih tinggi, batu bara impor dengan kualitas menengah maupun rendah menjadi pilihan yang lebih kompetitif bagi perusahaan pembangkit listrik di Tiongkok,. Akibatnya, mendorong peningkatan impor…

Penurunan harga batu bara ini terjadi di tengah dinamika permintaan sekaligus pasokan energi di kawasan Asia..

Impor batu bara termal melalui jalur laut di Asia tercatat meningkat.

Dengan hasil tersebut, harga batu bara telah mengalami penurunan sebesar 2,36% dalam dua hari perdagangan berturut-turut.

Sebagai alternatif, India mengoptimalkan pemanfaatan persediaan batu bara yang ada. Tak hanya itu, secara progresif terus meningkatkan proporsi penggunaan energi terbarukan. turut berperan penting..

Jepang, sebagai importir batu bara terbesar ketiga secara global, diperkirakan akan mendatangkan 7,82 juta ton batu bara termal pada Juni 2026.

Walaupun harga LNG saat ini telah mengalami penyesuaian, posisinya masih berada pada tingkat yang relatif lebih tinggi dibandingkan kondisi sebelum terjadinya konflik..

Peningkatan impor ini secara signifikan dipengaruhi oleh kebijakan energi Jepang. Tak hanya itu, Korea Selatan, dua negara yang memiliki fleksibilitas dalam mengalihkan sumber pembangkit listrik antara batu bara dan gas alam cair (LNG). turut berperan penting..

Tiongkok, importir batu bara terbesar di dunia, turut mencatatkan peningkatan pembelian.

Jakarta, CNBCΒ Indonesia – Harga batu bara mencatatkan penurunan di tengah bervariasinya sentimen yang memengaruhi pasar kawasan Asia..

Posisi ini menunjukkan pelemahan sebesar 1,95% dibandingkan penutupan hari sebelumnya di level US$ 128,5 per ton..

Harga penutupan ini juga merupakan titik terendah sejak 21 April 2026..

Berdasarkan proyeksi dari perusahaan analisis komoditas Kpler, volume impor batu bara termal di kawasan Asia diperkirakan mencapai 77,37 juta metrik ton pada Juni 2026, yang merupakan angka tertinggi dalam enam bulan terakhir..

Pengetatan inspeksi keselamatan di berbagai area pertambangan menyusul insiden kecelakaan kerja berdampak pada berkurangnya hasil produksi sekaligus naiknya harga batu bara domestik…

Berbeda dengan negara-negara di kawasan Asia Timur, India menunjukkan tren impor yang relatif stabil dengan kecenderungan menurun.

Permintaan listrik yang bersumber dari pembangkit termal mengalami peningkatan, sementara produksi batu bara domestik menunjukkan tren penurunan..

Tercatat, produksi listrik dari energi terbarukan di India mengalami pertumbuhan yang signifikan, menyumbang rekor baru terhadap total pembangkitan listrik nasional mereka..

Estimasi impor batu bara termal India melalui jalur laut diperkirakan sebesar 12,32 juta ton pada Juni 2026..

Berdasarkan data perdagangan terakhir pada Jumat (26/6/2026), harga kontrak berjangka batu bara Newcastle ditutup pada level US$ 126 per ton.

// .

Sementara itu, impor Korea Selatan diproyeksikan mencapai 7,30 juta ton, yang merupakan level tertinggi sejak awal tahun..

Tingkat harga batu bara global saat ini membuat sejumlah perusahaan pembangkit listrik di India menahan aktivitas pembelian yang berlebihan.

Meskipun harga batu bara juga sempat mengalami kenaikan, selisih biaya energi yang ada tetap mendorong sejumlah perusahaan utilitas listrik di Jepang. Selain itu, Korea Selatan untuk memprioritaskan penggunaan batu bara…

Impor batu bara termal melalui jalur laut diestimasikan mencapai 27,65 juta ton pada Juni 2026, menjadikannya yang tertinggi dalam enam bulan terakhir..

Jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya (63,24 juta ton), estimasi impor bulan Juni ini menunjukkan kenaikan sekitar 22,3%..

Estimasi ini merupakan peningkatan volume bulanan ketiga secara beruntun.

Volume ini meningkat dibandingkan 68,39 juta ton pada Mei 2026.

Berbeda dengan Jepang. Di samping itu, Korea Selatan, peningkatan impor Tiongkok lebih didorong oleh kondisi pasar di dalam negeri juga perlu diperhatikan..

Tingginya harga LNG tersebut menjadikan batu bara termal sebagai alternatif sumber energi yang lebih ekonomis.

Perkembangan terkait Harga Batu Bara Jatuh ke Level Terendah 2 Bulan, Ada Apa? akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.


Artikel ini disusun oleh Tim Riset Equityworld Futures Surabaya berdasarkan analisis data pasar dan pemberitaan terbuka di media sosial serta portal berita global.

Peringatan Risiko: Konten ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan menambah wawasan, bukan merupakan rekomendasi investasi. Trading futures dan instrumen keuangan lainnya mengandung risiko tinggi yang dapat mengakibatkan kerugian sebagian atau seluruh modal Anda. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada dan selalu melakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.

Kunjungi website kami untuk informasi lebih lanjut:
Berita Terkini Equity World Futures |
Equityworld Futures Official

Baca juga:

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By