Equity World Futures Surabaya – Wall Street Menguat, Reli Saham Chip dan AI Dorong Nasdaq MelonjakEquity World Futures Surabaya – Wall Street Menguat, Reli Saham Chip dan AI Dorong Nasdaq Melonjak
0 0
Read Time:2 Minute, 16 Second

Equity World Futures Surabaya – Bursa saham Amerika Serikat kembali menguat pada Kamis (19 Juni) setelah investor merespons positif reli saham semikonduktor dan perkembangan sektor kecerdasan buatan (AI), meskipun Federal Reserve masih memberikan sinyal kebijakan moneter yang cenderung ketat.

Indeks S&P 500 naik 1,08% dan ditutup di level 7.500,58. Sementara itu, Nasdaq Composite melonjak 1,91% ke posisi 26.517,93, didorong kuat oleh saham-saham teknologi. Adapun Dow Jones Industrial Average menguat tipis 72,15 poin atau 0,14% ke level 51.564,70.

Saham Chip Jadi Motor Penggerak Wall Street

Sektor semikonduktor menjadi pendorong utama penguatan pasar. Saham Intel melonjak 10,6% setelah Presiden Donald Trump mengungkapkan bahwa perusahaan tersebut akan bekerja sama dengan Apple dalam pengembangan dan desain chip di Amerika Serikat.

Selain Intel, saham Nvidia naik sekitar 3%, sedangkan Micron Technology melesat hampir 9%. Penguatan tersebut turut mendorong iShares Semiconductor ETF naik lebih dari 6%.

Kenaikan saham chip menunjukkan bahwa investor masih menempatkan teknologi AI dan pembangunan infrastruktur kecerdasan buatan sebagai tema investasi utama yang berpotensi mendorong pertumbuhan pasar dalam jangka panjang.

Menurut Robert Conzo dari The Wealth Alliance, kolaborasi antarperusahaan dalam pengembangan infrastruktur AI dapat menjadi katalis pertumbuhan lintas sektor. Kerja sama Apple dan Intel dinilai dapat menjadi contoh bagi kolaborasi serupa di masa mendatang.

Sikap Hawkish The Fed Masih Membayangi Pasar

Meski pasar berhasil rebound, tekanan dari kebijakan moneter Federal Reserve belum sepenuhnya hilang. Wall Street sebelumnya sempat melemah setelah pertemuan Federal Reserve yang dipimpin Ketua Fed, Kevin Warsh, memunculkan kekhawatiran mengenai arah suku bunga.

Proyeksi terbaru atau “dot plot” menunjukkan bahwa sembilan dari 18 pejabat The Fed memperkirakan suku bunga masih berpotensi naik pada tahun 2026.

Dalam konferensi pers, Warsh tidak memberikan proyeksi suku bunga secara spesifik, namun terus menegaskan komitmen bank sentral terhadap stabilitas harga. Pernyataan tersebut dianggap bernada hawkish karena menunjukkan kewaspadaan terhadap risiko inflasi yang masih ada.

  • 4676 (5 lot)

DISCLAIMER

Bertransaksilah dengan Pialang Berjangka PT. EQUITYWORLD FUTURES (EWF) Priority Trillium – Surabaya , Sahid Sudirman Centre Jakarta dan Praxis – Surabaya yang Berada dibawah Naungan Bappebti, Bursa Berjangka Jakarta (BBJ) & Kliring Berjangka Indonesia (KBI). Bijak dalam menjaga Ketahanan dana. Ilustrasi Informasi Diatas Hanya Untuk Kalangan Internal Terbatas EWF. Mengingat Pesatnya Laju Informasi dan Berita, Ilustrasi Berita ini Tidak Menggambarkan Secara Keseluruhan Kondisi yang Berkembang di Pasar. Perlunya Kroscek dari Pembaca Terhadap Ilustrasi Informasi Diatas Karena Potensi Mis-Interpretasi. Siapapun Dilarang Menggunakan Informasi Diatas Sebagai Dasar Dalam Pengambilan Keputusan Transaksi. Perdagangan Berjangka Memiliki Resiko Tinggi & Cara Transaksi yang Unik. Anda Dapat Menghubungi Wakil Pialang Berjangka Kami untuk Menerima Informasi Sejelasnya akan Perdagangan Berjangka. baca berita berita lainnya di news Equityworld Trillium Surabaya

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %