0 0
Read Time:4 Minute, 19 Second

Equityworld Futures Trillium Surabaya – Berikut merupakan informasi terbaru terkait Harga Emas Ambles 2 Hari Beruntun, Inflasi AS Jadi Biang Kerok! yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan oleh Tim Riset EWF untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.

Di luar faktor inflasi. Tak hanya itu, suku bunga, pasar juga mencermati kunjungan Trump ke China turut berperan penting..

Selain itu, kenaikan harga minyak juga dapat mendorong permintaan kendaraan listrik.

Merujuk Refinitiv, harga emas pada perdagangan Rabu (13/5/2026) ditutup di US$ 4.687,44 per troy ons atau melemah 0,56%.

Kenaikan perak dalam beberapa waktu terakhir ditopang oleh ekspektasi defisit pasokan yang semakin melebar di tengah meningkatnya permintaan fisik.

Kenaikan tersebut menjadi yang terbesar sejak awal 2022. Selain itu, menjadi sinyal terbaru bahwa inflasi kembali meningkat di tengah perang Iran…

Pemerintah India menaikkan tarif impor emas, ditambah lagi dengan perak menjadi 15% dari sebelumnya 6%..

Berbeda dengan emas yang masih dibayangi tekanan inflasi. Selain itu, suku bunga, harga perak dalam beberapa hari terakhir justru masih menunjukkan reli kuat…

// .

Tekanan terhadap emas datang setelah data inflasi produsen AS naik lebih tinggi dari perkiraan pada April.

Oleh sebab itu,. menjadi konsekuensi dari Namun demikian,, suku bunga yang lebih tinggi biasanya menekan logam mulia terjadi. tetap menjadi kenyataan meskipun Penyebab utamanya adalah emas tidak memberikan imbal hasil.,..

Peter Grant, Vice President and Senior Metals Strategist di Zaner Metals, mengatakan inflasi yang masih tinggi memperkuat ekspektasi bahwa suku bunga AS akan bertahan tinggi lebih lama..

Trump tiba di China dengan agenda untuk mendorong sejumlah kesepakatan, menjaga gencatan dagang yang masih rapuh dengan ekonomi terbesar kedua dunia, serta menopang tingkat persetujuan publiknya yang tertekan oleh perang dengan Iran..

Dalam enam hari perdagangan terakhir, harga perak sudah melonjak sekitar 20,81%..

Kondisi ini berpotensi meningkatkan kebutuhan perak untuk panel surya. Selain itu, teknologi energi terbarukan lainnya…

Data ekonomi AS terbaru menunjukkan inflasi konsumen AS kembali meningkat pada April.

Pada Kamis (14/5/2026) pukul 06.15 WIB, harga emas berada di US$ 4.701,54 per troy ons atau naik 0,30%..

Meski demikian, harga emas menguat tipis pada pagi ini.

Sebaliknya, jika ketegangan dagang atau konflik geopolitik kembali meningkat, emas masih berpeluang mendapat dukungan..

Tekanan tambahan bagi emas juga datang dari India.

Jakarta, Equityworld Futures – Harga emas dunia masih tertekan seiring meningkatnya kekhawatiran inflasi akibat perang Iran.

  // // .

Logam putih ini masih menjadi komponen penting dalam produksi panel surya, elektronik, hingga suku ca. Di samping itu, g otomotif. juga perlu diperhatikan..

Kenaikan ini melanjutkan penguatan pada Selasa (12/5/2026), ketika perak naik 0,53% ke US$ 86,54 per troy ons..

Kondisi ini membuat harapan pemangkasan suku bunga Amerika Serikat (AS) semakin memudar, ditambah lagi dengan menekan daya tarik logam mulia…

Kebijakan ini dilakukan sebagai bagian dari upaya menekan pembelian logam mulia dari luar negeri. Selain itu, meredakan tekanan terhadap cadangan devisa India…

harga perak pada perdagangan Rabu (13/5/2026) ditutup di US$ 87,98 per troy ons atau melesat 1,66%.

India merupakan konsumen logam mulia terbesar kedua di dunia.

Emas memang sering dipan. Tak hanya itu, g sebagai aset lindung nilai terhadap inflasi turut berperan penting..

Pada Kamis (14/5/2026) pukul 06.15 WIB, harga perak berada di US$ 87,64 per troy ons atau melemah 0,38%..

Namun, harga perak terkoreksi tipis pada pagi ini.

Oleh sebab itu, Analis SP Angel menyebut harga perak melonjak terjadi. menjadi konsekuensi dari Penyebab utamanya adalah pasar memperkirakan defisit pasokan akan semakin besar.,..

Karena itu, kenaikan tarif impor tersebut berpotensi menekan permintaan emas..

Kondisi ini membuat pelaku pasar kini sebagian besar telah menghapus ekspektasi pemangkasan suku bunga AS tahun ini, merujuk CME Group’s FedWatch..

Pelemahan ini memperpanjang tren negatif emas menjadi dua hari beruntun, setelah pada Selasa (12/5/2026) emas juga melemah 0,43%..

Pertemuan Trump. Tak hanya itu, Xi Jinping menjadi perhatian penting terjadi karena dapat memengaruhi arah sentimen risiko global.. turut berperan penting..

Contohnya, emas bisa tertahan dapat dilihat pada Jika pembicaraan menghasilkan perkembangan positif, permintaan terhadap aset safe haven..

Secara tahunan, inflasi AS naik menjadi 3,8%, menjadi kenaikan terbesar dalam tiga tahun terakhir atau sejak Mei 2023..

Permintaan industri yang terus meningkat juga ikut menopang prospek perak.

“Inflasi masih lengket sehingga berdampak pada ekspektasi suku bunga lebih tinggi untuk waktu lebih lama semakin menguat,, ditambah lagi dengan itulah yang menekan emas dalam dua hari terakhir,” ujar Grant dikutip dari Reuters….

Perkembangan terkait Harga Emas Ambles 2 Hari Beruntun, Inflasi AS Jadi Biang Kerok! akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.


Artikel ini disusun oleh Tim Riset Equityworld Futures Surabaya berdasarkan analisis data pasar dan pemberitaan terbuka di media sosial serta portal berita global.

Peringatan Risiko: Konten ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan menambah wawasan, bukan merupakan rekomendasi investasi. Trading futures dan instrumen keuangan lainnya mengandung risiko tinggi yang dapat mengakibatkan kerugian sebagian atau seluruh modal Anda. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada dan selalu melakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.

Kunjungi website kami untuk informasi lebih lanjut:
Berita Terkini Equity World Futures |
Equityworld Futures Official

Baca juga:

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By