Equityworld Futures Trillium Surabaya – Berikut merupakan informasi terbaru terkait Yen hingga Ringgit Pesta Pora, Rupiah Melemah Sendirian yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan oleh Tim Riset EWF untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.
Sebelumnya, dolar AS sempat menguat pada Maret terjadi karena investor mencari aset aman setelah perang pecah..
Won Korea memimpin penguatan dengan apresiasi 0,38%, disusul ringgit Malaysia yang naik 0,28% ke level MYR 3,95/US$, dolar Taiwan menguat 0,16%, yuan China naik 0,11%, dolar Singapura menguat 0,10% ke level SGD 1,27/US$, serta peso Filipina naik 0,06%..
Trump menyebut Iran bisa menghubungi AS jika ingin bernegosiasi untuk mengakhiri perang yang sudah berlangsung sekitar dua bulan.
Pelaku pasar akan mencermati bagaimana pan. Selain itu, gan bank sentral terhadap dampak perang ke inflasi, ekonomi, dan arah suku bunga ke depan…
// .
Alasannya adalah pembicaraan AS-Iran tersendat.. Akibatnya, Dalam beberapa hari terakhir, dolar kembali bergerak lebih stabil…
Jakarta, Equityworld Futures – Mayoritas mata uang Asia bergerak menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan hari ini, Senin (27/4/2026), meski rupiah masih tertinggal sendirian di zona merah..
Alasannya adalah investor kembali memburu dolar sebagai aset aman.. Akibatnya, Sebaliknya, ketika dolar AS menguat, mata uang lain cenderung lebih mudah melemah…
Di sisi lain, sejumlah mata uang Asia justru mampu menguat.
Presiden AS Donald Trump membatalkan kunjungan utusannya ke Islamabad pada akhir pekan lalu.
Yen Jepang juga bergerak tipis di zona hijau dengan penguatan 0,04%, sementara baht Thailand cenderung stagnan..
Selain itu, Bank Sentral AS (The Federal Reserve/The Fed), European Central Bank (ECB),. Di samping itu, Bank of England (BoE) juga diperkirakan masih akan menahan suku bunga pekan ini juga perlu diperhatikan..
Pekan ini, perhatian investor juga tertuju pada keputusan sejumlah bank sentral besar.
Saat dolar AS melemah, tekanan terhadap mata uang negara lain biasanya ikut berkurang, termasuk mata uang Asia.
Pelemahan ini membuat rupiah menjadi mata uang Asia dengan kinerja terburuk pagi ini..
// .
Pada pukul 09.40 WIB, indeks dolar AS atau DXY terpantau melemah tipis 0,04% ke level 98,490..
Dolar AS masih mendapat dukungan dari ketidakpastian perang di Timur Tengah, terutama setelah harapan damai kembali meredup..
Meski begitu, kondisi pasar belum sepenuhnya tenang.
Pergerakan mata uang Asia hari ini masih banyak dipengaruhi oleh arah dolar Amerika Serikat (AS) di pasar global.
Namun, pasar menunggu sinyal apakah bank sentral Jepang akan membuka peluang kenaikan suku bunga paling cepat pada Juni..
Namun, penguatan itu banyak berkurang pada bulan ini seiring munculnya harapan kesepakatan damai.
Situasi ini membuat Selat Hormuz, salah satu jalur energi terpenting dunia, masih efektif tertutup..
Merujuk data Refinitiv per pukul 09.40 WIB, rupiah melemah 0,17% ke level Rp17.220/US$.
Bank of Japan diperkirakan masih akan menahan suku bunga pada Selasa.
Perkembangan terkait Yen hingga Ringgit Pesta Pora, Rupiah Melemah Sendirian akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.
Artikel ini disusun oleh Tim Riset Equityworld Futures Surabaya berdasarkan analisis data pasar dan pemberitaan terbuka di media sosial serta portal berita global.
Peringatan Risiko: Konten ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan menambah wawasan, bukan merupakan rekomendasi investasi. Trading futures dan instrumen keuangan lainnya mengandung risiko tinggi yang dapat mengakibatkan kerugian sebagian atau seluruh modal Anda. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada dan selalu melakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.
Kunjungi website kami untuk informasi lebih lanjut:
Berita Terkini Equity World Futures |
Equityworld Futures Official
Baca juga:
- Banyak Kabar Baik Tapi Kok Harga Batu Bara Tetap Ambruk 4 Hari? | Equityworld Futures
- Purbaya: Kinerja Kuartal IV 2025 Terakselerasi Signifikan