Equityworld Futures Trillium Surabaya – Berikut merupakan informasi terbaru terkait Won Tumbang ke Level Terlemah 17 Tahun, Ada Aoa dengan Korea? yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan oleh Tim Riset EWF untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.
Level tersebut menjadi yang terlemah sejak Maret 2009, atau terburuk dalam 17 tahun terakhir..
Ketika ketegangan geopolitik memanas, investor cenderung menghindari aset berisiko. Di samping itu, memindahkan dana ke instrumen yang dianggap lebih aman, terutama dolar AS juga perlu diperhatikan..
Aksi jual asing banyak terkonsentrasi pada saham-saham teknologi yang sebelumnya sudah mencatat kenaikan besar berkat booming kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
Jakarta, Equityworld Futures – Nilai tukar won Korea Selatan sempat menyentuh level terlemahnya dalam 17 tahun terhadap dolar Amerika Serikat (AS)..
Dengan demikian, pelemahan won Korea Selatan terjadi akibat kombinasi beberapa faktor sekaligus, mulai dari meningkatnya permintaan dolar AS sebagai aset aman, keluarnya, ditambah lagi dengan a asing dari pasar saham, lonjakan harga minyak akibat konflik Timur Tengah, hingga kekhawatiran terhadap prospek ekonomi Korea Selatan sebagai negara pengimpor energi…
Meski demikian, pada penutupan perdagangan terakhirnya Selasa (24/3/2026), won Korea masih berada di zona merah dengan ditutup terdepresiasi 0,63% ke level KRW 1.496,03/US$.
Sentimen ini menjadi kabar buruk bagi Korea Selatan, yang merupakan negara net importir energi.
Sepanjang Maret ini, investor asing tercatat melakukan jual bersih pada pasar saham Korea Selatan sekitar US$13,5 miliar atau setara dengan Rp152,01 triliun (asumsi kurs Rp11,26/US$).
Aksi jual ini ikut memberi tekanan tambahan pada won, terjadi karena. Di samping itu, a hasil pelepasan saham umumnya dikonversi ke dolar AS sebelum keluar dari pasar domestik.. juga perlu diperhatikan..
Dalam jangka yang lebih panjang, jika dilihat dalam 12 bulan terakhir, won juga tercatat telah melemah 1,98% terhadap dolar AS..
Meski Artinya, pelemahan won tidak hanya dipicu oleh penguatan dolar AS,, namun juga oleh kekhawatiran bahwa lonjakan harga energi akan membebani ekonomi domestik Korea Selatan. tetap penting..
Kenaikan harga minyak berpotensi memperbesar beban impor, mendorong inflasi, sekaligus menekan prospek pertumbuhan ekonomi..
Arus keluar. Selain itu, a asing tersebut terjadi seiring meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap dampak perang di Timur Tengah terhadap pasokan energi global…
Kondisi ini membuat permintaan terhadap dolar meningkat, sementara mata uang Asia, termasuk won, ikut tertekan..
Ketika saham-saham unggulan koreaย dilepas investor asing, tekanan tidak hanya terasa di pasar modal,. Akan tetapi juga merembet ke nilai tukar won. tidak boleh diabaikan..
Selain itu, gangguan pasokan energi membuat harga minyak melonjak tajam. Tak hanya itu, memicu kekhawatiran akan terjadinya oil shock serta risiko stagflasi, yakni kondisi ketika inflasi tetap tinggi di tengah perlambatan ekonomi. turut berperan penting..
Berdasarkan data Refinitiv, won Korea Selatan ditutup melemah 1,38% ke posisi KRW 1.517,3/US$ pada perdagangan Rabu (18/3/2026).
Selain faktor safe haven, won juga tertekan oleh derasnya arus modal asing keluar dari pasar saham Korea Selatan..
Tekanan terhadap won muncul di tengah memanasnya konflik di Timur Tengah yang mendorong pelaku pasar global keluar dari aset berisiko, ditambah lagi dengan beralih ke dolar AS sebagai aset aman…
Salah satu penyebab utama melemahnya won Korea Selatan adalah meningkatnya sentimen risk off di pasar global.
Perkembangan terkait Won Tumbang ke Level Terlemah 17 Tahun, Ada Aoa dengan Korea? akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.
Artikel ini disusun oleh Tim Riset Equityworld Futures Surabaya berdasarkan analisis data pasar dan pemberitaan terbuka di media sosial serta portal berita global.
Peringatan Risiko: Konten ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan menambah wawasan, bukan merupakan rekomendasi investasi. Trading futures dan instrumen keuangan lainnya mengandung risiko tinggi yang dapat mengakibatkan kerugian sebagian atau seluruh modal Anda. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada dan selalu melakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.
Kunjungi website kami untuk informasi lebih lanjut:
Berita Terkini Equity World Futures |
Equityworld Futures Official
Baca juga:
- Equity World Trillium Surabaya โ Analisis Harga Emas Hari Ini, Emas Stabil di Tengah Gencatan Senjata IsraelโHamas, Fokus ke Data Nonfarm Payrolls AS
- AAJI: Kinerja Industri Asuransi Stabil | Equityworld Futures