Equity World Futures Surabaya – Pasar saham AS melemah, sementara harga emas menguat pada perdagangan Jumat setelah laporan tenaga kerja Amerika Serikat menunjukkan pelemahan yang tidak terduga. Data ekonomi tersebut menekan dolar AS dan meningkatkan minat investor terhadap aset safe haven seperti emas.
Indeks Dow Jones Industrial Average ditutup turun 453 poin (-0,95%), mencerminkan sentimen pasar yang masih dibayangi ketidakpastian ekonomi global dan meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah.
Harga Emas Menguat di Tengah Melemahnya Dolar AS
Harga emas mendapatkan dukungan dari pelemahan dolar AS setelah rilis laporan Nonfarm Payroll (NFP) yang mengecewakan.
Menurut Joseph Cavatoni, Senior Market Strategist North America dari World Gold Council, emas dan dolar sering bergantian menjadi aset safe haven selama periode ketidakpastian geopolitik.
Awal pekan ini, konflik di Timur Tengah sempat mendorong harga emas melonjak hingga di atas $5.400 per ounce, sebelum akhirnya mengalami koreksi karena penguatan dolar dan kenaikan imbal hasil obligasi AS.
Meskipun demikian, latar belakang risiko global masih mendukung prospek emas dalam jangka menengah.
Data Nonfarm Payroll AS Mengecewakan Pasar
Laporan ketenagakerjaan Amerika Serikat menunjukkan pelemahan yang cukup signifikan:
-
Nonfarm Payroll Februari: turun 92.000 pekerjaan
-
Perkiraan pasar: penambahan 58.000 pekerjaan
-
Revisi Januari: dari 130.000 menjadi 126.000
-
Tingkat pengangguran: naik menjadi 4,4% dari 4,3%
Data tersebut memperkuat spekulasi bahwa Federal Reserve berpotensi memangkas suku bunga lebih cepat dari perkiraan.
Menurut Chris Zaccarelli, Chief Investment Officer Northlight Asset Management, laporan pekerjaan yang buruk dapat memicu narasi bahwa “bad news is good news” bagi pasar karena meningkatkan peluang pelonggaran kebijakan moneter.
Berdasarkan CME FedWatch Tool, para pelaku pasar mulai meningkatkan probabilitas pemangkasan suku bunga The Fed dalam beberapa bulan ke depan.
Lonjakan Harga Minyak Picu Kekhawatiran Inflasi
Ketegangan geopolitik di Timur Tengah turut mendorong kenaikan harga minyak mentah, karena konflik mengancam infrastruktur energi dan jalur pelayaran utama di kawasan Teluk.
Harga energi yang lebih tinggi meningkatkan risiko gelombang inflasi global baru, yang dapat mempersulit langkah bank sentral dalam menurunkan suku bunga.
Biaya bensin rata-rata di Amerika Serikat bahkan melonjak 27 sen menjadi $3,25 per galon, menurut data dari AAA yang dikutip Reuters.
Konflik AS, Israel, dan Iran Meningkat
Ketegangan geopolitik meningkat setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran, yang memicu serangan balasan dan meningkatkan kekhawatiran gangguan pasokan energi global.
Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth menyatakan bahwa operasi militer dapat meningkat secara signifikan, sementara Israel melaporkan telah melakukan serangan besar terhadap infrastruktur di Teheran.
Sementara itu, Presiden Donald Trump menyatakan bahwa Amerika Serikat ingin berperan dalam menentukan kepemimpinan Iran setelah konflik berakhir.
Di sisi lain, laporan Bloomberg menyebutkan bahwa Arab Saudi meningkatkan diplomasi langsung dengan Iran untuk meredakan konflik yang semakin memanas.
Analisis Pergerakan Harga Emas
Meskipun emas biasanya diuntungkan oleh ketidakpastian geopolitik dan potensi penurunan suku bunga, penguatan dolar AS dan kenaikan imbal hasil obligasi masih menjadi faktor yang menahan kenaikan harga emas dalam jangka pendek.
Namun secara fundamental, kombinasi dari:
-
ketegangan geopolitik
-
potensi pelonggaran moneter
-
risiko inflasi akibat harga energi
masih memberikan sentimen positif bagi emas sebagai aset lindung nilai (safe haven).
Estimasi Range Harga Emas
Range Perdagangan:
5104 – 5240
Strategi Buy
-
Buy 5 lot di 5168
-
Buy 4 lot di 5160
-
Buy 3 lot di 5152
-
Buy 2 lot di 5144
Strategi Sell
-
Sell 2 lot di 5200
-
Sell 3 lot di 5192
-
Sell 4 lot di 5184
-
Sell 5 lot di 5176
Informasi Resmi PT Equityworld Futures:
- Website Resmi Equityworld Futures
- Akun Demo Trading
- Registrasi Online
- Data Historis Trading
- Kontak Resmi
- Profil Perusahaan
