Equityworld Futures Trillium Surabaya – Berikut merupakan informasi terbaru terkait India Rusak Pesta Baru Bara, Harga Turun Setelah Terbang 5 Hari yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan oleh Tim Riset EWF untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.
Beberapa faktor yang menekan suplai di antarana banyak tambang mengurangi atau menghentikan produksi menjelang libur Imlek.
Pangsa sektor listrik pada Desember merupakan yang terendah dalam lebih dari dua tahun, dibandingkan rekor tertinggi 83% pada Maret 2025..
Lonjakan ini didorong oleh gelombang dingin ekstrem di wilayah India bagian utara sekaligus timur yang meningkatkan kebutuhan pemanas..
// .
Seluruh jenis bahan bakar mencatat kenaikan produksi, pertama kalinya terjadi pada tahun fiskal berjalan..
Penyebab utamanya adalah volume pengiriman keluar (outflows) lebih besar dibanding pasokan yang masuk melalui jalur kereta.,. Akibatnya, Persediaan batu bara di pelabuhan utama China bagian utara kembali menurun pada pekan yang berakhir 13 Februari 2026, terjadi…
Produksi listrik melonjak 6% secara tahunan menjadi 156 miliar unit pada Januari, sejalan dengan pertumbuhan permintaan listrik.
Porsi sektor listrik terhadap total serapan batu bara nasional mencapai 79% bulan lalu, dibandingkan 82% pada Januari 2025.
AS meningkatkan upaya untuk menghidupkan kembali industri batu bara seiring dengan targetnya memperkuat ketahanan energi nasional..
Dari China dilaporkan stok batu bara di pelabuhan Qinhuangdao turun menjadi 5,45 juta ton.
Berdasarkan data Kementerian Batu Bara India, penyerapan bahan bakar padat oleh sektor listrik turun hampir 3% secara tahunan (year-on-year/yoy) menjadi 73,16 juta ton bulan lalu.
Penyebab utamanya adalah libur sehingga berdampak pada permintaan pasar spot menjadi lesu., sehingga Aktivitas industri juga melambat terjadi…
Dikutip dari The Hindu Business Online, serapan batu bara oleh sektor pembangkit listrik India pada Januari 2026 mengalami penurunan secara tahunan.
Penurunan terjadi terjadi karena pengiriman ke konsumen lebih cepat dibanding suplai masuk…
Jakarta, Equityworld Futures – Harga batu bara akhirnya melemah setelah mengganas lima hari..
Selain itu, aktivitas manufaktur India tetap mengalami ekspansi pada Januari 2026, meskipun dengan laju pertumbuhan yang lebih lambat..
Secara kumulatif, total serapan batu bara di seluruh sektor industri juga menurun pada Januari 2026 sekitar 1,4% yoy menjadi 92,18 juta ton, terutama akibat melemahnya permintaan dari sektor kelistrikan..
Kendati melemah kemarin, harga batu bara masih dalam level etrtinggi sejak akhir Januari 2025 atau setahun lebih..
Meski Walaupun stok pelabuhan turun, namun banyak pembangkit listrik sudah tercukupi pasokan kontrak jangka panjang tetap penting..
Penurunan ini terjadi di tengah gelombang dingin ekstrem mendorong kenaikan permintaan listrik..
Stok batu bara di pembangkit listrik tenaga termal tercatat sekitar 53,24 juta ton pada 1 Januari 2026, kemudian meningkat menjadi 56,07 juta ton pada 31 Januari, yang merupakan level stok tertinggi sejak Juli 2025..
Hal ini dikaitkan dengan lonjakan kebutuhan pemanas saat puncak gelombang dingin di India Utara pada 9 Januari pukul 09:52 pagi, menurut Crisil..
Sementara itu, pembangkitan listrik berbasis batu bara juga meningkat sekitar 5% yoy.
Persediaan batu bara setara 18 hari operasi pada Januari 2026, dibandingkan 17 hari pada Desember 2025..
Pekan lalu, Departemen Energi AS mengumumkan akan menyediakan pen. Tak hanya itu, aan sebesar US5 juta untuk proyek modernisasi, retrofit, serta perpanjangan umur operasional enam pembangkit listrik tenaga batu bara yang melayani komunitas pedesaan dan wilayah terpencil. turut berperan penting..
Kontribusi batu bara dalam pembangkitan listrik nasional tercatat 74% pada Januari 2026, dibandingkan 76% pada Januari 2025.
Pembangkitan listrik berbasis energi terbarukan meningkat 10% yoy, melanjutkan tren kenaikan sejak April 2025 berkat penambahan kapasitas baru.
// .
Tambang milik negara juga menjalani jadwal maintenance..
Angka ini lebih rendah 3,2% dibanding pekan sebelumnya.
Pelemahan ini memutus tren positif harga batu bara yang menguat 5,1% selama lima hari beruntun sebelumnya..
Selama periode April-Januari tahun fiskal 2026, serapan batu bara turun 3,72% yoy menjadi 661,69 juta ton..
Dalam analisanya, Crisil Intelligence mencatat bahwa permintaan listrik meningkat 4,5% yoy menjadi sekitar 143 miliar unit (BU) bulan lalu, yang merupakan konsumsi Januari tertinggi setidaknya sejak 2010..
Lembaga tersebut menyatakan langkah ini bertujuan mempertahankan sumber energi yang andal tetap beroperasi, sekaligus memperkuat keandalan jaringan listrik nasional serta menjaga biaya listrik tetap rendah bagi rumah tangga. Tak hanya itu, pelaku usaha di Amerika Serikat. turut berperan penting..
Pada perdagangan Kamis (19/2/2026), harga batu bara ditutup di posisi US$ 121,55 atau turun 0,49%.
Permintaan bahkan mendorong konsumsi listrik pada Januari tertinggi setidaknya sejak tahun 2010.
Produksi listrik dari tenaga air (hidro). Tak hanya itu, nuklir masing-masing naik sekitar 11,8% dan 5,3% secara tahunan pada bulan lalu. turut berperan penting..
Pada Januari juga tercatat permintaan listrik puncak sebesar 245 gigawatt (GW), melampaui rekor puncak musim panas sebelumnya sebesar 243 GW yang terjadi pada Juni.
Seorang pejabat menyatakan bahwa peningkatan produksi listrik dari energi terbarukan, pembangkit hidro,, ditambah lagi dengan nuklir, serta ketersediaan stok batu bara yang memadai di pembangkit listrik selama bulan tersebut, turut menyebabkan turunnya penyerapan batu bara oleh pembangkit listrik tenaga termal (PLTU)…
Pada Desember tahun lalu, porsinya juga berada di level 74%..
Penyebab utamanya adalah kebijakan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, sehingga berdampak pada Harga batu bara sempat melonjak lima hari terjadi…
Perkembangan terkait India Rusak Pesta Baru Bara, Harga Turun Setelah Terbang 5 Hari akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.
Artikel ini disusun oleh Tim Riset Equityworld Futures Surabaya berdasarkan analisis data pasar dan pemberitaan terbuka di media sosial serta portal berita global.
Peringatan Risiko: Konten ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan menambah wawasan, bukan merupakan rekomendasi investasi. Trading futures dan instrumen keuangan lainnya mengandung risiko tinggi yang dapat mengakibatkan kerugian sebagian atau seluruh modal Anda. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada dan selalu melakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.
Kunjungi website kami untuk informasi lebih lanjut:
Berita Terkini Equity World Futures |
Equityworld Futures Official
Baca juga:
- Equityworld Trillium Surabaya – Harga Emas Turun, Imbal Hasil Treasury Naik & Dampak Kebijakan Fed
- Purbaya Respons Moody’s Ubah Outlook Peringkat Kredit RI Jadi Negatif