0 0
Read Time:3 Minute, 40 Second

Equityworld Futures Trillium Surabaya – Berikut merupakan informasi terbaru terkait Bukan Inggris! Hitung-hitungan Ini Bongkar Rumah Baru Sepak Bola Dunia yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan oleh Tim Riset EWF untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.

Seiring berkembangnya sepak bola di Amerika Selatan, pusat kekuatan berpindah ke barat.

Pada awal abad ke-20, pusat sepak bola memang berada di lepas pantai barat Inggris terjadi karena saat itu hanya Inggris, Skotlandia, Wales,, ditambah lagi dengan Irlandia yang aktif memainkan pertandingan internasional….

// .

Menurut analisis The Economist, jawabannya mulai berubah.

Sebagai catatan, Spanyol melaju ke final Piala Dunia 2026 dengan mengalahkan Prancis..

Dominasi Brasil sekaligus negara-negara Amerika Selatan membuat kawasan itu menjadi episentrum sepak bola dunia selama puluhan tahun…

Kini, pusat kekuatan sepak bola dunia dinilai berada di sekitar kawasan Mediterania, tepatnya di sekitar Spanyol. Di samping itu, Prancis. juga perlu diperhatikan..

The Economist mencoba mencari di mana kah rumah sepak bola kini berada..

Berdasarkan indikator tersebut, saat ini Spanyol menempati posisi sebagai tim nasional dengan peringkat Elo tertinggi di dunia..

Selama bertahun-tahun, Brasil pernah dianggap sebagai “rumah” sepak bola dunia.

Pergeseran tersebut mencerminkan berubahnya peta kekuatan sepak bola dunia, dari dominasi Inggris, bergeser ke Amerika Selatan saat Brasil berjaya, hingga kini mengarah ke kawasan Mediterania yang dipimpin oleh Spanyol. Tak hanya itu, negara-negara Eropa. turut berperan penting..

Meski Analisis tersebut tidak hanya melihat jumlah gelar Piala Dunia,, namun menggunakan peringkat Elo, sistem yang mengukur kekuatan tim berdasarkan hasil pertandingan, ditambah lagi dengan kualitas lawan.. tetap penting..

Sejak Piala Dunia Bergulir pada 1930, Inggris baru menjadi juara Piala Dunia pada 1966, atau 36 tahun setelah turnamen pertama digelar.

Sepak bola selama ini identik dengan Inggris sebagai tempat lahirnya olahraga paling populer di dunia..

Karena itu, mengukur kekuatan tim hanya dari koleksi trofi dinilai sudah tidak lagi relevan..

Meningkatnya kualitas tim-tim Eropa, ditambah berkembangnya sepak bola di Asia, membuat pusat gravitasi kembali bergeser ke timur.

Jakarta, Equityworld Futures – Kekalahan Inggris atas Argentina di semifinal Piala Dunia 2026 tak hanya membuat negara tersebut kehilangan kesempatan merebut juara.ย Kekalahan tersebut juga kembali membuka pertanyaan lama, benarkah Inggris merupakan “rumah” sepak bola dunia?.

Namun, dominasi masa lalu tak lagi mencerminkan kekuatan saat ini.

Inggris tersingkir. Di samping itu, gagal melaju ke final Piala Dunia 2026 setelah takluk dari Argentina dengan skor 2-1 pada laga semifinal yang berlangsung di Stadion Atlanta, Kamis (16/7/2026) dini hari WIB. juga perlu diperhatikan..

Empat dari lima juara Piala Dunia sejak 2002 berasal dari Eropa, sementara enam dari delapan perempat finalis Piala Dunia 2026 juga merupakan wakil Benua Biru..

Artinya, Inggris sudah tidak menjuarai turnamen dalam 60 tahun terakhir..

Indikator Elo juga menunjukkan pusat gravitasi sepak bola telah bergeser lebih dari 3.000 mil dalam satu abad terakhir..

Namun, apakah Inggris masih bisa disebut sebagai “rumah sepak bola”?.

Ironisnya, bagi Inggris yang selama ini menggaungkan slogan “It’s Coming Home”, analisis tersebut justru menunjukkan bahwa “rumah sepak bola” saat ini bukan lagi berada di Kepulauan Inggris, melainkan telah bergeser ke Eropa Selatan..

The Economist menghitung pusat gravitasi sepak bola dunia dengan memetakan seluruh 244 tim nasional putra anggota FIFA..

Kekalahan Inggris ini memperpanjang “kutukan” The Three Lions yang kembali gagal juara..

Jika dulu pusat kekuatan sepak bola dunia berada di Inggris, kini “pusat gravitasi” olahraga ini telah bergeser ribuan kilometer menuju kawasan Mediterania, dekat Spanyol sekaligus Prancis..

Aturan resmi permainan pertama kali dikodifikasi di negara tersebut pada 1863, sementara Liga Inggris kini menjadi kompetisi sepak bola paling bernilai di dunia..

Tim Samba merupakan pemilik gelar Piala Dunia terbanyak dalam sejarah yakni lima kali..

Buktinya, Brasil tersingkir lebih cepat di babak 16 besar Piala Dunia 2026.

Perkembangan terkait Bukan Inggris! Hitung-hitungan Ini Bongkar Rumah Baru Sepak Bola Dunia akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.


Artikel ini disusun oleh Tim Riset Equityworld Futures Surabaya berdasarkan analisis data pasar dan pemberitaan terbuka di media sosial serta portal berita global.

Peringatan Risiko: Konten ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan menambah wawasan, bukan merupakan rekomendasi investasi. Trading futures dan instrumen keuangan lainnya mengandung risiko tinggi yang dapat mengakibatkan kerugian sebagian atau seluruh modal Anda. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada dan selalu melakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.

Kunjungi website kami untuk informasi lebih lanjut:
Berita Terkini Equity World Futures |
Equityworld Futures Official

Baca juga:

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By