Equityworld Futures Surabaya – Update berita terbaru terkait Danantara Bakal Pangkas BUMN dari 1.043 Jadi 300 Perusahaan yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.
Misalnya, seperti Pertamina akan melepas anak usahanya yang non migas. Selain itu, digabung dengan BUMN lain..
“Tentu masyarakat sudah mendengar bahwa kita punya 1.043 perusahaan, nanti tahun ini harus selesai menjadi tinggal 300 perusahaan.
Kemudian, BUMN seperti Telkom, Semen. Selain itu, Pupuk akan dimerger dengan perusahaan pelat merah lainnya yang sama jenisnya..
BUMN logistik juga akan dipangkas dari 21 hanya akan menjadi 1 perusahaan..
Ia mencontohkan, saat ini Telkom memiliki 66 anak usaha yang nantinya akan dipangkas menjadi belasan saja.
Chief Operating Officer (COO) BPI Danantara Dony Oskaria memastikan tak akan ada pemutusan hubungan kerja (PHK) selama proses tersebut..
Tak hanya itu, Danantara juga berencana memangkas 15 perusahaan asuransi BUMN dari 15 menjadi hanya 3 perusahaan.
Dony menyebutkan pemangkasan ini akan dilakukan dengan penyatuan beberapa anak usaha sehingga fokus pada tugas masing-masing.
Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) berencana memangkas jumlah BUMN yang saat ini jumlahnya ribuan menjadi ratusan.
Tapi enggak usah khawatir, tidak akan terjadi PHK,” ujar Dony dalam acara CNBC Indonesia Outlook, Selasa (11/2)..
“Sehingga nanti kita harapkan dari 300 perusahaan yang dimiliki oleh BUMN ke depan, itu adalah perusahaan-perusahaan yang secara skala itu cukup signifikan untuk berkompetisi, memiliki kemampuan secara finansial. Selain itu, juga memiliki kapabilitas secara orang,” pungkasnya..
Begitu juga dengan anak usaha PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR), pihaknya akan menutup 17 perusahaan semen..
Perkembangan terkait Danantara Bakal Pangkas BUMN dari 1.043 Jadi 300 Perusahaan akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.
Sumber artikel: Sumber Asli
Artikel ini dipublikasikan ulang untuk tujuan edukasi dan informasi pasar. Informasi yang disajikan tidak merupakan rekomendasi investasi.
Informasi Resmi PT Equityworld Futures:
Perhatian: Trading futures mengandung risiko kerugian. Sebelum memulai trading, pastikan Anda memahami risikonya. Performa masa lalu tidak menjamin hasil di masa depan.
Baca juga:
- Kemenkeu Catat Investasi Kuartal IV 2025 Tumbuh 6,12 Persen
- Profil Achsanul Qosasi: Jejak Karier di Pemerintahan dan Pengawasan Keuangan Negara