Equityworld Futures Surabaya – Update berita terbaru terkait Rupiah Layu ke Rp16.811 Imbas Muram Data Penjualan Ritel yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.
Dolar Singapura juga menguat 0,20 persen. Selain itu, dolar Hong Kong terpantau stagnan pada penutupan perdagangan sore ini..
Yen Jepang menguat 0,21 persen, baht Thailand melemah 0,06 persen, yuan China menguat 0,11 persen, peso Filipina melemah 0,11 persen,. Selain itu, won Korea Selatan melemah 0,15 persen..
Sementara, kurs referensi Bank Indonesia (BI), Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) menempatkan rupiah di posisi Rp16.799 per dolar AS..
Sedangkan, mata uang utama negara maju juga kompak berada di zona merah.
Nilai tukar rupiah berada di level Rp16.811 per dolar AS pada Selasa (10/2) sore.
Mata uang di kawasan Asia bergerak bervariasi.
Hal ini disebabkan oleh data penjualan ritel Indonesia di bawah ekspektasi. sehingga Analis Mata Uang Doo Financial Futures Lukman Leong mengatakan rupiah melemah.
“Rupiah berbalik melemah terhadap dolar AS setelah data penjualan ritel yang lebih rendah dari harapan, mencerminkan daya beli masyarakat yang masih lemah,” ujar Lukman kepada CNNIndonesia.com..
Mata uang Garuda melemah 6 poin atau 0,04 persen dari perdagangan sebelumnya..
Dolar Australia melemah 0,28 persen,. Selain itu, dolar Kanada juga melemah 0,04 persen..
Tercatat euro Eropa melemah 0,04 persen, poundsterling Inggris melemah 0,18 persen,. Selain itu, franc Swiss melemah 0,07 persen..
Perkembangan terkait Rupiah Layu ke Rp16.811 Imbas Muram Data Penjualan Ritel akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.
Sumber artikel: Sumber Asli
Artikel ini dipublikasikan ulang untuk tujuan edukasi dan informasi pasar. Informasi yang disajikan tidak merupakan rekomendasi investasi.
Informasi Resmi PT Equityworld Futures:
Perhatian: Trading futures mengandung risiko kerugian. Sebelum memulai trading, pastikan Anda memahami risikonya. Performa masa lalu tidak menjamin hasil di masa depan.
Baca juga:
- Equityworld Trillium Surabaya – Emas sebagai Safe Haven di Tengah Ketidakpastian Ekonomi
- Equityworld Trillium Surabaya – Apresiasi Penguatan Tajam Yen Jepang Terhadap Dollar AS