Equityworld Futures Surabaya – Update berita terbaru terkait 11 Rangkaian KRL Baru Buatan INKA Beroperasi sebelum Juli yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.
Terdapat dua kontrak pengadaan yang ditandatangani KCI dengan produsen tersebut.
Nilai kontrak tersebut mencapai Rp 3,85 triliun. Selain itu, dilaksanakan oleh PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) sebagai operator KRL.Bobby merinci, dari total 16 rangkaian kereta hasil kerja sama dengan INKA, sebanyak empat rangkaian telah beroperasi sepanjang 2025.
Satu rangkaian lainnya masih dalam tahap uji coba pada Desember 2025. Selain itu, dipersiapkan untuk segera melayani penumpang.Selain pengadaan dari dalam negeri, KAI menambah armada melalui impor KRL dari CRRC Qingdao Sifang Co.
Saat ini, terdapat dua rangkaian kereta yang sedang dalam proses peremajaan bersama PT INKA dengan nilai kontrak sebesar Rp 25 miliar..
KAI baru mengoperasikan 132 unit atau 11 trainset KRL baru dari CRRC Sifang, serta 48 unit atau empat trainset dari PT INKA.
Sebelumnya, Bobby menjelaskan sebagian besar armada KRL Jabodetabek saat ini berasal dari kereta bekas impor.
Kontrak pengadaan sebanyak 192 unit atau 16 rangkaian kereta ditandatangani pada 9 Maret 2023. Selain itu, diperkuat dengan addendum pada 18 Desember 2023.
Pilihan Editor: Alasan Tertundanya Perpanjangan Rute KRL hingga Karawang.
Usia rangkaian tersebut bahkan melampaui 30 tahun.
PT Kereta Api Indonesia (Persero) menargetkan tambahan 11 rangkaian kereta rel listrik (KRL) baru mulai beroperasi sebelum Juli 2026.
Pada periode Juni–Juli 2025, angka tersebut sempat melonjak hingga 1,3 juta penumpang per hari.
Tiga rangkaian dari kontrak pertama mulai melayani penumpang sejak kuartal I 2025, disusul delapan rangkaian dari kontrak kedua yang juga telah dioperasikan pada tahun yang sama.“Jadi, total KRL dari Qingdao China yang telah beroperasi itu adalah 11 trainset (rangkaian kereta) atau sebanyak 132 kereta,” ujar Bobby.Dengan demikian, hingga 31 Desember 2025, total rangkaian KRL baru yang telah tiba. Selain itu, beroperasi mencapai 16 trainset, terdiri atas 11 rangkaian dari CRRC Qingdao Sifang China dan lima rangkaian hasil produksi PT INKA.Selain pengadaan armada baru, KAI meremajakan KRL melalui program retrofit.
Kontrak pertama pada 31 Januari 2024 mencakup 36 unit atau tiga rangkaian kereta senilai Rp 83 miliar, sementara kontrak kedua pada 8 Mei 2024 mencakup 96 unit atau delapan rangkaian kereta dengan nilai Rp 2,2 triliun.Seluruh KRL impor dari Cina tersebut telah beroperasi sepanjang 2025.
Penambahan armada ini diharapkan memperkuat layanan KRL, khususnya di wilayah Jabodetabek, seiring meningkatnya volume penumpang harian.“Kami harapkan 11 trainset akan bisa kami operasikan sebelum bulan Juli tahun 2026 ini,” ujar Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi XI DPR, Senin, 9 Februari 2026.Pengadaan KRL baru dilakukan melalui kerja sama dengan PT Industri Kereta Api (Persero) atau INKA.
Kondisi tersebut membuat komposisi armada belum sebanding dengan pertumbuhan jumlah penumpang.Adapun saat ini jumlah penumpang KRL Jabodetabek berada di kisaran 1,1 juta orang per hari.
Dari Jepang, KAI mengimpor 780 unit kereta bekas dari East Japan Railway Company. Selain itu, 128 unit dari Tokyo Metro.Sementara itu, jumlah KRL baru yang telah dioperasikan masih relatif terbatas.
Hingga akhir tahun, KAI memperkirakan volume harian tetap tinggi, di rentang 1,2–1,25 juta penumpang.KAI memproyeksikan tingkat okupansi KRL pada jam puncak di 2030 bisa mencapai 630 persen, atau sekitar enam kali lipat dibandingkan kondisi saat ini..
Perkembangan terkait 11 Rangkaian KRL Baru Buatan INKA Beroperasi sebelum Juli akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.
Sumber artikel: Sumber Asli
Artikel ini dipublikasikan ulang untuk tujuan edukasi dan informasi pasar. Informasi yang disajikan tidak merupakan rekomendasi investasi.
Informasi Resmi PT Equityworld Futures:
Perhatian: Trading futures mengandung risiko kerugian. Sebelum memulai trading, pastikan Anda memahami risikonya. Performa masa lalu tidak menjamin hasil di masa depan.
Baca juga:
- Equityworld Trillium Surabaya – Harga Emas Berpotensi Menguat
- Equity World Trillium Surabaya – Harga Emas Melonjak Tajam Meski The Fed Tahan Suku Bunga, Dolar Melemah Jadi Kunci