0 0
Read Time:4 Minute, 9 Second

Equityworld Futures Trillium Surabaya – Berikut merupakan informasi terbaru terkait El Nino Lumpuhkan Listrik India, Harga Batu Bara Kok Masih Adem Ayem? yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan oleh Tim Riset EWF untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.

Harga listrik di pasar spot juga melonjak.

Merujuk Refinitiv, harga batu bara ditutup di posisi US$ 130,5 per ton pada perdagangan Rabu (15/7/2026).

Dari 20 waduk pembangkit listrik tenaga air utama di India, 7 waduk memiliki volume air di bawah atau sama dengan kondisi normal, lebih tinggi dibandingkan hanya 4 waduk pada tahun lalu..

Di tengah meningkatnya permintaan, turunnya produksi listrik tenaga air memaksa India semakin bergantung pada pembangkit listrik berbahan bakar batu bara serta mengurangi fleksibilitas jaringan listrik..

Kekurangan pasokan PLTAΒ ini bisa membuat India kembali meningkatkan produksi batu bara..

Penurunan produksi terjadi setelah ledakan di sebuah tambang di Provinsi Shanxi pada akhir Mei yang menewaskan 82 orang.

Di sisi lain, pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) berbahan bakar batu bara di China hanya mencatat kenaikan produksi listrik 0,5% pada Juni, laju paling lambat sepanjang tahun ini..

Produksi batu bara China anjlok pada Juni setelah ledakan maut di sebuah tambang memicu inspeksi keselamatan besar-besaran di salah satu wilayah tambang utama negara tersebut..

Rekor tersebut bahkan pecah selama empat hari berturut-turut dalam satu pekan..

Menurut Centrum Institutional Research, permintaan listrik India diperkirakan tumbuh sekitar 6% per tahun dalam empat hingga lima tahun ke depan..

Meski demikian, produksi listrik PLTU masih tumbuh 2,9% sepanjang semester pertama 2026 setelah sempat turun pada 2025 untuk pertama kalinya dalam satu dekade..

Kenaikan permintaan listrik sebesar 24,3 GW, ditambah penurunan produksi listrik tenaga air (6,3 GW). Tak hanya itu, pembangkit berbahan bakar gas (0,8 GW), diimbangi oleh kenaikan pembangkit berbahan bakar batu bara sebesar 20,7 GW turut berperan penting..

Ini merupakan penurunan tahunan terbesar sejak 2016..

Sebagai contoh, Himachal Pradesh, Uttarakhand, Jammu & Kashmir, Karnataka,. Di samping itu, kawasan Timur Laut India. juga perlu diperhatikan. sering terjadi ketika Dampak El Nino paling terasa di wilayah kaya sumber daya air..

Harga penyelesaian transaksi di pasar harian Indian Energy Exchange naik 32% secara tahunan menjadi 5,2 rupee per unit pada Juni..

Produksi listrik tenaga surya. Tak hanya itu, angin juga meningkat gabungan 9,4 GW pada Juni. turut berperan penting..

// .

Laporan S&P Global mencatat produksi listrik tenaga air India turun 6,3 GW pada Juni 2026, menyumbang hampir separuh dari penurunan kapasitas pembangkit utama di Asia akibat El Nino..

Menteri Energi India Manohar Lal juga mengatakan negara itu harus bersiap menghadapi beban puncak listrik sekitar 300 GW pada tahun depan..

Sepanjang April hingga 12 Juli, produksi listrik tenaga air mencapai 43.441 MU, turun 9% dibandingkan periode yang sama tahun lalu..

Pada 12 Juli saja, produksi tercatat 550,24 juta unit (MU), turun 22% secara tahunan. Tak hanya itu, sekitar 16% di bawah target harian. turut berperan penting..

Alasannya adalah urbanisasi, pertumbuhan industri, kendaraan listrik (EV), pusat data (data center), serta kebutuhan pendingin udara. sehingga berdampak pada Permintaan listrik India terus meningkat…

Beban puncak listrik India mencapai rekor 271 GW pada Mei, didorong gelombang panas.

Kondisi ini menurunkan volume air waduk, meningkatkan ketergantungan pada batu bara, sekaligus membebani sistem kelistrikan di tengah lonjakan permintaan listrik…

China memproduksi 381 juta ton batu bara pada Juni, turun 9,7% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Produksi listrik tenaga air (PLTA) India menghadapi tekanan akibat fenomena El Nino yang melemahkan musim hujan (monsun) barat daya.

Stagnannya harga batu bara dipicu sejumlah faktor, terutama tarik menarik sentimen..

Insiden itu mendorong inspeksi keselamatan secara luas di provinsi yang menyumbang sekitar 25% produksi batu bara China..

Pada Juni 2026, produksi listrik tenaga air India turun sekitar 21% secara tahunan menjadi 13.361 GWh, dari 16.775 GWh pada Juni 2025..

Selain mengurangi produksi listrik tenaga air, El Nino juga meningkatkan permintaan listrik akibat suhu yang lebih tinggi serta melemahkan produksi listrik tenaga angin..

Hingga 12 Juli, produksi listrik tenaga air turun rata-rata 19% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Pelemahan ini memperpanjang tren stagnan batu bara yang hanya bergerak di kisaran US$ 130 dalam tiga hari terakhir..

Perkembangan terkait El Nino Lumpuhkan Listrik India, Harga Batu Bara Kok Masih Adem Ayem? akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.


Artikel ini disusun oleh Tim Riset Equityworld Futures Surabaya berdasarkan analisis data pasar dan pemberitaan terbuka di media sosial serta portal berita global.

Peringatan Risiko: Konten ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan menambah wawasan, bukan merupakan rekomendasi investasi. Trading futures dan instrumen keuangan lainnya mengandung risiko tinggi yang dapat mengakibatkan kerugian sebagian atau seluruh modal Anda. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada dan selalu melakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.

Kunjungi website kami untuk informasi lebih lanjut:
Berita Terkini Equity World Futures |
Equityworld Futures Official

Baca juga:

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By