Harga emas tetap stabil meski mencatat penurunan ringan, di tengah upaya pasar mencerna ketidakpastian yang muncul akibat kebijakan perdagangan terbaru Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Pada sesi perdagangan terakhir, emas diperdagangkan di kisaran $3.370 per ons, setelah turun 0,3% di sesi sebelumnya.
Trump sebelumnya mengumumkan rencana untuk menerapkan tarif 100% pada impor semikonduktor, sebagai upaya mendorong produksi dalam negeri. Selain itu, tarif impor dari India digandakan menjadi 50%, karena negara tersebut masih membeli energi dari Rusia. Jepang juga dilaporkan akan menghadapi tarif yang lebih tinggi dari kesepakatan sebelumnya.
Rencana Tarif Tambahan 15% untuk Seluruh Impor Jepang
Kebijakan perdagangan Amerika semakin memanas setelah Presiden Trump berencana mengenakan tambahan tarif sebesar 15% untuk semua impor dari Jepang, tanpa pengecualian. Kabar ini dilansir oleh harian Jepang Asahi pada Kamis, mengutip pernyataan dari pejabat Gedung Putih.
Jika kebijakan ini diberlakukan, maka semua produk Jepang—termasuk otomotif dan elektronik—akan terdampak, bahkan yang sebelumnya sudah dikenakan tarif lebih dari 15%. Pemerintah Jepang belum memberikan pernyataan resmi terkait ancaman tarif baru ini, namun pelaku pasar mulai memperhitungkan dampaknya terhadap perdagangan dan nilai tukar, mengingat Amerika Serikat merupakan salah satu mitra dagang terbesar Jepang.
Investor Pantau Penunjukan Ketua Sementara The Fed
Di luar faktor geopolitik, pelaku pasar kini menantikan keputusan penunjukan Ketua Sementara Federal Reserve (The Fed). Tokoh yang dijagokan menduduki posisi ini dikenal pro terhadap kebijakan suku bunga rendah, yang umumnya menguntungkan bagi harga emas karena logam mulia tidak memberikan imbal hasil seperti obligasi.
Harga Emas Naik Hampir 30% Sejak Awal Tahun
Sejak awal 2025, harga emas telah menguat hampir 30%, meski sebagian besar kenaikan terjadi pada empat bulan pertama tahun ini. Kenaikan tersebut didorong oleh:
-
Meningkatnya ketegangan geopolitik
-
Ekspektasi penurunan suku bunga
-
Pembelian besar-besaran oleh bank sentral
-
Keinginan investor global untuk diversifikasi aset dari dolar AS
Per pukul 08.42 waktu Singapura, harga emas tercatat naik tipis 0,1% ke $3.373,45 per ons.
Disclaimer:
Bertransaksilah dengan Pialang Berjangka PT. EQUITYWORLD FUTURES (EWF) Priority Trillium – Surabaya , Sahid Sudirman Centre Jakarta dan Praxis – Surabaya yang Berada dibawah Naungan Bappebti, Bursa Berjangka Jakarta (BBJ) & Kliring Berjangka Indonesia (KBI). Bijak dalam menjaga Ketahanan dana. Ilustrasi Informasi Diatas Hanya Untuk Kalangan Internal Terbatas EWF. Mengingat Pesatnya Laju Informasi dan Berita, Ilustrasi Berita ini Tidak Menggambarkan Secara Keseluruhan Kondisi yang Berkembang di Pasar. Perlunya Kroscek dari Pembaca Terhadap Ilustrasi Informasi Diatas Karena Potensi Mis-Interpretasi. Siapapun Dilarang Menggunakan Informasi Diatas Sebagai Dasar Dalam Pengambilan Keputusan Transaksi. Perdagangan Berjangka Memiliki Resiko Tinggi & Cara Transaksi yang Unik. Anda Dapat Menghubungi Wakil Pialang Berjangka Kami untuk Menerima Informasi Sejelasnya akan Perdagangan Berjangka.
baca berita berita lainnya di news Equityworld Trillium Surabayaberita terkait
