Equity World Trillium Surabaya – Harga emas bertahan di dekat level tertingginya dalam lima bulan terakhir, mencatat reli terpanjang sejak Februari. Kenaikan harga ini didorong oleh meningkatnya kekhawatiran terhadap perlambatan ekonomi AS serta ekspektasi investor bahwa Federal Reserve (The Fed) akan memangkas suku bunga pada pertemuan September mendatang.
Pada awal perdagangan sesi Asia, harga emas tercatat stabil di kisaran $3.383 per ons, setelah mencatat kenaikan lebih dari 3% dalam empat sesi sebelumnya.
Data Ekonomi Lemah Dorong Ekspektasi Pemangkasan Suku Bunga
Sentimen pasar terhadap emas menjadi semakin positif setelah data terbaru menunjukkan bahwa sektor jasa AS hampir stagnan pada bulan Juli. Sinyal pelemahan ekonomi juga tercermin dari data ketenagakerjaan dan belanja konsumen yang dirilis pekan lalu.
Kekhawatiran ini mendorong spekulasi kuat bahwa The Fed akan menurunkan suku bunga pada bulan September, dengan probabilitas yang diperkirakan mencapai 90%.
Pemangkasan suku bunga biasanya menjadi katalis positif bagi harga emas, karena menurunkan biaya peluang untuk memegang aset tanpa imbal hasil seperti logam mulia.
Harga Emas Naik Hampir 30% Sejak Awal Tahun
Sejak awal tahun 2025, harga emas telah melonjak hampir 30%, didorong oleh meningkatnya permintaan safe haven di tengah gejolak geopolitik, konflik perdagangan, dan melemahnya kepercayaan terhadap aset berbasis dolar AS.
Namun demikian, meskipun mengalami kenaikan signifikan secara tahunan, harga emas masih bergerak dalam rentang sempit dalam beberapa bulan terakhir dan belum mampu menembus rekor tertinggi sekitar $3.500 per ons yang tercapai pada April.
Pasar Asia Bergerak Mixed, Fokus Tertuju pada Kebijakan The Fed dan China
Pasar saham Asia dibuka tanpa arah yang jelas pada Rabu pagi (6 Agustus), setelah data sektor jasa AS yang lemah memicu ketidakpastian terhadap arah kebijakan suku bunga The Fed.
-
Indeks Nikkei 225 tercatat datar
-
Saham Korea Selatan melemah
-
Pasar saham Australia justru mencatatkan kenaikan
-
Indeks MSCI Asia Pacific naik tipis 0,2%
-
Imbal hasil obligasi AS stabil setelah sebelumnya turun
-
Dolar AS melemah tipis
-
Harga perak dan paladium tidak berubah, sementara platinum melemah sedikit
Perkembangan Perdagangan Global & Ketegangan Geopolitik
Fokus investor juga tertuju ke China setelah Presiden Donald Trump menyatakan bahwa dirinya “sangat dekat” dengan kesepakatan dagang baru dengan Beijing.
Namun, kekhawatiran masih tinggi:
-
Saham Super Micro Computer anjlok setelah laporan pendapatan mengecewakan
-
Saham Advanced Micro Devices (AMD) menguat karena proyeksi penjualan yang lebih baik dari perkiraan
Sementara itu, Presiden Trump kembali mengancam akan menaikkan tarif terhadap negara-negara yang membeli energi dari Rusia — termasuk China. Ia juga mempertimbangkan tarif baru untuk produk semikonduktor dan farmasi dalam waktu dekat.
Di sisi lain, Swiss sedang berupaya menegosiasikan tarif 39% yang baru saja dikenakan oleh AS, dan India bersiap mengumumkan keputusan suku bunga di tengah tekanan ekonomi global.
Disclaimer:
Bertransaksilah dengan Pialang Berjangka PT. EQUITYWORLD FUTURES (EWF) Priority Trillium – Surabaya , Sahid Sudirman Centre Jakarta dan Praxis – Surabaya yang Berada dibawah Naungan Bappebti, Bursa Berjangka Jakarta (BBJ) & Kliring Berjangka Indonesia (KBI). Bijak dalam menjaga Ketahanan dana. Ilustrasi Informasi Diatas Hanya Untuk Kalangan Internal Terbatas EWF. Mengingat Pesatnya Laju Informasi dan Berita, Ilustrasi Berita ini Tidak Menggambarkan Secara Keseluruhan Kondisi yang Berkembang di Pasar. Perlunya Kroscek dari Pembaca Terhadap Ilustrasi Informasi Diatas Karena Potensi Mis-Interpretasi. Siapapun Dilarang Menggunakan Informasi Diatas Sebagai Dasar Dalam Pengambilan Keputusan Transaksi. Perdagangan Berjangka Memiliki Resiko Tinggi & Cara Transaksi yang Unik. Anda Dapat Menghubungi Wakil Pialang Berjangka Kami untuk Menerima Informasi Sejelasnya akan Perdagangan Berjangka.
baca berita berita lainnya di news Equityworld Trillium Surabayaberita terkait
