Harga emas dunia hari ini kembali menguat tipis setelah mengalami penurunan harian terbesar dalam sebulan. Emas spot tercatat naik 0,3% ke $3.284,98 per ons pada perdagangan Kamis pagi waktu Asia (31 Juli 2025), setelah sebelumnya jatuh 1,6% di hari Rabu.
Kenaikan harga emas ini terjadi di tengah ketidakpastian global, penguatan dolar AS, dan pernyataan terbaru dari Ketua The Fed Jerome Powell mengenai arah kebijakan suku bunga berikutnya.
The Fed Tahan Suku Bunga, Ekspektasi Pemangkasan Menurun
Dalam keputusan kebijakan terbarunya, Federal Reserve mempertahankan suku bunga acuan di kisaran 4,25%–4,50% untuk kelima kalinya berturut-turut. Jerome Powell menegaskan bahwa kondisi ekonomi saat ini — termasuk pasar tenaga kerja yang kuat dan inflasi yang masih tinggi — membuat bank sentral tidak terburu-buru menurunkan suku bunga.
Pasca pernyataan tersebut, peluang pemangkasan suku bunga pada bulan September langsung turun dari 60% menjadi 43%, menurut data pasar. Hal ini menyebabkan dolar AS menguat, imbal hasil obligasi naik, dan menjadi tekanan negatif bagi harga emas.
“Masih banyak ketidakpastian yang harus diselesaikan, termasuk agenda tarif dari Presiden Trump,” ujar Powell dalam konferensi pers usai rapat FOMC.
Harga Emas Tertahan Akibat Kuatnya Dolar dan Menurunnya Permintaan Safe Haven
Penguatan dolar membuat emas — yang dihargai dalam mata uang dolar — menjadi lebih mahal bagi pembeli luar negeri. Di sisi lain, pasar juga melihat meredanya permintaan terhadap aset safe haven seperti emas, seiring tercapainya kesepakatan dagang antara AS dan beberapa negara.
Presiden Donald Trump mengumumkan kesepakatan tarif terbaru dengan Korea Selatan, yang akan dikenai tarif impor sebesar 15%. Trump juga menyebut kemungkinan kesepakatan serupa dengan negara lain sebelum tenggat tarif global pada 1 Agustus 2025.
Ketegangan perdagangan selama ini menjadi salah satu faktor utama pendorong kenaikan harga emas hingga 25% sepanjang tahun ini, termasuk saat menyentuh rekor tertinggi $3.500/oz pada April.
Prediksi Harga Emas & Data Ekonomi Kunci
Fokus utama pasar kini bergeser ke rilis data ekonomi AS Jumat malam, yang mencakup:
-
Core PCE Price Index Juni (indikator inflasi favorit The Fed)
-
Initial Jobless Claims (klaim pengangguran mingguan)
-
Data Ketenagakerjaan AS Juli termasuk nonfarm payroll dan tingkat pengangguran
Jika hasil data tersebut lebih lemah dari ekspektasi, maka bisa menjadi pemicu baru bagi kenaikan harga emas dan mendorong kembali ekspektasi pemangkasan suku bunga.
Update Logam Mulia Lainnya:
-
Perak (Silver): stagnan
-
Platinum: turun tipis
-
Palladium: naik
🔍 Kesimpulan & Outlook Harga Emas
Harga emas hari ini masih dalam fase konsolidasi, dengan tekanan dari suku bunga tinggi dan dolar kuat, namun tetap didukung oleh ketidakpastian global serta prospek perlambatan ekonomi AS. Potensi kenaikan harga masih terbuka jika data inflasi dan ketenagakerjaan melemah atau jika ketegangan geopolitik kembali memanas.
Disclaimer:
Bertransaksilah dengan Pialang Berjangka PT. EQUITYWORLD FUTURES (EWF) Priority Trillium – Surabaya , Sahid Sudirman Centre Jakarta dan Praxis – Surabaya yang Berada dibawah Naungan Bappebti, Bursa Berjangka Jakarta (BBJ) & Kliring Berjangka Indonesia (KBI). Bijak dalam menjaga Ketahanan dana. Ilustrasi Informasi Diatas Hanya Untuk Kalangan Internal Terbatas EWF. Mengingat Pesatnya Laju Informasi dan Berita, Ilustrasi Berita ini Tidak Menggambarkan Secara Keseluruhan Kondisi yang Berkembang di Pasar. Perlunya Kroscek dari Pembaca Terhadap Ilustrasi Informasi Diatas Karena Potensi Mis-Interpretasi. Siapapun Dilarang Menggunakan Informasi Diatas Sebagai Dasar Dalam Pengambilan Keputusan Transaksi. Perdagangan Berjangka Memiliki Resiko Tinggi & Cara Transaksi yang Unik. Anda Dapat Menghubungi Wakil Pialang Berjangka Kami untuk Menerima Informasi Sejelasnya akan Perdagangan Berjangka.
baca berita berita lainnya di news Equityworld Trillium Surabayaberita terkait
