0 0
Read Time:5 Minute, 40 Second

Equityworld Futures Trillium Surabaya – Berikut merupakan informasi terbaru terkait Ini Ramalan Terbaru Harga Perak, Bikin Cuan atau Cemas? yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan oleh Tim Riset EWF untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.

Sebaliknya, penurunan harga minyak yang berkelanjutan berpotensi meredakan tekanan inflasi. Selain itu, mengurangi kebutuhan pengetatan moneter lebih lanjut…

Memasuki perdagangan 9-13 November 2026, perhatian pasar akan kembali tertuju pada perkembangan inflasi AS. Tak hanya itu, sinyal kebijakan moneter The Fed. turut berperan penting..

Penutupan Jumat di US$51,87 telah berada di atas rata-rata harga lima hari perdagangan sebesar US$51,25.

Oleh sebab itu, Kondisi ini menjadi tantangan bagi perak. menjadi konsekuensi dari Alasannya adalah kenaikan suku bunga meningkatkan biaya peluang memegang aset yang tidak memberikan imbal hasil bunga..

Sentimen utama menjelang akhir pekan datang dari laporan ketenagakerjaan AS yang menunjukkan kondisi pasar tenaga kerja masih lebih kuat dibandingkan perkiraan..

Penyebab utamanya adalah itu, prospek perak tidak hanya bergantung pada pergerakan dolar sekaligus suku bunga,. Akan tetapi juga pada ekspektasi pertumbuhan ekonomi serta permintaan industri global., sehingga berdampak pada Oleh terjadi.. tidak boleh diabaikan…

Oleh sebab itu, Pergerakan minyak menjadi penting. menjadi konsekuensi dari Alasannya adalah kenaikan biaya energi berpotensi memperbesar tekanan inflasi..

Selain digunakan sebagai aset investasi, perak merupakan bahan baku penting dalam industri elektronik, panel surya,. Di samping itu, berbagai aktivitas manufaktur. juga perlu diperhatikan..

Meski berhasil menguat dalam sepekan, pergerakan harga menunjukkan bahwa pemulihan perak masih menghadapi tekanan.

Berdasarkan data Refinitiv, harga perak dunia (XAG/USD) ditutup di level US$51,87 per troy ons pada Jumat (6/11/2026), menguat US$2,77 atau 5,64% dibandingkan penutupan pekan sebelumnya di US$49,10..

Penguatan ekspektasi tersebut turut mendorong dolar AS naik 0,7% ke posisi tertinggi sejak 29 Oktober, sementara imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun ikut meningkat..

Harga kemudian melonjak 4,90% menjadi US$52,21 pada Rabu, mencatatkan kenaikan harian terbesar sepanjang pekan.

Berdasarkan CME FedWatch yang dikutip Reuters, probabilitas kenaikan suku bunga mencapai 81%, dibandingkan 72,8% sebelum laporan ketenagakerjaan dirilis..

Untuk perdagangan 9-13 November 2026, perak berpeluang melanjutkan pemulihan apabila mampu bertahan di atas area US$51,75..

Dua pejabat The Fed pada Kamis (5/11/2026) juga mendukung kenaikan suku bunga secara bertahap untuk mengendalikan inflasi yang masih berada di atas target..

Berdasarkan laporan Reuters pada Jumat (6/11/2026), jumlah pekerjaan nonpertanian atau non-farm payrolls (NFP) AS meningkat sebanyak 165.000 pada Oktober, jauh melampaui ekspektasi pasar sebesar 65.000 pekerjaan..

Namun, penguatan tersebut tidak bertahan lama setelah harga terkoreksi 1,69% menjadi US$49,77 pada Selasa..

Dari sisi permintaan, perak juga memiliki karakteristik berbeda dibandingkan emas.

Meski bergerak fluktuatif, logam mulia ini akhirnya menutup pekan dengan penguatan lebih dari 5%..

Sebaliknya, apabila tekanan inflasi mulai menunjukkan perlambatan, ekspektasi pengetatan moneter dapat mereda sekaligus memberikan dukungan bagi logam mulia…

Walaupun Kondisi ini menunjukkan momentum jangka pendek mulai membaik,, tren penurunan dalam periode yang lebih panjang belum sepenuhnya berakhir. masih menjadi prioritas..

Oleh sebab itu, membatasi ruang penguatan harga.. menjadi konsekuensi dari Bagi pasar perak, data inflasi yang lebih tinggi dibandingkan ekspektasi berpotensi memperkuat dolar AS sekaligus imbal hasil obligasi,..

Namun, posisi tersebut masih berada di bawah rata-rata 10 hari sebesar US,00. Selain itu, rata-rata 20 hari sebesar US,56…

Meski Dengan demikian, bias perak untuk pekan depan cenderung rebound secara jangka pendek,, namun masih rentan terhadap koreksi tetap penting..

Data tersebut memperlihatkan ketahanan pasar tenaga kerja AS di tengah tekanan inflasi, sekaligus memberikan ruang bagi The Fed untuk mempertahankan kebijakan moneter yang ketat..

Ekspektasi pasar terhadap kenaikan suku bunga pada Desember pun meningkat.

Selain kebijakan moneter, pergerakan perak juga dipengaruhi oleh perkembangan geopolitik, ditambah lagi dengan harga energi global…

Perkembangan konflik Timur Tengah. Selain itu, pergerakan harga minyak juga perlu diperhatikan terjadi karena keduanya dapat memengaruhi ekspektasi inflasi serta arah kebijakan bank sentral AS….

Jika inflasi bertahan tinggi, The Fed dapat memiliki alasan lebih kuat untuk melanjutkan kenaikan suku bunga..

Tingkat pengangguran AS juga turun menjadi 4,1% dari 4,2% pada September.

Penguatan dolar Amerika Serikat (AS), kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS, serta meningkatnya ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve (The Fed) menjadi faktor yang membayangi pasar logam mulia..

Area US$52,21 menjadi resistance awal yang perlu ditembus, disusul US$52,39.

Oleh sebab itu, bank sentral tidak harus terburu-buru melonggarkan kebijakan moneter. menjadi konsekuensi dari Penguatan pasar tenaga kerja pada Oktober memberikan indikasi bahwa ekonomi AS masih memiliki ketahanan,..

Harga minyak mentah Brent mengalami tekanan sepanjang pekan seiring meningkatnya harapan deeskalasi konflik AS-Iran setelah hasil pemilu sela AS.

Perak mengawali pekan dengan kenaikan 3,10% menjadi US$50,63 pada Senin (2/11/2026).

Namun, kekhawatiran terhadap gangguan pasokan energi dari Timur Tengah masih membayangi pasar..

Perak kembali terkoreksi 0,88% menjadi US$51,75 pada Kamis sebelum naik tipis 0,23% ke US$51,87 pada Jumat..

Sementara itu, rata-rata upah per jam meningkat 0,4% secara bulanan, lebih tinggi dibandingkan kenaikan 0,3% pada bulan sebelumnya..

Kemampuan harga mempertahankan penguatan akan sangat bergantung pada arah dolar AS, imbal hasil obligasi, serta perubahan ekspektasi suku bunga The Fed..

Meski demikian, perak masih mampu mencatatkan kenaikan tipis pada perdagangan Jumat, menunjukkan bahwa tekanan dari penguatan dolar sekaligus imbal hasil obligasi belum sepenuhnya menghapus pemulihan harga sepanjang pekan…

Dolar yang lebih kuat juga membuat logam mulia menjadi lebih mahal bagi pembeli yang menggunakan mata uang lainnya..

Secara teknikal, penguatan harga perak dalam sepekan menunjukkan a sekaligus ya upaya pemulihan setelah tekanan jual yang cukup dalam sepanjang Oktober…

Jakarta,Β CNBCΒ Indonesia – Harga perak dunia berhasil bangkit sepanjang perdagangan 2-6 November 2026 setelah mengalami tekanan dalam beberapa pekan sebelumnya.

Sebaliknya, jika tekanan jual kembali meningkat, area US$50,63 menjadi support awal yang perlu diperhatikan, kemudian US$49,77.

Penurunan lebih lanjut dapat membawa harga kembali menguji area US$49,10, yang merupakan penutupan pekan sebelumnya..

Jika kedua level tersebut berhasil dilewati, peluang penguatan dapat terbuka menuju US$53,98..

// .

Perkembangan terkait Ini Ramalan Terbaru Harga Perak, Bikin Cuan atau Cemas? akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.


Artikel ini disusun oleh Tim Riset Equityworld Futures Surabaya berdasarkan analisis data pasar dan pemberitaan terbuka di media sosial serta portal berita global.

Peringatan Risiko: Konten ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan menambah wawasan, bukan merupakan rekomendasi investasi. Trading futures dan instrumen keuangan lainnya mengandung risiko tinggi yang dapat mengakibatkan kerugian sebagian atau seluruh modal Anda. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada dan selalu melakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.

Kunjungi website kami untuk informasi lebih lanjut:
Berita Terkini Equity World Futures |
Equityworld Futures Official

Baca juga:

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By