Equityworld Futures Trillium Surabaya – Berikut merupakan informasi terbaru terkait Asia Kebakaran Hebat: Ringgit – Rupiah Terkapar, Tapi Won Perkasa yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan oleh Tim Riset EWF untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.
Ringgit Malaysia menjadi mata uang dengan tekanan paling dalam pagi ini.
Jumlah warga AS yang pertama kali mengajukan tunjangan pengangguran turun sebanyak 6.000 menjadi 189.000 orang..
Yen Jepang turut terkoreksi 0,17%, disusul dolar Singapura yang turun 0,15%. Tak hanya itu, peso Filipina sebesar 0,13%. turut berperan penting..
Menurut OCBC, meskipun kondisi pasar yang bergejolak biasanya meningkatkan permintaan terhadap dolar sebagai aset aman, penurunan imbal hasil Treasury justru menahan penguatan greenback..
“Aksi jual saham AI menciptakan dua kekuatan yang saling berlawanan bagi dolar AS,” tulis analis OCBC, dikutip dari Reuters..
Won Korea Selatan menjadi satu-satunya mata uang lain yang menguat, yakni sebesar 0,12% ke KRW1.356,39/US$..
Di tengah tekanan yang melanda mayoritas mata uang Asia, dolar Taiwan justru menjadi yang paling perkasa dengan kenaikan 0,18% ke posisi TWD33,009/US$..
// .
Tekanan terutama datang dari saham-saham perusahaan teknologi sekaligus kecerdasan buatan (AI)…
Peluang kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin pada pertemuan Desember kini turun menjadi sekitar 70%, dari sebelumnya lebih dari 80% pada Rabu..
Kondisi tenaga kerja menjadi penting terjadi karena dapat memengaruhi keputusan The Fed mengenai suku bunga pada Desember…
Indeks Nasdaq bahkan mencatat penurunan harian terdalam sejak April 2025, ketika pasar diguncang pengumuman tarif perdagangan besar-besaran oleh Presiden AS Donald Trump..
Jakarta, Equityworld Futures – Mayoritas mata uang Asia melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan terakhir pekan ini, Jumat (6/11/2026).
Analis MUFG menilai perkembangan tersebut memberikan sinyal bahwa pasar tenaga kerja AS masih menunjukkan perbaikan..
Imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun turun ke sekitar 4,84%, mendekati level terendah sejak 10 September..
Aksi jual saham ini mendorong investor mencari tempat yang lebih aman untuk menyimpan. Di samping itu, a, salah satunya obligasi pemerintah AS. juga perlu diperhatikan..
Kondisi tersebut kemudian mengurangi daya tarik dolar AS..
Baht Thailand melemah 0,09%, se sekaligus gkan yuan China turun tipis 0,01%…
Oleh sebab itu, mata uang Garuda masih bertahan di atas level psikologis Rp18.100/US$. menjadi konsekuensi dari Rupiah menyusul dengan pelemahan 0,19% ke posisi Rp18.110/US$,..
Sebelum laporan tersebut dirilis, pasar sudah mendapat gambaran dari data klaim pengangguran mingguan yang menunjukkan kondisi tenaga kerja AS masih cukup kuat..
Selain perkembangan saham teknologi, perhatian pasar kini tertuju pada laporan tenaga kerja AS yang akan diumumkan Jumat waktu setempat..
Kemenangan besar Partai Demokrat dalam pemilu sela AS memunculkan kekhawatiran baru mengenai kemungkinan pengetatan aturan terhadap industri AI, khususnya pembangunan pusat data..
Ringgit melemah 0,30% ke posisi MYR4,056/US$..
Angka tersebut lebih rendah dibandingkan perkiraan ekonom sebesar 196.000 orang, sekaligus menyamai posisi terendah dalam 57 tahun yang sempat tercatat pada Juli..
Meningkatnya permintaan obligasi membuat harganya naik. Selain itu, imbal hasilnya turun..
Analis OCBC menilai gejolak saham AI kali ini memberikan dampak yang tidak biasa terhadap dolar AS..
Hanya dua mata uang yang berhasil mencatat penguatan..
Sementara itu, imbal hasil Treasury tenor dua tahun, yang lebih sensitif terhadap ekspektasi suku bunga The Federal Reserve (The Fed), turun sekitar 10 basis poin menjadi 4,47%..
Pelemahan dolar terjadi setelah aksi jual besar-besaran melanda Wall Street pada perdagangan Kamis waktu setempat.
Pergerakan mata uang Asia pagi ini berlangsung ketika dolar AS masih menghadapi tekanan dari gejolak pasar saham Amerika..
Indeks dolar AS (DXY) pada pukul yang sama tercatat melemah 0,12% ke posisi 101,669..
Meski dolar AS masih mengalami tekanan, sebagian besar mata uang kawasan justru belum mampu bergerak positif..
“Data terbaru menunjukkan a sekaligus ya perbaikan di pasar tenaga kerja, dan kami memperkirakan kondisi tersebut akan berlanjut dalam laporan ini,” tulis analis MUFG, dikutip dari Reuters…
Kondisi tersebut membuat saham teknologi mengalami tekanan tajam.
Namun, apabila data tenaga kerja yang dirilis malam nanti ternyata lebih kuat dari perkiraan, pasar berpotensi kembali memperbesar peluang kenaikan suku bunga The Fed..
Dengan dolar AS yang masih bergerak melemah sekaligus pasar menunggu laporan tenaga kerja, mata uang Asia belum menunjukkan penguatan yang merata…
Penurunan ekspektasi tersebut ikut memberikan tekanan terhadap dolar AS..
Berdasarkan data Refinitiv per pukul 09.19 WIB, tujuh dari sembilan mata uang Asia yang dipantau melemah terhadap dolar AS.
Laporan nonfarm payrolls (NFP) periode Oktober akan menjadi salah satu petunjuk penting mengenai kondisi ekonomi AS sekaligus arah suku bunga The Fed berikutnya..
Perkembangan terkait Asia Kebakaran Hebat: Ringgit – Rupiah Terkapar, Tapi Won Perkasa akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.
Artikel ini disusun oleh Tim Riset Equityworld Futures Surabaya berdasarkan analisis data pasar dan pemberitaan terbuka di media sosial serta portal berita global.
Peringatan Risiko: Konten ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan menambah wawasan, bukan merupakan rekomendasi investasi. Trading futures dan instrumen keuangan lainnya mengandung risiko tinggi yang dapat mengakibatkan kerugian sebagian atau seluruh modal Anda. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada dan selalu melakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.
Kunjungi website kami untuk informasi lebih lanjut:
Berita Terkini Equity World Futures |
Equityworld Futures Official
Baca juga:
- Ibnu Rusydi Membongkar Mitos: Agama dan Akal Tak Pernah Bermusuhan | Equityworld Futures
- Equityworld Futures Surabaya | Pemerintah Bilang AI Bisa Tambah Pertumbuhan hingga 1 Persen