0 0
Read Time:3 Minute, 53 Second

Equityworld Futures Trillium Surabaya – Berikut merupakan informasi terbaru terkait Harga Emas Mengamuk 3% Rayakan Kekalahan Trump, Tembus US$ 4.000 Lagi yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan oleh Tim Riset EWF untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.

Lonjakan ini terjadi setelah dolar AS tertekan menyusul kemenangan telak Partai Demokrat dalam pemilu paruh waktu Amerika Serikat (AS) sekaligus kekalahan Partai Republik pendukung Presiden Donald Trump..

Kemenangan besar Demokrat dalam pemilu paruh waktu AS membuat dolar melemah ke level terendah dalam lebih dari sebulan ke 101,5..

Pada Jumat pukul 06.51 WIB, harga perak menguat 0,09% ke US$ 52,26 per troy ons..

Kini, perhatian investor tertuju pada laporan tenaga kerja nonpertanian (nonfarm payrolls) yang dijadwalkan rilis Jumat..

Kenaikan tersebut membawa emas kembali menembus level psikologis US$4.000 per troy ons.

Namun, tekanan inflasi masih membayangi pasar.

Merujuk Refinitiv, harga emas pada perdagangan Rabu (4/11/2026) ditutup di posisi US$ 4059,74 per troy ons.

Di sisi lain, pelaku pasar masih memperkirakan peluang kenaikan suku bunga The Fed pada Desember mencapai sekitar 83%, berdasarkan perangkat CME FedWatch.

Menurutnya, logam mulia juga berisiko terkena aksi jual saat pasar saham mengalami tekanan tajam.

Dalam kondisi tersebut, investor cenderung melepas aset yang sudah memberikan keuntungan atau mudah dicairkan untuk memperoleh sekaligus a tunai…

Merujuk Refinitiv, harga perak pada perdagangan Rabu (4/11/2026) ditutup di posisi US$ 52k22 per troy ons.

// .

// .

Penyebab utamanya adalah membuat logam mulia yang dihargai dalam dolar AS menjadi lebih murah bagi pembeli luar negeri., sehingga berdampak pada Pelemahan dolar meningkatkan daya tarik emas terjadi…

“Data tenaga kerja yang kuat dapat memperkuat ekspektasi pasar terhadap kenaikan suku bunga The Fed dalam waktu dekat.

Harga perak masih menguat pada hari ini, Kamis (5/11/2026).

Hasil tersebut menjadi pukulan politik bagi Presiden Donald Trump..

Analis Deutsche Bank, sekaligus iel Ghali, mengatakan data tenaga kerja yang kuat dapat memperkuat ekspektasi kenaikan suku bunga..

Sebelumnya, harga emas sempat jatuh ke US$3.869,85 pada 30 Oktober, level terendah sejak Oktober 2025..

Namun, laporan ketenagakerjaan tersebut diperkirakan tidak akan meningkatkan proyeksi level puncak suku bunga, mengingat pasar tenaga kerja saat ini bukan faktor signifikan yang mendorong prospek inflasi,” ujar. Selain itu, iel Ghali, Kepala Riset Logam Deutsche Bank, dikutip dari Refinitiv…

Analis pasar senior Capital.com,, ditambah lagi dengan iela Hathorn, mengatakan pemulihan harga logam mulia masih rapuh…

Data ADP menunjukkan pertumbuhan tenaga kerja sektor swasta AS meningkat pada Oktober.

Analis American Gold Exchange, Jim Wyckoff, mengatakan emas turut mendapat dukungan dari potensi kebuntuan politik di Kongres AS..

Kondisi tersebut dinilai dapat menghambat sejumlah agenda legislasi. Tak hanya itu, menekan pertumbuhan ekonomi,. Akibatnya, membuka ruang bagi The Fed untuk mengambil kebijakan moneter yang lebih longgar. turut berperan penting…

Meskipun Penyebab utamanya adalah kondisi pasar tenaga kerja saat ini bukan pendorong utama inflasi.,. Akibatnya,, tetap saja, laporan tersebut diperkirakan tidak banyak mengubah proyeksi puncak suku bunga The Fed terjadi….

Investor juga mencermati laporan tenaga kerja AS pekan ini untuk membaca arah suku bunga Federal Reserve (The Fed)..

Harga minyak Brent bertahan di atas US$100 per barel ketika investor menanti langkah Washington selanjutnya dalam perang AS-Israel melawan Iran..

Demokrat berhasil merebut kendali Senat. Tak hanya itu, DPR AS, sekaligus mencetak kemenangan di sejumlah wilayah yang selama ini menjadi basis Partai Republik turut berperan penting..

Penyebab utamanya adalah meningkatkan biaya peluang memegang aset yang tidak memberikan imbal hasil., sehingga berdampak pada Suku bunga yang lebih tinggi cenderung menekan emas terjadi…

Pada hari ini, Kamis (5/11/2026) pukul 06.46 WIB, harga emas menguat 0,73% ke US$ 4062,69 per troy ons..

Jakarta, Equityworld Futures – Harga emas dunia melesat lebih dari 3%.

“Tantangan bagi logam mulia adalah ketidakpastian geopolitik tidak serta-merta mendorong permintaan aset aman (safe haven), terutama ketika investor juga mengkhawatirkan kebijakan moneter yang ketat,” ujarnya..

Perkembangan terkait Harga Emas Mengamuk 3% Rayakan Kekalahan Trump, Tembus US$ 4.000 Lagi akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.


Artikel ini disusun oleh Tim Riset Equityworld Futures Surabaya berdasarkan analisis data pasar dan pemberitaan terbuka di media sosial serta portal berita global.

Peringatan Risiko: Konten ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan menambah wawasan, bukan merupakan rekomendasi investasi. Trading futures dan instrumen keuangan lainnya mengandung risiko tinggi yang dapat mengakibatkan kerugian sebagian atau seluruh modal Anda. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada dan selalu melakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.

Kunjungi website kami untuk informasi lebih lanjut:
Berita Terkini Equity World Futures |
Equityworld Futures Official

Baca juga:

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By