0 0
Read Time:8 Minute, 10 Second

Equityworld Futures Trillium Surabaya – Berikut merupakan informasi terbaru terkait Rekor 15 Tahun! 50% Duit Warga AS Ludes Cuma untuk Bertahan Hidup yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan oleh Tim Riset EWF untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.

BLS mencatat bahwa kelompok 20% rumah tangga dengan penghasilan paling rendah rata-rata hanya memiliki pendapatan sebesar US$18.125 per tahun..

Jika kondisi ini terus berlangsung, pertumbuhan konsumsi masyarakat AS berisiko melambat sekaligus pada akhirnya dapat menekan laju pertumbuhan ekonomi negara tersebut…

Mereka juga harus membayar biaya kesehatan yang rata-rata mencapai US$6.470 per tahun pada 2025, meningkat 4,4% dibandingkan tahun sebelumnya..

Untuk kebutuhan tempat tinggal saja, rata-rata rumah tangga AS menghabiskan sekitar Rp42 juta per bulan.

Tingginya suku bunga membuat pembelian barang secara kredit menjadi semakin mahal.

Kenaikan paling besar dirasakan oleh masyarakat yang tinggal di rumah sewaan.

Jakarta, Equityworld Futures – Biaya hidup di Amerika Serikat (AS) semakin menguras kantong.

Sebab, semakin banyak uang yang harus dikeluarkan untuk kebutuhan sehari-hari, semakin sedikit pula. Tak hanya itu, a yang tersisa untuk kebutuhan lainnya. turut berperan penting..

Jika digabungkan, masyarakat AS rata-rata mengeluarkan US$38.423 dalam setahun, atau sekitar US$3.202 setiap bulan, hanya untuk memenuhi kedua kebutuhan tersebut.Β .

Biaya tempat tinggal masih menjadi salah satu beban terberat..

Bahkan, kenaikannya juga melampaui inflasi konsumen AS yang tercatat sebesar 2,6% pada 2025..

Akibatnya, penilaian konsumen terhadap kondisi pembelian barang-barang tersebut merosot hingga 18% pada Oktober..

Meski pengeluaran yang lebih tinggi daripada pendapatan tidak selalu berarti rumah tangga tersebut terlilit utang, selisih ini menunjukkan bahwa pendapatan tahunan saja belum cukup untuk menjelaskan bagaimana mereka membiayai kebutuhan hidupnya..

Hal ini terlihat dari survei terbaru University of Michigan yang menunjukkan bahwa kepercayaan konsumen AS masih berada pada tingkat yang sangat rendah..

Dari berbagai kebutuhan sehari-hari, tempat tinggal masih menjadi pengeluaran terbesar masyarakat AS.Β .

Hal tersebut terlihat dari laporan tahunan Consumer Expenditures yang dirilis Biro Statistik Tenaga Kerja AS (Bureau of Labor Statistics/BLS) pada Kamis (29/10/2026)..

Dari jumlah tersebut, sebanyak US$4.310 digunakan untuk membayar asuransi kesehatan.

Direktur Survei Konsumen University of Michigan, Joanne Hsu, menjelaskan bahwa kemampuan masyarakat untuk membeli barang masih menjadi salah satu masalah utama..

Artinya, data tersebut belum memperhitungkan dampak kenaikan harga energi akibat konflik AS. Di samping itu, Iran yang terjadi pada 2026. juga perlu diperhatikan..

Sepanjang 2025, rata-rata masyarakat AS mengeluarkan US$13.492 untuk transportasi, atau sekitar 16,5% dari total pengeluaran mereka..

Kondisi ini memperlihatkan bahwa meskipun pendapatan masyarakat AS secara rata-rata meningkat, rasa khawatir terhadap kondisi keuangan belum juga hilang..

Banyak masyarakat masih harus memikirkan bagaimana mencukupi kebutuhan sehari-hari sebelum menggunakan uangnya untuk membeli barang lain..

Sebagai perbandingan, persentasenya mencapai 39% pada kelompok berpenghasilan menengah sekaligus hanya 13% pada kelompok berpenghasilan tinggi…

Porsi tersebut menjadi yang terbesar dalam 15 tahun terakhir..

Kenaikan paling besar terlihat pada pengeluaran tempat tinggal yang tumbuh 5,8% dibandingkan 2024.

Kondisinya jauh lebih berat bagi masyarakat berpenghasilan rendah..

Bagi kelompok berpenghasilan tinggi, kenaikan biaya hidup mungkin masih bisa diimbangi dengan pendapatan yang mereka terima.

Sementara itu, rata-rata pengeluaran mereka justru mencapai US$37.935 per tahun..

Ketika semakin banyak uang habis untuk membayar kebutuhan pokok, masyarakat berpotensi mengurangi pembelian barang, ditambah lagi dengan jasa lainnya…

Meski Pengeluaran ini bukan hanya untuk membayar sewa atau cicilan rumah,, namun juga mencakup tagihan listrik, air, perabotan, hingga kebutuhan rumah tangga lainnya. tetap penting..

Salah satu kenaikan paling mencolok terjadi pada belanja daging, ayam, ikan, sekaligus telur yang meningkat hingga 11,7% dalam setahun…

Dari jumlah tersebut, sebanyak USgkan US.633 lainnya dihabiskan untuk makanan.7.790 digunakan untuk kebutuhan tempat tinggal, se, ditambah lagi dengan gkan US.633 lainnya dihabiskan untuk makanan…

Gambaran serupa terlihat dari survei Pew Research Center pada Juli hingga Agustus 2026..

Kenaikan ini bahkan lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan rata-rata pengeluaran masyarakat yang sebesar 4,3%..

Di tengah mahalnya biaya tempat tinggal, masyarakat AS juga harus mengeluarkan uang lebih banyak untuk membeli makanan..

Situasi ini tentu menjadi tantangan tersendiri bagi perekonomian AS..

Sederhananya, dari setiap US$100 yang dibelanjakan masyarakat, hampir US$34 habis untuk urusan rumah..

Jika dikonversi ke rupiah dengan (asumsi kurs Rp18.145/US$), besarnya pengeluaran tersebut cukup mencengangkan..

Bahkan, posisi indeks pada Oktober 2026 menjadi yang terendah kedua sepanjang sejarah survei tersebut, setelah sempat menyentuh rekor terendah 44,8 pada Mei 2026..

Padahal, pengeluaran masyarakat tidak berhenti pada urusan rumah sekaligus makanan saja…

Sebagai contoh, mobil atau perabotan rumah tangga.. sering terjadi ketika Menurutnya, semakin banyak masyarakat yang merasa kesulitan membeli barang-barang dengan harga relatif mahal. Selain itu, masa pemakaian panjang,..

Data tersebut memperlihatkan bahwa persoalan mahalnya biaya hidup di AS tidak dirasakan secara merata..

Bahkan, hampir separuh pengeluaran rumah tangga di negara dengan ekonomi terbesar dunia tersebut kini hanya digunakan untuk memenuhi dua kebutuhan, yakni tempat tinggal, ditambah lagi dengan makanan…

Kondisi ini memperlihatkan bahwa persoalan mahalnya biaya hidup masih menjadi masalah serius bagi masyarakat AS.

Namun, jika dibandingkan Oktober 2025 yang masih berada di level 53,6, indeks tersebut sudah turun sekitar 10,4%..

Rata-rata pengeluaran makanan mencapai US$10.633 per tahun pada 2025, naik dari US$10.169 pada tahun sebelumnya..

Menariknya, kedua pengeluaran tersebut tumbuh lebih cepat dibandingkan kenaikan rata-rata total belanja masyarakat yang sebesar 4,3%..

Rata-rata pendapatan mereka tercatat sebesar US.080 per tahun, se sekaligus gkan pengeluarannya mencapai US.405…

Berdasarkan laporan BLS, rata-rata pendapatan rumah tangga sebelum dipotong pajak meningkat 6,4% menjadi US$110.847 per tahun..

Kesulitan tersebut mencakup biaya berobat, transportasi sehari-hari, membayar sewa atau cicilan rumah, hingga harus mengandalkan bantuan makanan..

Sebenarnya, pendapatan masyarakat AS juga mengalami kenaikan sepanjang 2025..

Apalagi, laporan pengeluaran BLS yang dirilis pada Oktober 2026 baru menggambarkan kondisi sepanjang 2025..

Pasalnya, belanja masyarakat selama ini menjadi salah satu penggerak utama ekonomi negara tersebut..

Bahkan, pengeluaran untuk kebutuhan hunian utama meningkat 8% dibandingkan tahun sebelumnya..

Persoalan biaya hidup ini juga belum selesai ketika AS memasuki 2026..

Berdasarkan laporan American Affordability Tracker yang diterbitkan Urban Institute pada Oktober 2026, sekitar 49% penduduk AS yang tinggal dalam keluarga tidak memiliki kemampuan keuangan yang memadai untuk memenuhi seluruh kebutuhan penting sekaligus menjalani kehidupan yang layak…

Secara keseluruhan, rata-rata pengeluaran tahunan rumah tangga AS mencapai US$81.905 pada 2025, meningkat 4,3% dibandingkan US$78.527 pada tahun sebelumnya..

Sepanjang 2025, sekitar 33,9% dari total pengeluaran rumah tangga AS digunakan untuk kebutuhan tempat tinggal.

// .

Berdasarkan laporan tersebut, pengeluaran untuk tempat tinggal. Tak hanya itu, makanan mencapai 46,9% dari total rata-rata pengeluaran rumah tangga AS sepanjang 2025 turut berperan penting..

Namun, kondisinya berbeda bagi masyarakat berpenghasilan rendah..

// .

Pada saat yang sama, masyarakat juga masih mengkhawatirkan harga barang yang sulit dijangkau..

Kondisi serupa juga dialami kelompok masyarakat pada lapisan pendapatan 20% berikutnya..

Sementara itu, pengeluaran untuk makanan naik 4,6%..

Mahalnya biaya hidup ternyata juga mulai memengaruhi cara masyarakat AS meman, ditambah lagi dengan g kondisi perekonomian negaranya…

Oleh sebab itu, Masyarakat dengan pendapatan lebih kecil menghadapi tekanan yang jauh lebih berat. menjadi konsekuensi dari Alasannya adalah sebagian besar uang mereka harus digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari…

Semakin rendah angkanya, semakin buruk pula penilaian masyarakat terhadap kondisi ekonomi..

Sebanyak 71% masyarakat dari kelompok tersebut mengaku mengalami kesulitan memenuhi setidaknya satu kebutuhan dasar..

Artinya, pengeluaran kelompok masyarakat tersebut tercatat lebih dari dua kali lipat pendapatan mereka sebelum pajak..

Besarnya biaya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari ini membuat masyarakat harus semakin berhitung dalam menggunakan uangnya..

Sebagai gambaran, indeks kepercayaan konsumen digunakan untuk melihat seberapa optimistis atau pesimistis masyarakat terhadap kondisi keuangan pribadi. Di samping itu, perekonomian secara umum. juga perlu diperhatikan..

Namun, masalahnya tidak semua masyarakat AS memiliki penghasilan yang cukup untuk menutupi kebutuhan sehari-hari..

Sepanjang 2025, rata-rata pengeluaran untuk rumah sewa melonjak 10,8%, sementara pengeluaran untuk rumah milik sendiri meningkat 7,3%..

Pengeluaran untuk asuransi kesehatan ini sendiri naik 6,3% dibandingkan 2024..

Indeks yang mengukur penilaian tersebut turun dari 50,9 pada September menjadi 46,7 pada Oktober, atau merosot 8,3% hanya dalam satu bulan..

Survei tersebut menunjukkan bahwa 44% orang dewasa di AS mengalami setidaknya satu kesulitan dalam memenuhi kebutuhan dasar selama setahun terakhir..

Penurunan juga terlihat dari penilaian masyarakat terhadap kondisi ekonomi saat ini..

Sementara itu, pengeluaran untuk makanan mencapai Rp16,1 juta per bulan.

Menurut Urban Institute, pengeluaran untuk tempat tinggal yang ditanggung penyewa rumah kini sekitar US$710 lebih besar setiap bulan dibandingkan 2017..

Sementara itu, keluarga yang memiliki dua anak kecil harus mengeluarkan biaya pengasuhan anak sekitar US$6.600 lebih banyak setiap tahun dibandingkan sepuluh tahun lalu..

Jika digabung, jumlahnya mencapai Rp58 juta setiap bulan hanya biaya tempat tinggal, ditambah lagi dengan makanan…

Setelah membayar kebutuhan rumah, membeli makanan, membayar asuransi kesehatan,. Di samping itu, memenuhi kebutuhan transportasi, uang yang tersisa untuk kebutuhan lainnya tentu semakin terbatas, terutama bagi masyarakat yang penghasilannya pas-pasan. juga perlu diperhatikan..

Pada Oktober 2026, indeks kepercayaan konsumen AS tercatat sebesar 48,0, hampir tidak berubah dibandingkan September yang berada di level 48,1..

// .

Perkembangan terkait Rekor 15 Tahun! 50% Duit Warga AS Ludes Cuma untuk Bertahan Hidup akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.


Artikel ini disusun oleh Tim Riset Equityworld Futures Surabaya berdasarkan analisis data pasar dan pemberitaan terbuka di media sosial serta portal berita global.

Peringatan Risiko: Konten ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan menambah wawasan, bukan merupakan rekomendasi investasi. Trading futures dan instrumen keuangan lainnya mengandung risiko tinggi yang dapat mengakibatkan kerugian sebagian atau seluruh modal Anda. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada dan selalu melakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.

Kunjungi website kami untuk informasi lebih lanjut:
Berita Terkini Equity World Futures |
Equityworld Futures Official

Baca juga:

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By