0 0
Read Time:2 Minute, 47 Second

Equityworld Futures Trillium Surabaya – Berikut merupakan informasi terbaru terkait Jelang Keputusan The Fed: Won-Rupiah Melemah, Ringgit Malah Perkasa yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan oleh Tim Riset EWF untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.

Indeks dolar AS (DXY) pada pukul yang sama naik 0,08% ke 102,405, setelah pada perdagangan sebelumnya menguat 0,30%..

Jakarta, Equityworld Futures – Tekanan kembali mendominasi pasar valuta Asia pada perdagangan Rabu (28/10/2026).

Menjelang keputusan suku bunga bank sentral Amerika Serikat (AS), The Federal Reserve/The Fed, mayoritas mata uang kawasan melemah terhadap dolar AS..

Berdasarkan CME FedWatch, peluang The Fed menahan suku bunga pada pertemuan kali ini mencapai sekitar 91%..

Hanya dua mata uang yang menguat, sementara satu lainnya stagnan..

Karena keputusan menahan bunga sudah banyak diperhitungkan, perhatian investor justru akan tertuju pada sinyal mengenai langkah The Fed berikutnya, terutama peluang kenaikan suku bunga pada Desember..

Kondisi tersebut ikut menjaga daya tarik aset berdenominasi dolar..

Won anjlok 0,92% ke posisi KRW1.338,5/US$..

Won Korea Selatan mengalami tekanan paling dalam pagi ini.

Perhatian pasar kini tertuju pada hasil rapat Federal Open Market Committee (FOMC).

Sementara yen Jepang bergerak stagnan di posisi JPY157,94/US$..

“The Fed tidak perlu menaikkan suku bunga hari ini untuk menggerakkan pasar.

Baht Thailand melemah 0,12%, dolar Singapura turun 0,05%, dong Vietnam terkoreksi 0,03%,. Selain itu, yuan China melemah tipis 0,02%…

Imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun juga masih bertahan tinggi di sekitar 4,9967%.

Mereka hanya perlu mengubah persepsi mengenai peluang kenaikan bunga pada Desember,” ujar Chris Weston, Kepala Riset Pepperstone Group, dikutip dari Reuters..

Dolar AS memasuki hari keputusan The Fed dengan posisi yang masih cukup kuat.

Oleh sebab itu, Pernyataan The Fed menjadi penting terjadi.. menjadi konsekuensi dari Penyebab utamanya adalah perubahan kecil dalam pan sekaligus gan terhadap Desember dapat langsung mengubah ekspektasi pasar terhadap suku bunga AS dan arah dolar.,..

Di tengah tekanan tersebut, ringgit Malaysia menjadi mata uang dengan penguatan paling tinggi setelah naik 0,12%.

Pasar hampir sepenuhnya memperkirakan The Fed akan mempertahankan suku bunga pada kisaran 3,75%-4,00%..

Posisi tersebut membawa DXY bertahan di sekitar level tertinggi dalam dua pekan, sekaligus menjaga tekanan terhadap sejumlah mata uang Asia..

Peso Filipina menyusul dengan pelemahan 0,19%, sementara rupiah terkoreksi 0,14% ke posisi Rp18.170/US$.

Mata uang Garuda pun semakin mendekati level terlemah intraday sepanjang masa di Rp18.190/US$..

// .

Dari 10 mata uang Asia yang dipantau, sebanyak tujuh mata uang berada di zona merah.

Perkembangan terkait Jelang Keputusan The Fed: Won-Rupiah Melemah, Ringgit Malah Perkasa akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.


Artikel ini disusun oleh Tim Riset Equityworld Futures Surabaya berdasarkan analisis data pasar dan pemberitaan terbuka di media sosial serta portal berita global.

Peringatan Risiko: Konten ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan menambah wawasan, bukan merupakan rekomendasi investasi. Trading futures dan instrumen keuangan lainnya mengandung risiko tinggi yang dapat mengakibatkan kerugian sebagian atau seluruh modal Anda. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada dan selalu melakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.

Kunjungi website kami untuk informasi lebih lanjut:
Berita Terkini Equity World Futures |
Equityworld Futures Official

Baca juga:

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By