Equityworld Futures Trillium Surabaya – Berikut merupakan informasi terbaru terkait 6 Hal Paling Ditunggu dari The Fed, Dunia Bisa Dibuat Jungkir Balik yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan oleh Tim Riset EWF untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.
Menurut pan. Tak hanya itu, gan Warsh, memberikan arahan terlalu jauh berisiko membuat The Fed seolah sudah berkomitmen pada keputusan tertentu, padahal kondisi ekonomi dapat berubah sewaktu-waktu. turut berperan penting..
Proyeksi ini terakhir diperbarui pada September. Di samping itu, baru dijadwalkan kembali pada Desember. juga perlu diperhatikan..
Namun, The Fed menghadapi persoalan lain yang tidak kalah penting, yakni kondisi pasar tenaga kerja..
Independensi The Fed memiliki peran penting dalam menjaga kepercayaan pasar terhadap kebijakan moneter AS..
Karena itu, petunjuk mengenai kemungkinan kenaikan bunga berikutnya akan lebih banyak diperoleh dari pernyataan resmi FOMC serta konferensi pers Ketua The Fed Kevin Warsh..
Hal pertama yang ditunggu tentu saja keputusan suku bunga acuan The Fed..
Namun, kesepakatan serupa belum tentu kembali terjadi pada Oktober..
Sebaliknya, apabila The Fed mulai menunjukkan kekhawatiran terhadap perlambatan ekonomi, pasar dapat menurunkan perkiraan kenaikan suku bunga berikutnya..
Langkah tersebut sempat membantu mengurangi kekhawatiran sebagian pelaku pasar mengenai independensi The Fed..
Keduanya sebelumnya menyampaikan kekhawatiran bahwa tingkat suku bunga saat ini mungkin belum cukup tinggi untuk menekan inflasi secara berkelanjutan..
Mayoritas pelaku pasar memperkirakan Federal Funds Rate akan dipertahankan pada kisaran 3,75%-4,00%, setelah mengalami kenaikan sebesar 25 bps pada September lalu..
Apalagi, sejumlah pejabat The Fed sebelumnya telah memberikan sinyal bahwa kenaikan suku bunga pada Oktober belum terlalu mendesak..
Inflasi masih jauh di atas target 2%, se, ditambah lagi dengan gkan kenaikan harga minyak dan bahan bakar berpotensi mendorong biaya barang dan jasa semakin mahal…
Apabila terdapat beberapa suara yang mendukung kenaikan suku bunga, kondisi tersebut dapat memperkuat pan, ditambah lagi dengan gan bahwa penahanan bunga Oktober hanya bersifat sementara…
Namun, ada satu hal yang perlu diperhatikan.
Kondisi tersebut tidak terlepas dari lonjakan harga minyak dunia akibat ketegangan geopolitik di Timur Tengah..
Pasar akan memperhatikan apakah Warsh memiliki pan. Selain itu, gan yang sama atau justru menunjukkan sikap lebih tegas terhadap inflasi…
Secara bulanan, harga konsumen naik 0,6%, lebih tinggi dibandingkan kenaikan 0,4% pada Agustus..
// .
Hal berikutnya yang tidak kalah penting adalah bagaimana Kevin Warsh menjelaskan keputusan kebijakan moneter kali ini..
Kenaikan biaya energi juga berisiko merambat ke berbagai sektor ekonomi, terutama melalui kenaikan biaya transportasi, distribusi barang, sekaligus kegiatan produksi…
Justru pasar akan mencari kepastian apakah keputusan tersebut hanya merupakan jeda sementara sebelum kenaikan berikutnya..
Pada September lalu, keputusan menaikkan suku bunga sebesar 25 bps didukung secara bulat oleh 12 pejabat yang memiliki hak suara..
Jika The Fed memberikan sinyal bahwa kenaikan suku bunga tambahan masih diperlukan, ekspektasi kenaikan Desember berpotensi semakin menguat..
Sejak dirinya memegang pucuk pimpinan The Fed, Warsh dikenal kurang menyukai pendekatan forward gui, ditambah lagi dengan ce, yakni ketika bank sentral memberikan petunjuk yang cukup jelas mengenai arah kebijakan suku bunga pada masa mendatang…
Meski demikian, pasar masih memperkirakan a, ditambah lagi dengan ya kenaikan suku bunga berikutnya sebelum akhir tahun…
Sebaliknya, jika keputusan kembali diambil secara bulat, investor akan mencermati apakah kesepakatan itu mencerminkan kehati-hatian bersama atau a. Tak hanya itu, ya perubahan pandangan terhadap risiko inflasi. turut berperan penting..
Selain keputusan suku bunga, pasar juga akan memperhatikan hasil pemungutan suara para pejabat FOMC..
Sebaliknya, apabila perlambatan pasar tenaga kerja mulai mendapat perhatian lebih besar, The Fed mungkin memilih memperlambat langkah pengetatan moneternya..
Dot plot merupakan gambaran perkiraan masing-masing pejabat The Fed mengenai arah suku bunga pada masa mendatang.
Pertemuan ini menjadi salah satu ujian bagi independensi Kevin Warsh sebagai Ketua The Fed, terutama di tengah tekanan Presiden AS Donald Trump terhadap arah kebijakan suku bunga..
Di satu sisi, suku bunga tinggi masih diperlukan untuk menekan inflasi.
Contohnya, saat ini. tidak boleh diabaikan. dapat dilihat pada Kini, perhatian investor tidak hanya tertuju pada apakah suku bunga akan kembali dinaikkan,. Akan tetapi juga seberapa jauh The Fed akan mempertahankan kebijakan yang ketat..
Tekanan terbesar datang dari sektor energi.
Posisi tersebut lebih tinggi dibandingkan kisaran suku bunga saat ini sebesar 3,75%-4,00%..
Meski Karena itu, pasar tidak hanya akan melihat keputusan akhir,, namun juga berapa banyak anggota FOMC yang sebenarnya menginginkan kebijakan lebih ketat. tetap penting..
Penyebab utamanya adalah nya, pilihan kata dalam pernyataan FOMC sekaligus jawaban Warsh saat konferensi pers bisa dengan mudah memberikan pengaruhbesar terhadap pasar dibandingkan keputusan menahan suku bunga itu sendiri., sehingga berdampak pada Oleh terjadi….
Trump kembali berupaya memberhentikan Gubernur The Fed Lisa Cook, sementara komunikasi antara Gedung Putih. Selain itu, pimpinan bank sentral juga terus mendapat perhatian…
Trump sebelumnya berulang kali menginginkan suku bunga yang lebih rendah untuk membantu mendorong aktivitas ekonomi..
Wakil Ketua The Fed Philip Jefferson,, misalnya, menyoroti kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS yang telah memperketat kondisi keuangan…
Namun, pada September lalu, Warsh justru memimpin keputusan kenaikan suku bunga sebesar 25 bps, yang bertolak belakang dengan keinginan Trump untuk mendapatkan kebijakan moneter lebih longgar..
Kenaikan imbal hasil obligasi membuat biaya pinjaman menjadi lebih mahal,. Akibatnya, sebagian dampak pengetatan moneter sebenarnya sudah dirasakan masyarakat. Tak hanya itu, dunia usaha meskipun The Fed tidak kembali menaikkan suku bunga. turut berperan penting…
Dua perkembangan ini membuat tantangan tersendiri bagi The Fed..
Namun, apabila Warsh lebih menyoroti risiko perlambatan ekonomi. Selain itu, kebutuhan untuk menunggu data tambahan, investor bisa melihat adanya ruang bagi kebijakan yang lebih berhati-hati…
// .
Berdasarkan data Bureau of Labor Statistics (BLS), inflasi konsumen AS pada September 2026 mencapai 3,7% secara tahunan (year-on-year/yoy), meningkat dibandingkan Agustus sebesar 3,4%..
Karena itu, keputusan menahan suku bunga pada Oktober tidak serta-merta menunjukkan The Fed mulai melonggarkan kebijakannya..
Dalam proyeksi September, median perkiraan suku bunga The Fed untuk akhir 2026 berada di sekitar 4,1%, atau setara dengan kisaran target 4,00%-4,25%..
Investor akan memperhatikan bagaimana Warsh menjawab pertanyaan mengenai tekanan politik. Di samping itu, apakah keputusan kebijakan moneter benar-benar didasarkan pada kondisi ekonomi. juga perlu diperhatikan..
Sikap tersebut membuat komunikasi Warsh menjadi perhatian tersendiri bagi investor..
Hasil pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) tersebut dijadwalkan diumumkan pada Kamis (29/10/2026) pukul 01.00 WIB..
FOMC Oktober juga berlangsung dalam situasi politik yang cukup sensitif..
Jika Warsh lebih menekankan tingginya inflasi sekaligus perlunya menjaga stabilitas harga, peluang kenaikan suku bunga berikutnya dapat semakin besar…
Perkembangan inflasi AS menjadi salah satu alasan utama mengapa pasar masih memperkirakan kenaikan suku bunga dalam beberapa waktu kedepan..
Data BLS menunjukkan ekonomi AS hanya menambah 29.000 pekerjaan di luar sektor pertanian (nonfarm payrolls) pada September 2026.
Presiden Federal Reserve Bank of Cleveland Beth Hammack. Tak hanya itu, Presiden Federal Reserve Bank of Dallas Lorie Logan termasuk pejabat yang dinilai berpotensi menginginkan kenaikan suku bunga. turut berperan penting..
Dalam pernyataan September, The Fed menegaskan komitmennya untuk mengembalikan inflasi menuju target 2% dalam waktu yang lebih cepat..
Setelah keputusan Oktober, perhatian investor akan beralih ke FOMC terakhir tahun ini yang dijadwalkan berlangsung pada 8-9 Desember 2026..
Sejumlah ekonom memperkirakan kemungkinan munculnya dua hingga tiga pejabat yang berbeda pendapat apabila mayoritas FOMC memutuskan menahan suku bunga..
Keputusan itu menjadi kenaikan pertama sejak 2023, sekaligus menandai perubahan arah kebijakan setelah sebelumnya bank sentral AS memangkas suku bunga sepanjang 2025..
Pasar akan mencermati seberapa besar perhatian The Fed terhadap kedua persoalan tersebut..
Sebelumnya, di FOMC September, The Fed resmi menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 3,75%-4,00%.
Berdasarkan data CME FedWatch, menunjukkan peluang suku bunga saat ini berada di kisaran 90%..
Indeks harga energi melonjak 20,4% secara tahunan, sementara harga bensin meningkat 34,2%..
Namun, kondisi ekonomi AS sebenarnya masih memberikan alasan bagi The Fed untuk kembali menaikkan suku bunga..
Namun, apabila kebijakan terlalu ketat, pertumbuhan ekonomi. Selain itu, penciptaan lapangan kerja berisiko semakin melemah…
Jika pernyataan serupa kembali ditekankan pada Oktober, pasar dapat menafsirkannya sebagai tanda bahwa The Fed belum selesai menaikkan suku bunga..
Ekspektasi tersebut sejalan dengan hasil FOMC September, ketika mayoritas pejabat The Fed masih melihat perlunya kenaikan suku bunga tambahan sebelum akhir tahun..
Meski demikian, persoalan ini belum sepenuhnya usai.
Situasi semakin menarik terjadi karena keputusan FOMC Oktober diumumkan hanya beberapa hari sebelum pemilu sela AS yang dijadwalkan pada 3 November 2026…
Di sisi lain, sejumlah pejabat The Fed memberikan sinyal bahwa bank sentral masih memiliki waktu untuk menilai perkembangan ekonomi sebelum mengambil keputusan berikutnya..
FOMC Oktober tidak dijadwalkan merilis proyeksi ekonomi maupun dot plot terbaru..
Berdasarkan CME FedWatch menjelang rapat Oktober, pasar memperkirakan peluang sekitar 76,3% bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga setidaknya sekali hingga pertemuan Desember..
Jika investor mulai meragukan kemampuan bank sentral mengambil keputusan secara independen, ketidakpastian dapat meningkat, terutama di pasar obligasi. Tak hanya itu, valuta asing. turut berperan penting..
Sementara itu, tingkat pengangguran berada di level 4,2%..
Jakarta, Equityworld Futures – Bank sentral Amerika Serikat (AS) atau Federal Reserve (The Fed) se, ditambah lagi dengan g menggelar rapat kebijakan moneter pada 27-28 Oktober 2026..
Berbeda dengan pertemuan September lalu, kali ini pasar memperkirakan The Fed tidak akan melakukan perubahan pada suku bunga acuannya. .
Perkembangan terkait 6 Hal Paling Ditunggu dari The Fed, Dunia Bisa Dibuat Jungkir Balik akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.
Artikel ini disusun oleh Tim Riset Equityworld Futures Surabaya berdasarkan analisis data pasar dan pemberitaan terbuka di media sosial serta portal berita global.
Peringatan Risiko: Konten ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan menambah wawasan, bukan merupakan rekomendasi investasi. Trading futures dan instrumen keuangan lainnya mengandung risiko tinggi yang dapat mengakibatkan kerugian sebagian atau seluruh modal Anda. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada dan selalu melakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.
Kunjungi website kami untuk informasi lebih lanjut:
Berita Terkini Equity World Futures |
Equityworld Futures Official
Baca juga:
- Pasar Tanjung Jember Bakal Dibangun Baru | Equityworld Futures
- Equityworld Futures Surabaya | Daftar Harga LPG Nonsubsidi di Berbagai Wilayah