Equityworld Futures Trillium Surabaya – Berikut merupakan informasi terbaru terkait Dolar AS Takluk di Depan Ringgit, Yuan – Won, Rupiah Masih Merana yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan oleh Tim Riset EWF untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.
Dolar Taiwan menjadi mata uang dengan penguatan paling tajam pagi ini dengan apresiasi 0,25% ke level TWD32,495/US$. .
BOJ diperkirakan mulai mengubah fokusnya dari risiko inflasi yang terlalu rendah menjadi pemantauan risiko ke kedua arah..
Aksi jual obligasi pemerintah Prancis telah mendorong premi risiko utang negara tersebut ke level tertinggi sejak krisis utang Eropa pada 2011.
Di tengah penguatan mayoritas mata uang Asia, dolar AS justru masih terpantau mengalami penguatan.
Yen melemah 0,08% pagi ini. Di samping itu, berada di sekitar JPY157,63/US$. juga perlu diperhatikan..
Mata uang bersama Eropa turun mendekati level terendah dalam dua pekan, seiring pasar kembali mencemaskan kondisi fiskal Prancis..
// .
Won Korea Selatan menyusul dibawahnya dengan penguatan 0,18%, sementara baht Thailand menguat 0,15%. .
Namun, perhatian utama pasar valuta pekan ini akan tertuju pada rangkaian keputusan suku bunga sejumlah bank sentral utama dunia..
Posisi tersebut membuat DXY bertahan di sekitar level tertinggi dalam sepekan.
Pasar memperkirakan bank sentral AS akan mempertahankan suku bunga pada pertemuan kali ini setelah sebelumnya menaikkan bunga pada September..
Tekanan terhadap yen terjadi setelah mata uang Jepang kehilangan sebagian penguatan yang sempat dicatat pada pekan lalu..
Mata uang Garuda terkoreksi 0,10% ke posisi Rp18.130/US$. .
Dolar mendapat dukungan dari membaiknya selera investor terhadap aset berisiko setelah saham-saham teknologi di Wall Street kembali menguat. .
Dolar AS juga mendapat keuntungan dari pelemahan euro.
BOJ sendiri masih menghadapi tekanan harga yang cukup tinggi.
Jakarta, Equityworld Futures – Pergerakan mata uang Asia pada perdagangan Selasa (27/10/2026) relatif bergerak positif. .
Minta terhadap sektor teknologi AS kembali meningkat setelah perkembangan terbaru dari perusahaan kecerdasan buatan atau AI mendorong optimisme pasar. .
Merujuk data Refinitiv per pukul 09.19 WIB menunjukkan enam dari 10 mata uang Asia terpantau menguat terhadap dolar AS, sementara empat lainnya masih bergerak di zona pelemahan. .
Pada sisi lain, rupiah terpantau menjadi mata uang di Asia dengan tekanan paling dalam pada pagi ini.
Yuan China. Di samping itu, ringgit Malaysia sama-sama menguat tipis 0,02%, sedangkan dong Vietnam menguat hanya 0,01%. juga perlu diperhatikan..
Terlihat dari pergerakan indeks dolar AS (DXY) di waktu yang sama menguat 0,06% atau naik ke posisi 102,018. .
Peso Filipina melemah 0,09%, yen Jepang 0,08%, se. Di samping itu, gkan dolar Singapura terkoreksi tipis 0,02%. juga perlu diperhatikan..
Sementara Bank of Japan (BOJ) akan mengumumkan kebijakan pada Jumat.
Kondisi itu ikut menekan euro. Selain itu, secara tidak langsung menopang DXY…
Yen Jepang menjadi salah satu mata uang yang paling diperhatikan menjelang keputusan tersebut.
Bank Sentral Eropa atau ECB juga diperkirakan menahan suku bunga di level 2,5% pada Kamis..
“Kami memperkirakan BOJ akan menyimpulkan bahwa tingkat inflasi konsumen yang mendasari sudah berada pada level yang secara umum sesuai dengan target stabilitas harga 2%,” tulis analis MUFG, dikutip dari Reuters..
Bank Sentral AS (The Federal Reserve/The Fed) akan menyelesaikan rapat dua harinya pada Rabu waktu AS atau Kamis waktu Indonesia..
Pasar saat ini memperkirakan peluang kenaikan suku bunga BOJ pada Desember sedikit lebih besar dari 50%..
Data terbaru menunjukkan inflasi sektor jasa Jepang naik 3,7% secara tahunan pada September, memperkuat pan. Tak hanya itu, gan bahwa kenaikan suku bunga lanjutan masih mungkin dilakukan. turut berperan penting..
Namun, MUFG menilai menyentuh target inflasi sekali saja belum cukup.
Meski BOJ diperkirakan mempertahankan suku bunga di level 1,25%,, namun pasar akan mencari petunjuk mengenai peluang kenaikan berikutnya. tetap penting..
Perkembangan terkait Dolar AS Takluk di Depan Ringgit, Yuan – Won, Rupiah Masih Merana akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.
Artikel ini disusun oleh Tim Riset Equityworld Futures Surabaya berdasarkan analisis data pasar dan pemberitaan terbuka di media sosial serta portal berita global.
Peringatan Risiko: Konten ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan menambah wawasan, bukan merupakan rekomendasi investasi. Trading futures dan instrumen keuangan lainnya mengandung risiko tinggi yang dapat mengakibatkan kerugian sebagian atau seluruh modal Anda. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada dan selalu melakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.
Kunjungi website kami untuk informasi lebih lanjut:
Berita Terkini Equity World Futures |
Equityworld Futures Official
Baca juga:
- BI Cermati Harga 3 Komoditas Imbas Perang Iran-Israel | Equityworld Futures
- Siapa Brad Cooper? Otak di Balik Perang dan Komandan AS di Timur Tengah | Equityworld Futures