Equityworld Futures Trillium Surabaya – Berikut merupakan informasi terbaru terkait Mata Uang Asia Beda Nasib: Won- Ringgit Menggila, Rupiah Tetap Loyo yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan oleh Tim Riset EWF untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.
Dari AS, pelaku pasar juga menunggu sejumlah data penting, mulai dari kepercayaan konsumen Oktober, indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi atau PCE, hingga klaim pengangguran..
Sementara itu, pasar masih memperkirakan peluang kenaikan suku bunga dari Bank of Canada, ditambah lagi dengan Reserve Bank of New Zealand…
“Saya pikir pasar merespons penurunan imbal hasil Treasury yang kita lihat. Tak hanya itu, menyempitnya selisih imbal hasil antara AS dengan negara-negara G10 lainnya turut berperan penting..
Data tersebut akan memberi petunjuk tambahan mengenai kondisi ekonomi AS. Tak hanya itu, arah kebijakan The Fed. turut berperan penting..
Pada saat yang sama, imbal hasil obligasi pemerintah AS juga bergerak turun.
Menurut Attrill, penurunan imbal hasil Treasury membuat selisih imbal hasil antara AS. Tak hanya itu, sejumlah negara maju lainnya semakin menyempit turut berperan penting..
// .
Namun, rupiah belum ikut menikmati momentum tersebut.
Tekanan dari greenback sedikit mereda pada awal pekan ini.
Karena keputusan suku bunga sebagian besar sudah diperkirakan pasar, perhatian investor kemungkinan justru tertuju pada sinyal yang diberikan para bank sentral mengenai arah kebijakan berikutnya..
Yen Jepang menyusul dengan penguatan 0,13% ke JPY156,65/US$.
Hal itu sedikit mengurangi tekanan penguatan dolar AS,” ujarnya..
Dolar Taiwan naik 0,05%, se sekaligus gkan yuan China, dolar Singapura, dan ringgit Malaysia sama-sama menguat tipis 0,02%…
Dolar Amerika Serikat (AS) yang kembali melemah pada Senin (26/10/2026) membuat enam dari 10 mata uang kawasan mampu bertahan di zona hijau..
Indeks dolar AS (DXY) terpantau turun 0,19% ke posisi 101,617, seiring melemahnya imbal hasil obligasi pemerintah AS. Tak hanya itu, turunnya harga minyak. turut berperan penting..
Penurunan terjadi setelah muncul laporan bahwa mediator Qatar berada di Teheran pada Minggu dalam upaya meredakan ketegangan regional bersama AS..
Won Korea memimpin penguatan, sementara rupiah. Tak hanya itu, peso Filipina justru menjadi dua mata uang dengan tekanan paling dalam. turut berperan penting..
Kondisi tersebut ikut menahan dolar AS yang sebelumnya banyak mendapat dukungan dari tingginya harga minyak. Tak hanya itu, kekhawatiran inflasi. turut berperan penting..
“Panduan ke depan bisa lebih penting dibandingkan keputusan itu sendiri,” ujar Chris Weston, Kepala Riset Pepperstone, dikutip dari Reuters..
Jakarta, Equityworld Futures – Perdagangan awal pekan membawa angin segar bagi sebagian besar mata uang Asia.
Menurut Weston, keputusan pekan ini kemungkinan sudah banyak diperhitungkan pasar.
Harapan mere, ditambah lagi dengan ya konflik membuat sebagian tekanan pada harga energi berkurang..
Pergerakan mata uang global pekan ini akan banyak ditentukan oleh keputusan sejumlah bank sentral utama..
Baht Thailand turut terkoreksi 0,09%, sementara dong Vietnam melemah tipis 0,04%..
Dengan DXY yang mulai terkoreksi, ditambah lagi dengan imbal hasil Treasury bergerak turun, sebagian mata uang Asia mendapat ruang untuk menguat pada awal pekan ini..
Kondisi tersebut mengurangi sebagian daya tarik dolar AS..
Harga minyak Brent turun lebih dari 1% ke sekitar US$115 per barel, setelah pada pekan lalu sempat menyentuh level tertinggi dalam enam bulan..
Rupiah menyusul dengan pelemahan 0,30% ke posisi Rp18.095/US$, sekaligus semakin menjauh dari level psikologis Rp18.000/US$..
Merujuk data Refinitiv, per pukul 09.41 WIB, won Korea Selatan menjadi mata uang dengan penguatan paling tajam di Asia dengan kenaikan 0,18% ke posisi KRW1.321,21/US$..
Hal yang lebih berpotensi menggerakkan pasar adalah bagaimana bank sentral membentuk ekspektasi terhadap rapat berikutnya..
The Federal Reserve/The Fed, Bank Sentral Eropa (ECB),. Di samping itu, Bank of Japan (BOJ) diperkirakan akan mempertahankan suku bunga masing-masing. juga perlu diperhatikan..
Di sisi lain, peso Filipina menjadi mata uang dengan tekanan paling dalam setelah melemah 0,33%..
“Untuk sementara, pasar obligasi AS tampaknya menjadi penggerak utama kinerja dolar secara lebih luas,” ujar Ray Attrill, Kepala Strategi Valuta National Australia Bank, dikutip dari Reuters..
Imbal hasil Treasury tenor 10 tahun berada di sekitar 4,974%, se. Di samping itu, gkan tenor 30 tahun berada di 5,299%, keduanya bergerak dekat level terendah dalam sebulan. juga perlu diperhatikan..
Perkembangan terkait Mata Uang Asia Beda Nasib: Won- Ringgit Menggila, Rupiah Tetap Loyo akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.
Artikel ini disusun oleh Tim Riset Equityworld Futures Surabaya berdasarkan analisis data pasar dan pemberitaan terbuka di media sosial serta portal berita global.
Peringatan Risiko: Konten ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan menambah wawasan, bukan merupakan rekomendasi investasi. Trading futures dan instrumen keuangan lainnya mengandung risiko tinggi yang dapat mengakibatkan kerugian sebagian atau seluruh modal Anda. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada dan selalu melakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.
Kunjungi website kami untuk informasi lebih lanjut:
Berita Terkini Equity World Futures |
Equityworld Futures Official
Baca juga:
- Lulusan SMK dan Sarjana Banyak Nganggur, Kok Bisa?
- 10 Perusahaan Paling Berkuasa di Laut Dunia, Asia Menantang Eropa | Equityworld Futures