Equity World Futures Surabaya – Harga emas global berhasil bangkit (rebound) pada perdagangan Rabu (21/10/2026). Penguatan ini didorong oleh melemahnya nilai tukar Dolar Amerika Serikat (AS) serta turunnya harga minyak dunia yang sebelumnya sempat melonjak.
Pergerakan Harga Emas dan Logam Mulia
-
Emas Pasar Spot (XAU/USD): Naik sekitar 0,43% ke level US$4.132 per troy ounce pada perdagangan malam hari, setelah bergerak fluktuatif di rentang US$4.106 hingga US$4.142.
-
Kontrak Berjangka Emas (New York): Ditutup menguat 0,2% di level US$4.130,50 per troy ounce.
-
Emas vs Perak: Berbeda dengan emas, harga perak berjangka justru melemah 0,5% ke level US$57,422 per troy ounce, menunjukkan preferensi investor yang bervariasi terhadap logam mulia.
Turunnya harga energi mengurangi kekhawatiran pasar terhadap tekanan inflasi global, sehingga memberikan ruang bagi harga emas untuk pulih dari penurunan sebelumnya.
Dampak Harga Minyak dan Suku Bunga terhadap Emas
Antonio Di Giacomo, Analis Pasar dari XS.com, menjelaskan bahwa lonjakan harga minyak sebelumnya menjadi salah satu faktor utama yang menekan harga emas. Minyak bumi yang mahal berpotensi memicu inflasi dan mendorong bank sentral untuk memperketat kebijakan moneter.
Hubungan antara inflasi, suku bunga, dan emas:
-
Penyimpan Nilai (Store of Value): Inflasi tinggi biasanya meningkatkan daya tarik emas sebagai aset pelindung nilai (hedge).
-
Dampak Suku Bunga Tinggi: Namun, jika inflasi memicu kenaikan suku bunga acuan, emas akan menghadapi tantangan. Sebagai aset tanpa imbal hasil (non-yielding asset), emas menjadi kurang menarik dibandingkan aset berimbal hasil seperti obligasi pemerintah.
Informasi Resmi PT Equityworld Futures:
- Website Resmi Equityworld Futures
- Akun Demo Trading
- Registrasi Online
- Data Historis Trading
- Kontak Resmi
- Profil Perusahaan
