Equity World Futures Surabaya – Harga emas spot kembali bergerak menguat pada perdagangan awal pekan, Senin (19/10/2026). Lonjakan harga emas ini terjadi usai Ketua Federal Reserve (The Fed), Kevin Warsh, memberikan sinyal yang membuat investor memangkas ekspektasi kenaikan suku bunga acuan AS pada bulan ini.
Berdasarkan data pasar pada pukul 07.30 WIB, harga emas spot naik 0,4% ke level US$4.180,97 per troy ounce. Penguatan ini menjadi angin segar bagi logam mulia setelah sempat terkoreksi 0,7% pada pekan sebelumnya.
Pernyataan Kevin Warsh Jadi Pemicu Rebound Harga Emas
Reli harga emas hari ini didorong oleh perubahan proyeksi pasar terhadap kebijakan moneter Amerika Serikat. Setelah pernyataan Kevin Warsh mengemuka, para pelaku pasar langsung menurunkan probabilitas kenaikan suku bunga The Fed sebesar 25 basis poin (bps) hingga di bawah 20%.
Komentar Warsh dinilai sebagai indikator kuat bahwa Bank Sentral AS cenderung memilih untuk menahan suku bunga acuan (tetap) pada pertemuan pekan depan.
Mengapa Ini Berdampak Positif untuk Emas?
Suku bunga yang tinggi biasanya mendorong investor memindahkan dana ke aset berimbal hasil (interest-bearing assets). Ketika suku bunga ditahan atau dipangkas, emas sebagai aset non-imbal hasil (non-yielding asset) menjadi jauh lebih menarik bagi para pemodal.
Meredam Dampak Data Inflasi AS dan Tekanan Dolar
Sebelumnya, rilis data inflasi AS yang berada di atas perkiraan sempat memicu kekhawatiran pasar. Kekhawatiran bahwa The Fed akan kembali menaikkan suku bunga sempat mendongkrak nilai tukar Dolar AS dan menekan harga emas.
Namun, sinyal dovish dari Warsh berhasil menenangkan kecemasan pasar, menahan laju kenaikan Dolar AS, sekaligus membuka jalan bagi pemulihan (rebound) harga emas dunia.
Informasi Resmi PT Equityworld Futures:
- Website Resmi Equityworld Futures
- Akun Demo Trading
- Registrasi Online
- Data Historis Trading
- Kontak Resmi
- Profil Perusahaan
