Equityworld Futures Trillium Surabaya – Berikut merupakan informasi terbaru terkait Harga Batu Bara Membara Lagi, China dan India Sedang Cemas yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan oleh Tim Riset EWF untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.
Pasokan ke sektor listrik naik 11% menjadi 148,20 juta ton, se. Selain itu, gkan produksi meningkat 3,81% menjadi 151,37 juta ton…
Peningkatan pasokan tersebut membantu CIL mengurangi sekitar 63 juta ton stok batu bara di area tambang selama enam bulan pertama tahun fiskal berjalan..
China juga melaporkan produksi batu bara komersial China Coal Energy turun 9,1% secara tahunan (year-on-year/yoy) menjadi 10,5 juta ton pada September 2026..
Sementara itu, pasokan ke sektor non-regulasi tumbuh lebih tinggi, yakni 19,41%..
// .
CIL menargetkan produksi sebesar 815 juta ton sekaligus pasokan 850 juta ton sepanjang tahun fiskal 2026/2027…
Setelah musim hujan berakhir, produksi, ditambah lagi dengan pasokan batu bara diperkirakan kembali meningkat..
Harga batu bara termal di kawasan pertambangan China bertahan di level tinggi.
Sepanjang kuartal II tahun fiskal 2026/2027, pasokan batu bara CIL mencapai 186,04 juta ton, tumbuh 12,04% secara tahunan.
Produksi batu bara CIL juga meningkat 9,18% menjadi 53,50 juta ton pada September, dari 49 juta ton setahun sebelumnya..
Merujuk Refinitiv, harga batu bara pada perdagangan Kamis (16/10/2026) ditutup di posisi U$ 152,85 per ton atau menguat 0,72%..
Kenaikan ini menjadi kabar baik setelah harganya melandai 0,9% pada Rabu..
Penurunan ini mencerminkan tekanan produksi yang masih dihadapi perusahaan milik negara tersebut di tengah dinamika industri batu bara China..
Kenaikan ini terjadi di tengah meningkatnya permintaan listrik..
Dari India dilaporkan, perusahaan batu bara milik negara India, Coal India Limited (CIL), meningkatkan pasokan batu bara sebesar 12,5% menjadi 61,20 juta ton pada September tahun fiskal 2026/2027.
Kenaikan ini memperpanjang reli batu bara dengan melesat 1,8% dalam tiga hari terakhir..
Namun, pergerakan harga beberapa jenis batu bara berbeda..
Permintaan Listrik Naik, Pasokan Batu Bara India Melonjak 12,5%.
Namun, kinerja operasional perusahaan secara keseluruhan. Tak hanya itu, kondisi pasar akan menentukan apakah tren penurunan ini berlanjut. turut berperan penting..
Kondisi ini didukung penjualan tambang yang lancar serta kenaikan harga pembelian di pelabuhan. Tak hanya itu, oleh sejumlah kelompok perusahaan besar turut berperan penting..
Data yang dipublikasikan Shanghai Metals Market (SMM) pada Kamis menunjukkan pelemahan produksi China Coal Energy.
Pasokan batu bara ke sektor kelistrikan naik 10,63% menjadi 48,90 juta ton, dibandingkan 44,20 juta ton pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya India menjaga ketahanan energi di tengah kebutuhan listrik yang terus meningkat..
Perkembangan terkait Harga Batu Bara Membara Lagi, China dan India Sedang Cemas akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.
Artikel ini disusun oleh Tim Riset Equityworld Futures Surabaya berdasarkan analisis data pasar dan pemberitaan terbuka di media sosial serta portal berita global.
Peringatan Risiko: Konten ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan menambah wawasan, bukan merupakan rekomendasi investasi. Trading futures dan instrumen keuangan lainnya mengandung risiko tinggi yang dapat mengakibatkan kerugian sebagian atau seluruh modal Anda. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada dan selalu melakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.
Kunjungi website kami untuk informasi lebih lanjut:
Berita Terkini Equity World Futures |
Equityworld Futures Official
Baca juga:
- China dan AS Punya Lahan Pertanian Terluas di Dunia, RI Masih Jauh | Equityworld Futures
- Equity World Trillium Surabaya – Dampak Kebijakan Trump dan Federal Reserve pada Harga Emas