Equity World Futures Surabaya – Harga emas dunia berhasil rebound lebih dari 1% pada perdagangan Kamis (15/10), sekaligus mengakhiri tren penurunan selama tiga hari berturut-turut. Penguatan ini didorong oleh melemahnya nilai tukar dolar AS dan penurunan imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS (US Treasury).
Berdasarkan pantauan pasar, harga emas di pasar spot diperdagangkan di kisaran US$ 4.153,42 per troy ounce. Sementara itu, harga emas berjangka AS untuk kontrak pengiriman Desember ditutup menguat 1,5% ke level US$ 4.170,10 per troy ounce.
Faktor Utama Pendorong Kenaikan Harga Emas
Ada beberapa faktor kunci yang memicu pemulihan harga sang logam mulia pada sesi perdagangan kali ini:
1. Pelemahan Dolar AS dan Yield Obligasi
Nilai tukar dolar AS tercatat terkoreksi sekitar 0,5%. Di saat yang sama, yield obligasi US Treasury tenor 10 tahun merosot ke level terendahnya dalam tiga minggu terakhir. Penurunan dolar dan imbal hasil obligasi ini secara otomatis meningkatkan daya tarik emas sebagai aset investasi yang tidak memberikan imbal hasil (non-yielding asset).
2. Meredanya Spekulasi Kenaikan Suku Bunga Fed
Meskipun data Indeks Harga Konsumen (CPI) dan Indeks Harga Produsen (PPI) AS terbaru menunjukkan tekanan inflasi yang masih tinggi, ekspektasi pasar terhadap kenaikan suku bunga Federal Reserve (The Fed) pada bulan Oktober justru melunak.
Peluang kenaikan suku bunga bulan ini turun menjadi sekitar 29%, setelah sejumlah pejabat The Fed memberikan sinyal bahwa bank sentral mungkin tidak perlu terburu-buru melakukan pengetatan moneter dalam waktu dekat.
3. Tingginya Permintaan Aset Safe-Haven
Daya tarik emas sebagai aset aman (safe-haven) terus mendapat dukungan dari tingginya volatilitas di pasar saham global serta ketegangan geopolitik dunia yang masih berlanjut.
Informasi Resmi PT Equityworld Futures:
- Website Resmi Equityworld Futures
- Akun Demo Trading
- Registrasi Online
- Data Historis Trading
- Kontak Resmi
- Profil Perusahaan
