Equityworld Futures Trillium Surabaya – Berikut merupakan informasi terbaru terkait Harga Batu Bara Turun Usai Terbang Tinggi, Salahkan China! yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan oleh Tim Riset EWF untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.
Kondisi ini menjadi perubahan penting bagi pasar global.
Di Jepang, penggunaan pembangkit listrik termal yang sudah ada juga kembali mendapat perhatian, termasuk melalui pelonggaran sementara pembatasan pengoperasian pembangkit batu bara yang kurang efisien.
Dari sisi pasokan, ekspor Indonesia turut terdampak penyesuaian rencana produksi. Selain itu, persetujuan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB)..
Langkah ini mencerminkan pentingnya batu bara sebagai penopang keamanan pasokan listrik ketika sistem energi menghadapi tekanan..
Namun, angka tersebut masih meningkat dari 42,09 juta ton pada Agustus..
Namun, perpanjangan operasi tambang lain di negara bagian yang sama telah disetujui bulan sebelumnya..
Ketidakpastian pasokan dari Indonesia sekaligus Australia membuat pasar batu bara semakin sensitif terhadap perubahan permintaan dan gangguan rantai pasok…
Selain itu, rendahnya permukaan air sungai di Kalimantan mengganggu logistik pengangkutan batu bara..
Hal ini disebabkan oleh kabar buruk dari China, akibatnya Harga batu bara melemah, salah satunya..
Australia, eksportir batu bara utama lainnya, juga menghadapi ketidakpastian.
Impor batu bara China, pembeli batu bara terbesar di dunia, turun 6% secara tahunan pada September 2026.
Ba sekaligus Energi Internasional (IEA) memperkirakan permintaan batu bara global pada 2026 mencapai rekor 8,94 miliar ton, naik 1,2% dibandingkan 2025..
Pengadilan Tinggi Australia menguatkan putusan yang membatalkan perpanjangan masa penambangan Mount Pleasant Coal Mine di New South Wales melewati Desember.
Secara historis, Indonesia berperan sebagai pemasok penyangga yang meningkatkan ekspor ketika permintaan sekaligus harga batu bara naik..
Penurunan ini terjadi di tengah tingginya persediaan domestik China. Di samping itu, kendala pasokan dari Indonesia sebagai salah satu pemasok utama. juga perlu diperhatikan..
Direktur Commodity Insights, Mark Gresswell, menilai faktor pasokan menjadi penentu utama..
// .
Produksi listrik China dari bahan bakar fosil juga turun 4,3% pada Agustus secara tahunan.
Ekspor Indonesia menghadapi tekanan seiring pengetatan persetujuan rencana tambang, ditambah lagi dengan kewajiban pemenuhan kebutuhan domestik..
Commodity Insights memperkirakan ekspor batu bara Indonesia pada 2026 mencapai sekitar 450 juta ton, atau berpotensi turun sekitar 10% secara tahunan..
Kenaikan ini didorong tingginya harga gas alam serta gangguan pasokan energi akibat perang Iran..
Data LSEG menunjukkan kontrak berjangka batu bara termal Australia berkalori tinggi, yang menjadi acuan pasar Asia, diperdagangkan di sekitar US$150 per ton.
Data bea cukai China menunjukkan impor batu bara pada September mencapai 43,37 juta ton, turun dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Pelemahan ini memutus reli batu bara dalam tiga hari beruntun sebelumnya..
Di tengah penurunan impor China, harga batu bara untuk pembangkit listrik justru meningkat sekitar 44% sejak awal tahun.
Gangguan pasokan gas alam cair (LNG) akibat blokade Selat Hormuz turut meningkatkan daya tarik batu bara sebagai alternatif yang lebih murah, terutama bagi India. Tak hanya itu, Pakistan. turut berperan penting..
Penurunan ekspor kini membatasi kemampuan pasokan tersebut..
Ketika sejumlah tambang menghentikan produksi, pembeli China beralih ke impor untuk menutup kekurangan pasokan..
Direktur Senior Fitch Ratings Penny Chen mengatakan, persediaan batu bara di perusahaan pembangkit listrik pesisir China lebih tinggi dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Kondisi ini dipengaruhi oleh musim panas yang relatif sejuk sehingga berdampak pada kebutuhan pendingin ruangan menurun…
Meski impor September melemah, secara kumulatif impor batu bara China selama Januari-September 2026 masih tumbuh 2,2% menjadi 353,54 juta ton..
Impor sempat melonjak pada Juni. Di samping itu, Juli setelah kecelakaan mematikan di tambang Liushenyu, Provinsi Shanxi, pada Mei memicu inspeksi keselamatan besar-besaran juga perlu diperhatikan..
Jakarta, Equityworld Futures – Harga batu bara akhirnya turun setelah terbang tiga hari beruntun..
Merujuk Refinitiv, harga batu bara pada perdagangan Rabu (14/10/2026) ditutup di posisi U$ 151,75 per ton atau melemah 0,9%..
Peningkatan produksi listrik dari tenaga air, nuklir,. Di samping itu, energi terbarukan mengurangi porsi batu bara dalam bauran pembangkitan listrik. juga perlu diperhatikan..
Namun, kenaikan harga bukan semata-mata disebabkan permintaan.
Harga tersebut sempat menyentuh sekitar US$152 per ton pada 6 Oktober, mendekati level tertinggi sejak Desember 2023..
Perkembangan terkait Harga Batu Bara Turun Usai Terbang Tinggi, Salahkan China! akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.
Artikel ini disusun oleh Tim Riset Equityworld Futures Surabaya berdasarkan analisis data pasar dan pemberitaan terbuka di media sosial serta portal berita global.
Peringatan Risiko: Konten ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan menambah wawasan, bukan merupakan rekomendasi investasi. Trading futures dan instrumen keuangan lainnya mengandung risiko tinggi yang dapat mengakibatkan kerugian sebagian atau seluruh modal Anda. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada dan selalu melakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.
Kunjungi website kami untuk informasi lebih lanjut:
Berita Terkini Equity World Futures |
Equityworld Futures Official
Baca juga:
- Equityworld Futures Surabaya | Kementerian ESDM Uji Bahan Bakar B50 pada Kereta Api
- Equityworld Futures Surabaya | Fenomena di Timur Indonesia: Pelan-Pelan Sagu dan Umbi-umbian Ditinggal