0 0
Read Time:4 Minute, 23 Second

Equityworld Futures Trillium Surabaya – Berikut merupakan informasi terbaru terkait Dua Pekan Tertekan, Harga Emas Dunia Kini Kembali Merangkak Naik yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan oleh Tim Riset EWF untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.

Kondisi tersebut membuat pergerakan harga emas masih sensitif terhadap perubahan ekspektasi inflasi. Tak hanya itu, kebijakan suku bunga AS. turut berperan penting..

Menurutnya, ekspektasi kenaikan suku bunga The Federal Reserve (The Fed) kemungkinan telah tercermin dalam harga emas.

Jakarta,Β Equityworld Futures – Harga emas dunia kembali melesat pada perdagangan akhir pekan, Jumat (9/10/2026), setelah tertekan selama dua pekan berturut-turut.

Dalam sepekan, harga emas menguat 1,24%, berbalik dari pelemahan 3,36% pada pekan sebelumnya.

Data tersebut menjadi salah satu indikator penting bagi The Fed menjelang pertemuan kebijakan moneter pada 27-28 Oktober 2026..

Pada Jumat, imbal hasil obligasi tenor 10 tahun kembali naik 2,8 basis poin menjadi 5,261%.

Pemulihan harga emas juga didukung oleh mere sekaligus ya tekanan dari dolar AS dan imbal hasil obligasi pemerintah AS…

Reuters melaporkan permintaan emas di India cenderung lesu pada pekan ini seiring kenaikan harga, se sekaligus gkan aktivitas perdagangan di China terbatas akibat libur nasional…

Mengutip Reuters, berdasarkan perangkat CME FedWatch, pelaku pasar memperkirakan peluang kenaikan suku bunga pada pertemuan Oktober sebesar 19%.

Dengan demikian, meski emas berhasil bangkit setelah dua pekan melemah, keberlanjutan penguatannya masih akan bergantung pada data inflasi AS, pergerakan dolar. Di samping itu, imbal hasil obligasi, serta arah kebijakan The Fed dalam beberapa pekan mendatang. juga perlu diperhatikan..

Penguatan ini sekaligus mengakhiri tren negatif selama dua pekan berturut-turut..

Pada perdagangan Jumat, harga minyak Brent ditutup di sekitar US$104 per barel, meskipun AS mengumumkan kesepakatan dengan Rusia untuk menambah pasokan diesel ke pasar global..

Emas merupakan aset yang tidak memberikan bunga,. Akibatnya, imbal hasil obligasi yang lebih rendah dapat meningkatkan daya tariknya…

Namun, peluang kenaikan lebih lanjut masih terbatas tanpa a. Selain itu, ya peristiwa besar yang mengubah sentimen pasar…

Perhatian investor kini tertuju pada rilis indeks harga konsumen atau Consumer Price Index (CPI) AS yang dijadwalkan pada pekan depan..

Suku bunga yang lebih tinggi dapat mengurangi daya tarik emas terjadi karena investor cenderung memilih aset yang memberikan imbal hasil, termasuk obligasi pemerintah AS…

Sementara itu, permintaan emas fisik di Asia menunjukkan perkembangan berbeda.

Meski demikian, secara mingguan imbal hasil tersebut turun 3,5 basis poin, menjadi penurunan mingguan terbesar dalam dua bulan..

Imbal hasil US Treasury tenor 10 tahun sempat mencapai level tertinggi dalam lebih dari dua dekade pada Rabu (7/10/2026), sebelum bergerak turun dalam beberapa sesi berikutnya..

Sementara itu, probabilitas setidaknya satu kenaikan sebesar 25 basis poin hingga Desember mencapai 84%..

Sebaliknya, inflasi yang lebih rendah dari perkiraan berpotensi meredakan tekanan kenaikan suku bunga, sehingga berdampak pada memberikan ruang bagi pemulihan emas…

Merujuk Refinitiv, harga emas pada penutupan perdagangan Jumat (9/10/2026) berada di level US$4.193,83 per troy ons, melonjak 1,45% dibandingkan penutupan sebelumnya sebesar US$4.133,93 per troy ons..

Pelemahan dolar membuat emas relatif lebih murah bagi investor yang menggunakan mata uang lainnya..

Meski harga emas menguat, prospek kebijakan moneter AS masih menjadi tantangan bagi logam mulia..

Penguatan ditopang aksi beli investor saat harga rendah, sementara pasar mencermati arah suku bunga Amerika Serikat (AS) menjelang rilis data inflasi terbaru..

Louis Alberto Musalem pada Kamis (8/10/2026) menyatakan bahwa bank sentral AS masih perlu menaikkan suku bunga untuk membawa inflasi kembali menuju target 2%..

Rhona O’Connell, Kepala Analisis Pasar StoneX, menjelaskan bahwa investor mulai kembali membeli emas ketika harga berada pada level rendah, dengan area US$4.000 per troy ons menjadi salah satu penopang harga..

Kenaikan tersebut memperpanjang penguatan emas menjadi dua hari beruntun, setelah pada Rabu (7/10/2026) harganya sempat menyentuh level terendah dalam dua bulan..

Dolar AS yang sedikit melemah pada perdagangan Jumat juga membantu penguatan emas.

Alasannya adalah berpotensi menjaga tekanan inflasi tetap tinggi.. Akibatnya, Di sisi lain, harga minyak dunia yang masih berada di atas US0 per barel turut menjadi perhatian…

Menurutnya, apabila inflasi tetap tinggi. Selain itu, mendorong The Fed menaikkan suku bunga lebih agresif, harga emas berpotensi kembali menguji level psikologis US.000 per troy ons…

Han Tan, Kepala Analis Pasar Bybit, menilai data inflasi mendatang berpotensi menjadi katalis bagi pergerakan besar harga emas berikutnya..

// .

Mengutip Reuters, kenaikan harga emas ditopang aksi beli investor setelah logam mulia tersebut mengalami penurunan tajam sepanjang beberapa pekan terakhir..

Penurunan imbal hasil secara mingguan memberikan ruang bagi harga emas untuk pulih.

// .

Perkembangan terkait Dua Pekan Tertekan, Harga Emas Dunia Kini Kembali Merangkak Naik akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.


Artikel ini disusun oleh Tim Riset Equityworld Futures Surabaya berdasarkan analisis data pasar dan pemberitaan terbuka di media sosial serta portal berita global.

Peringatan Risiko: Konten ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan menambah wawasan, bukan merupakan rekomendasi investasi. Trading futures dan instrumen keuangan lainnya mengandung risiko tinggi yang dapat mengakibatkan kerugian sebagian atau seluruh modal Anda. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada dan selalu melakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.

Kunjungi website kami untuk informasi lebih lanjut:
Berita Terkini Equity World Futures |
Equityworld Futures Official

Baca juga:

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By