Equityworld Futures Trillium Surabaya – Berikut merupakan informasi terbaru terkait El Nino Mengancam India, Krisis Pangan dan Ekonomi di Depan Mata yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan oleh Tim Riset EWF untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.
FEWS NET mencatat hujan Juni-September di sejumlah wilayah Pakistan jauh di bawah rata-rata.
Artinya, penurunan produksi belum otomatis berujung pada pembatasan ekspor..
Kekurangan hujan diperkirakan menekan produksi musim kharif sekaligus pendapatan buruh tani..
Tekanan tersebut juga menjadi perhatian bagi Asia, terutama India.
Perubahan ini menggeser pola sirkulasi atmosfer. Di samping itu, distribusi hujan, sehingga berdampak pada sebagian wilayah mengalami kondisi lebih panas dan kering. juga perlu diperhatikan…
Pelemahan daya beli di wilayah ini menjadi risiko bagi perusahaan, misalnya Hindustan Unilever, Colgate-Palmolive, Nestle, hingga produsen mobil Maruti Suzuki…
Dampaknya dapat berlanjut ke musim tanam berikutnya apabila waduk tidak memperoleh cukup tambahan air..
Meski Pertanian menyumbang sekitar 17% perekonomian India,, namun menopang mata pencaharian sekitar 46,1% tenaga kerjanya tetap penting..
Kondisi tersebut menambah risiko bagi tanaman musim dingin yang membutuhkan pasokan air setelah musim monsun berakhir. .
Kondisi ini membuat kawasan tersebut semakin rentan terhadap kenaikan harga pangan di tengah tekanan cuaca ekstrem. Tak hanya itu, gangguan pasokan pupuk. turut berperan penting..
Meski demikian, ekonomi India belum kehilangan seluruh penopangnya.
Gangguan pasokan di luar negeri dapat memperbesar tekanan ketika produksi domestik juga menghadapi cuaca kering..
RBI masih memperkirakan pertumbuhan ekonomi sebesar 7,1% pada tahun fiskal berjalan. HDFC juga mencatat perluasan irigasi. Di samping itu, cadangan pangan yang besar dapat membantu meredam dampak kekurangan hujan. juga perlu diperhatikan..
Fenomena tersebut masih berkembang menuju puncaknya pada akhir tahun..
Menteri Luar Negeri India Subrahmanyam Jaishankar memperingatkan bahwa kombinasi El Niño, ditambah lagi dengan kekurangan pupuk akibat konflik geopolitik berpotensi memicu krisis pangan besar dalam beberapa bulan mendatang, sebagaimana dilaporkan CNBC International…
HDFC Mutual Fund dalam analisis 6 Oktober mencatat defisit hujan sekitar 13% dibandingkan normal.
Bank sentral turut menaikkan proyeksi inflasi tahun fiskal berjalan menjadi 5,2%, dari sebelumnya 5%..
USDA masih memperkirakan ekspor beras India yang tetap tinggi dengan dukungan stok besar.
Lebih dari 75% negara di Asia Selatan. Selain itu, Asia Tenggara masuk kategori risiko ketahanan pangan tinggi hingga sangat tinggi..
Mengutip CNBC International, India menerima curah hujan terendah dalam lebih dari satu dekade sepanjang Juni-September 2026.
HDFC mencatat waduk di wilayah selatan hanya terisi sekitar 52% dari kapasitas tampung efektifnya, sementara wilayah tengah. Selain itu, barat memiliki kondisi lebih baik…
Nomura menyebut sejumlah wilayah Maharashtra, Andhra Pradesh, Punjab,, ditambah lagi dengan Haryana menghadapi kondisi kekeringan ekstrem…
El Niño terjadi ketika suhu permukaan laut di Pasifik ekuator bagian tengah. Di samping itu, timur menghangat melebihi normal juga perlu diperhatikan..
Kondisi ini meningkatkan kerentanan produksi pertanian ketika El Niño mengganggu pola hujan..
Bagi Indonesia, perkembangan panen. Selain itu, kebijakan pemasok beras menjadi hal yang perlu dicermati, bersamaan dengan ketersediaan air untuk produksi dalam negeri..
Kementerian Keuangan India juga memperingatkan bahwa mahalnya minyak, ditambah lagi dengan gangguan pasokan dapat menambah tekanan inflasi…
“Risiko ketahanan pangan di Asia Selatan, ditambah lagi dengan Asia Tenggara diperkirakan meningkat, memperbesar potensi kerusuhan dan ketidakstabilan politik di sejumlah ekonomi paling rentan,” tulis Verisk Maplecroft dalam laporan 16 September 2026…
Ba. Di samping itu, meteorologi Inggris, Met Office, dalam laporan 22 September 2026 menyatakan suhu permukaan laut di Pasifik ekuator bagian tengah telah melampaui tingkat yang tercatat pada kejadian El Niño sebelumnya juga perlu diperhatikan..
Meski demikian, luas tanam musim kharif, yakni musim tanam utama di India yang bergantung pada curah hujan monsun, hanya turun 1,4% dari tahun sebelumnya setelah hujan Juli membantu mengejar keterlambatan penanaman.
Cuaca panas, ditambah lagi dengan tekanan terhadap ketersediaan air berpotensi mengganggu produksi sawit, sementara negara pengimpor pangan menghadapi risiko kenaikan harga apabila pasokan internasional mengetat…
Tekanan ketahanan pangan sering memuncak pada musim paceklik berikutnya, ketika hasil panen. Selain itu, pendapatan rumah tangga telah berkurang…
Gangguan panen di negara produsen dapat merembet ke negara pengimpor melalui kenaikan harga, ditambah lagi dengan berkurangnya pasokan di pasar internasional…
Besarnya dampak terhadap pasar pangan juga bergantung pada kebijakan perdagangan.
Risiko juga menjangkau Indonesia, ditambah lagi dengan Malaysia sebagai produsen utama minyak sawit dunia…
Dampaknya pun dapat muncul setelah musim hujan berakhir.
Oleh sebab itu, perubahan kebijakan ekspornya dapat menggerakkan harga internasional. menjadi konsekuensi dari Menurut FEWS NET, India rata-rata memasok sekitar 40% ekspor beras dunia,..
Grafik tersebut memperlihatkan bahwa sejumlah eksportir beras utama Asia, termasuk India, Thailand,. Selain itu, Pakistan, menghadapi tekanan tinggi terhadap sumber daya air..
Luas tanam padi turun lebih besar, yakni 3,7%..
Bagi pertanian, berkurangnya hujan dapat menghambat penanaman, menurunkan kelembapan tanah, serta membatasi air irigasi.
Pasar pedesaan juga menyumbang hampir 40% penjualan barang konsumsi sehari-hari atau FMCG, menurut data Nielsen Consumer yang dikutip CNBC International.
Hanna Luchnikava-Schorsch, Kepala Ekonomi Asia Pasifik S&P Global Market Intelligence, memperkirakan ekonomi pedesaan India melambat secara signifikan pada 2026. Tak hanya itu, 2027 akibat tekanan terhadap hasil panen dan pendapatan petani. turut berperan penting..
Karena itu, gangguan panen dapat menekan pendapatan masyarakat. Di samping itu, belanja rumah tangga. juga perlu diperhatikan..
Jakarta, CNBC Indonesia – El Niño mulai menekan pertanian India, dari berkurangnya hujan hingga terbatasnya ca, ditambah lagi dengan gan air untuk musim tanam berikutnya..
Pada akhir September, ca. Di samping itu, gan air waduk masih sekitar 28% di bawah kapasitas penuh, menurut laporan Nomura juga perlu diperhatikan..
Meski demikian, peluang hujan lebih baik pada musim berikutnya dapat membantu pemulihan sebagian produksi. .
Inflasi konsumen India mencapai 4,82% secara tahunan pada Agustus, sementara inflasi pangan sebesar 5,95%.
Pada Rabu (7/10/2026), Reserve Bank of India menaikkan suku bunga acuan 25 basis poin menjadi 5,5%.
Ancaman ini datang ketika konflik geopolitik turut mengerek biaya energi, mengganggu pasokan pupuk,. Tak hanya itu, memperbesar risiko kenaikan harga pangan. turut berperan penting..
Perkembangan terkait El Nino Mengancam India, Krisis Pangan dan Ekonomi di Depan Mata akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.
Artikel ini disusun oleh Tim Riset Equityworld Futures Surabaya berdasarkan analisis data pasar dan pemberitaan terbuka di media sosial serta portal berita global.
Peringatan Risiko: Konten ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan menambah wawasan, bukan merupakan rekomendasi investasi. Trading futures dan instrumen keuangan lainnya mengandung risiko tinggi yang dapat mengakibatkan kerugian sebagian atau seluruh modal Anda. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada dan selalu melakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.
Kunjungi website kami untuk informasi lebih lanjut:
Berita Terkini Equity World Futures |
Equityworld Futures Official
Baca juga:
- Equityworld Futures Surabaya | Kado Pahit Buat HUT Amerika: Ringgit-Rupiah Pimpin Asia Tendang Dolar
- 6 Perang Timur Tengah di Hari Lebaran, Hari Kemenangan yang Pahit | Equityworld Futures