Equityworld Futures Trillium Surabaya – Berikut merupakan informasi terbaru terkait Kado Pahit Buat HUT Amerika: Ringgit-Rupiah Pimpin Asia Tendang Dolar yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan oleh Tim Riset EWF untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.
Pelemahan indeks dolar AS memberi ruang bagi mata uang kawasan untuk bergerak lebih positif..
Dolar AS juga berada di penurunan mingguan terbesar dalam hampir tiga bulan.
Ringgit menguat 0,37% ke posisi MYR 4,062/US$..
Dolar Taiwan menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam setelah turun 0,11% ke posisi TWD 31.920/US$..
Won Korea Selatan turut menguat 0,16% ke posisi KRW 1.537,6/US$, disusul yuan China yang naik 0,14% ke CNY 6,779/US$..
Baht Thailand juga menguat 0,12% ke posisi THB 33,16/US$, peso Filipina naik 0,07% ke PHP 61,389/US$, sementara dolar Singapura menguat tipis 0,05% ke SGD 1,291/US$..
Merujuk data Refinitiv per pukul 09.15 WIB, dari total 10 mata uang Asia, terpantau sebanyak tujuh mata uang berhasil mengalahkan kekuatan dolar AS, sementara tiga lainnya justru melemah..
“Secara marginal, ini dovish, membantu meredakan kekhawatiran tentang pasar tenaga kerja yang terlalu panas, ditambah lagi dengan kebutuhan pengetatan kebijakan yang lebih agresif,” ujar Sim dikutip dari Reuters. ..
Jakarta, Equityworld Futures – Mayoritas mata uang Asia menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Jumat (3/7/2026) jelang akhir pekan.
Meski pelemahan pagi ini terbatas, dolar AS sudah berada dalam tekanan cukup besar sejak perdagangan sebelumnya..
Pelemahan tersebut menjadi salah satu faktor yang membuka ruang penguatan bagi sejumlah mata uang Asia pada pagi ini..
// .
Sementara itu, indeks dolar AS (DXY) terpantau melemah tipis 0,01% ke posisi 100,846 pada waktu yang sama.
Meski begitu, dia menilai prospek dolar AS secara umum masih cukup konstruktif, terutama terhadap mata uang dengan imbal hasil rendah, selama ekspektasi pengetatan The Fed belum benar-benar hilang..
Tekanan terhadap greenback muncul setelah data tenaga kerja AS periode Juni menunjukkan perlambatan yang cukup tajam..
Namun, tidak semua mata uang Asia mampu menguat.
Pada penutupan perdagangan Kamis (2/7/2026), DXY ditutup melemah tajam 0,53%.
Mata uang Garuda menguat 0,28% ke posisi Rp17.938/US$.
Yen Jepang juga melemah 0,04% ke posisi JPY 161,14/US$, sementara dong Vietnam terkoreksi 0,04% ke VND 26.295/US$..
Data tenaga kerja yang lebih lemah membuat pelaku pasar menurunkan ekspektasi kenaikan suku bunga bank sentral AS (The Federal Reserve/The Fed) dalam waktu dekat.
Pelemahan ini menjadi kado pahit buat AS yang akan memeringati Hari Kemerdekaan ke-250 tahun pada Sabtu (4/7/2026).
Nonfarm payrolls AS pada Juni hanya bertambah 57.000 pekerjaan, jauh di bawah ekspektasi pasar sebesar 110.000 pekerjaan.
Selain itu, tingkat partisipasi angkatan kerja turun ke 61,5%, level terendah dalam lebih dari lima tahun..
Ringgit Malaysia menjadi mata uang dengan penguatan paling tajam di Asia pada pagi ini.
Berdasarkan CME FedWatch, pasar kini memperhitungkan peluang kenaikan suku bunga pada rapat September sebesar 52%, turun dari 64% pada sesi sebelumnya..
Posisi ini membuat rupiah menjauh dari level psikologis Rp18.000/US$ setelah pada penutupan perdagangan sebelumnya berada sangat dekat dengan level tersebut..
Sim Moh Siong, FX strategist OCBC, menilai data tenaga kerja tersebut memberi sinyal yang lebih dovish bagi pasar..
Perkembangan terkait Kado Pahit Buat HUT Amerika: Ringgit-Rupiah Pimpin Asia Tendang Dolar akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.
Artikel ini disusun oleh Tim Riset Equityworld Futures Surabaya berdasarkan analisis data pasar dan pemberitaan terbuka di media sosial serta portal berita global.
Peringatan Risiko: Konten ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan menambah wawasan, bukan merupakan rekomendasi investasi. Trading futures dan instrumen keuangan lainnya mengandung risiko tinggi yang dapat mengakibatkan kerugian sebagian atau seluruh modal Anda. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada dan selalu melakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.
Kunjungi website kami untuk informasi lebih lanjut:
Berita Terkini Equity World Futures |
Equityworld Futures Official
Baca juga:
- Equity World Trillium Surabaya – Harga Minyak Tertekan, AS Ambil Alih Minyak Venezuela
- Hari Ini KAI Flash Sale dan Diskon Tiket 30 Persen | Equityworld Futures