0 0
Read Time:4 Minute, 51 Second

Equityworld Futures Trillium Surabaya – Berikut merupakan informasi terbaru terkait Asia Dihajar Dolar: Yen hingga Ringgit Keok, Won-Rupiah Malah Menguat yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan oleh Tim Riset EWF untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.

Namun, perubahan ekspektasi tersebut belum cukup untuk menghapus penguatan dolar AS yang sudah terjadi sepanjang pekan..

Euro berada di jalur pelemahan terhadap dolar AS selama empat pekan berturut-turut, periode penurunan terpanjang sejak Mei 2025..

Kekhawatiran terhadap kondisi fiskal. Selain itu, politik sejumlah negara, terutama Prancis dan Italia, mendorong aksi jual obligasi pemerintah di kawasan tersebut dan ikut membuat dolar relatif lebih menarik…

Penguatan pada akhir pekan membuat rupiah masih mampu mencatat kinerja positif secara mingguan.

Walaupun Hal ini disebabkan oleh pasar tenaga kerja belum menunjukkan pelemahan tajam,, juga tidak terlalu panas hingga memicu tekanan harga baru., akibatnya Menurut Bunning, kondisi tersebut masih cukup baik bagi perekonomian. masih menjadi prioritas..

Tekanan di Eropa semakin besar terjadi karena kekhawatiran terhadap kondisi fiskal Prancis. Tak hanya itu, Italia. turut berperan penting..

Peso Filipina melemah 0,15%, dolar Singapura turun 0,13%, sementara dong Vietnam terkoreksi tipis 0,04%..

Selisih imbal hasil obligasi pemerintah Prancis. Di samping itu, Jerman juga melebar hingga lebih dari 150 basis poin, terbesar sejak akhir 2011. juga perlu diperhatikan..

Pada perdagangan terakhir pekan ini, Jumat (2/10/2026), nilai tukar rupiah berhasil berbalik menguat. Di samping itu, mengakhiri perdagangan di posisi Rp17.868/US$. juga perlu diperhatikan..

Dolar AS masih mendapat dukungan dari tingginya imbal hasil obligasi pemerintah AS serta kekhawatiran terhadap kondisi fiskal di sejumlah negara Eropa..

// .

Kinerja rupiah terbilang lebih baik dibandingkan sebagian besar mata uang Asia.

// .

Penguatan tersebut membuat dolar AS membukukan kenaikan selama tiga pekan berturut-turut..

Data tersebut sedikit meredakan kekhawatiran bahwa The Fed harus kembali menaikkan suku bunga dalam waktu dekat..

Tekanan terhadap mayoritas mata uang Asia tidak lepas dari kuatnya dolar AS sepanjang pekan..

Merujuk data Refinitiv, dari 10 mata uang Asia yang dipantau, sebanyak tujuh mata uang melemah terhadap dolar AS.

Pasalnya, dolar AS justru se. Selain itu, g berada dalam tren penguatan kuat, ditopang tingginya imbal hasil obligasi pemerintah AS dan ekspektasi suku bunga The Federal Reserve/The Fed yang masih tinggi…

Won Korea Selatan menjadi mata uang dengan kinerja paling kuat setelah menguat 0,82% sepanjang pekan ke posisi KRW1.342,53/US$..

Tekanan juga datang dari pasar obligasi Eropa.

Tekanan dolar AS cukup terasa di kawasan Asia sepanjang pekan..

Walaupun Aktivitas ekonomi masih cukup kuat,, belum menimbulkan tekanan inflasi yang besar,” ujar Dominic Bunning, kepala strategi valuta G10 Nomura, dikutip dari Reuters. masih menjadi prioritas..

Dolar AS sebenarnya sempat kehilangan sebagian tenaganya pada perdagangan Jumat setelah laporan tenaga kerja AS menunjukkan hasil yang lebih lemah dari perkiraan..

Imbal hasil obligasi pemerintah Prancis tenor 10 tahun bahkan sempat melonjak ke level tertinggi sejak 2002..

Harga minyak yang masih tinggi juga ikut menopang dolar AS.

Hanya won Korea Selatan, yuan China, sekaligus rupiah yang mampu mencatat penguatan…

Kenaikan harga energi membuat investor mengurangi kepemilikan pada mata uang negara-negara yang sangat bergantung pada impor energi, termasuk euro. Di samping itu, yen. juga perlu diperhatikan..

“Kalau melihat keseluruhan data tenaga kerja, menurut saya angkanya cukup pas.

Berdasarkan CME FedWatch, pelaku pasar kini memperkirakan peluang 86% The Fed akan mempertahankan suku bunga pada pertemuan bulan ini, jauh lebih tinggi dibandingkan 36% pada pekan sebelumnya..

Salah satu penopangnya adalah imbal hasil obligasi pemerintah AS yang masih sangat tinggi.

Kondisi tersebut ikut membebani sejumlah mata uang, termasuk yen Jepang..

Jakarta, Equityworld Futures – Mata uang Asia banyak yang tertekan pada pekan ini di tengah lonjakan dolar Amerika Serikat (AS)..

Harga minyak yang masih tinggi juga menjadi faktor lain.

Oleh sebab itu, Negara-negara yang banyak mengimpor energi menghadapi tekanan lebih besar terjadi. menjadi konsekuensi dari Penyebab utamanya adalah kenaikan biaya minyak dapat memperburuk neraca perdagangan sekaligus meningkatkan inflasi.,..

Indeks dolar AS atau DXY tercatat menguat 0,95% secara mingguan ke posisi 101,932.

Yuan China menyusul dengan penguatan 0,12%, se. Tak hanya itu, gkan rupiah naik tipis 0,07%. turut berperan penting..

Kombinasi imbal hasil obligasi AS yang tinggi, harga minyak yang masih mahal, serta kekhawatiran fiskal di Eropa membuat dolar AS tetapΒ diminati oleh pelaku pasar.Β .

Pertumbuhan lapangan kerja AS pada September berada di bawah perkiraan ekonom, sementara tingkat pengangguran naik tipis menjadi 4,2%..

Di sisi lain, baht Thailand mengalami tekanan paling dalam dengan pelemahan 0,45%.

Yield Treasury AS tenor 10 tahun pada Jumat berada di sekitar 5,19%, tidak jauh dari level tertinggi dalam beberapa dekade..

Pasar pun mulai mengurangi perkiraan kenaikan suku bunga The Fed pada Oktober.

Imbal hasil yang tinggi membuat aset AS tetap menarik bagi investor. Selain itu, menjaga permintaan terhadap dolar…

Sementara itu, dolar AS juga berada di jalur penguatan terhadap yen selama tiga pekan berturut-turut..

Merujuk data Refinitiv, mata uang Garuda menguat tipis 0,07% sepanjang pekan ini..

Yen Jepang turun 0,36%, disusul dolar Taiwan yang terkoreksi 0,30%. Tak hanya itu, ringgit Malaysia sebesar 0,27%. turut berperan penting..

Perkembangan terkait Asia Dihajar Dolar: Yen hingga Ringgit Keok, Won-Rupiah Malah Menguat akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.


Artikel ini disusun oleh Tim Riset Equityworld Futures Surabaya berdasarkan analisis data pasar dan pemberitaan terbuka di media sosial serta portal berita global.

Peringatan Risiko: Konten ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan menambah wawasan, bukan merupakan rekomendasi investasi. Trading futures dan instrumen keuangan lainnya mengandung risiko tinggi yang dapat mengakibatkan kerugian sebagian atau seluruh modal Anda. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada dan selalu melakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.

Kunjungi website kami untuk informasi lebih lanjut:
Berita Terkini Equity World Futures |
Equityworld Futures Official

Baca juga:

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By