0 0
Read Time:5 Minute, 36 Second

Equityworld Futures Trillium Surabaya – Berikut merupakan informasi terbaru terkait Perang Iran Ubah Permainan Pasar, Minyak Kini Kendalikan Obligasi AS yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan oleh Tim Riset EWF untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.

Namun, konflik di Timur Tengah membuat perhatian pasar semakin tertuju pada harga minyak..

Harapan tersebut mulai memudar terjadi karena perang terus berlanjut sejak Februari..

Mengutip Financial Times, korelasi antara harga minyak WTI, ditambah lagi dengan yield US Treasury tenor 10 tahun mencapai 65% pada September, berdasarkan data perusahaan derivatif Cboe…

Sebagai contoh, dikutip Financial Times. sering terjadi ketika “Arah yield akan lebih bergantung pada situasi Iran,” kata Xu..

Pada perdagangan yang sama, yield ditutup di level 5,293% atau naik 3,8 basis poin dibandingkan penutupan sebelumnya sebesar 5,255%..

Angka tersebut hanya sedikit di bawah rekor 66% yang tercatat pada 1990 setelah Irak menginvasi Kuwait.

Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) juga menguat 1,16% ke posisi US$90,42 per barel..

Besarnya pengaruh minyak terlihat dari perhitungan analis TS Lombard.

Ketika minyak naik, kekhawatiran terhadap inflasi ikut membesar.

// .

Menurutnya, situasi di Iran dapat memberikan pengaruh lebih besar terhadap arah yield dibandingkan keputusan The Fed..

“Yield bergerak mengikuti harga minyak tahun ini,” kata Richard Woolnough, fund manager M&G, dikutip dari Financial Times..

Gangguan terhadap lalu lintas kapal di kawasan tersebut dapat mengurangi pasokan. Tak hanya itu, membuat harga minyak melonjak turut berperan penting..

Sebagai contoh, dikutip Financial Times. sering terjadi ketika “Pada dasarnya, kami hanya menjadi pedagang minyak,” kata Mike Riddell, fund manager Fidelity International,..

Kenaikan terjadi setelah perundingan damai AS-Iran belum menghasilkan kemajuan, sementara persediaan bensin. Di samping itu, produk distilasi AS menurun juga perlu diperhatikan..

Harga gas alam Eropa telah melonjak sekitar 160% sepanjang tahun ini. Selain itu, mencapai posisi tertinggi sejak periode setelah invasi besar-besaran Rusia ke Ukraina…

Setiap kenaikan harga WTI sebesar US$1 per barel diperkirakan menambah hampir 0,02 poin persentase pada yield US Treasury tenor 10 tahun..

Kondisi tersebut mendorong pelaku pasar meningkatkan perkiraan bahwa Federal Reserve masih perlu menaikkan suku bunga..

Pergerakan tersebut menunjukkan bagaimana harga energi semakin kuat memengaruhi pasar obligasi dunia..

Tekanan energi di Eropa tidak hanya datang dari minyak.

Selama situasi tersebut belum mereda, harga minyak berpotensi tetap menjadi penentu utama pergerakan pasar obligasi.

Merujuk data Refinitiv, harga minyak Brent mengakhiri perdagangan Rabu (30/9/2026) dengan kenaikan 0,92% menjadi US$103,53 per barel.

Yield obligasi negara-negara yang lebih mudah terkena dampak kenaikan harga energi ikut bergerak searah dengan minyak..

Pada awal konflik, investor sempat berharap bank sentral akan menganggap kenaikan inflasi akibat gangguan pasokan energi sebagai tekanan sementara..

Data Cboe mengenai hubungan kedua aset itu tersedia sejak 1985..

Ekspektasi suku bunga tinggi kemudian menekan harga obligasi. Tak hanya itu, mendorong yield naik. turut berperan penting..

Pergerakan tersebut menjadi contoh terbaru mengenai semakin eratnya hubungan antara harga minyak. Di samping itu, pasar obligasi AS juga perlu diperhatikan..

Gas memiliki pengaruh besar terhadap biaya hidup rumah tangga Eropa.

Pada waktu yang sama, yield US Treasury tenor 10 tahun naik hingga 0,09 poin persentase..

Masalahnya, belum ada kepastian mengenai kapan konflik akan berakhir. Di samping itu, ke mana harga minyak akan bergerak berikutnya. juga perlu diperhatikan..

Harga energi sekarang menjadi salah satu faktor utama yang digunakan pasar untuk memperkirakan arah kebijakan bank sentral..

Presiden AS Donald Trump pada Sabtu mengatakan telah menolak tawaran Iran untuk mengadakan gencatan senjata baru selama tujuh hari.

Kenaikan harga energi kini dinilai dapat memperpanjang tekanan inflasi yang sudah berada di atas target bank sentral..

Kenaikan harganya dapat langsung menambah biaya pemanas, listrik, hingga produksi barang..

Meski Investor tidak hanya harus memperkirakan arah inflasi. Tak hanya itu, suku bunga,, namun juga mengikuti setiap perkembangan konflik di Timur Tengah. turut berperan penting. tetap penting..

Jalur sempit di Timur Tengah itu biasanya dilewati sekitar 20% ekspor minyak global..

Perubahan tersebut berkaitan dengan besarnya peran Selat Hormuz dalam perdagangan energi dunia.

// .

Perkembangan tersebut kembali menunjukkan bahwa peluang perdamaian masih dapat berubah sewaktu-waktu..

Yield obligasi AS tenor 10 tahun telah menyentuh level tertinggi sejak 2007 pada tahun ini.

Peter Schaffrik, ahli strategi makro global RBC Capital Markets, menilai penggerak yield obligasi jangka pendek telah berubah.

Meski Harga minyak acuan dunia sempat melampaui US0 per barel,, namun kemudian turun hingga mendekati US per barel mengikuti perkembangan peluang perdamaian. tetap penting..

Harga minyak bergerak sangat liar selama konflik berlangsung.

Pasar pun kembali memperhitungkan risiko pasokan energi yang lebih ketat..

Selain konflik AS-Iran, perekonomian AS yang masih kuat ikut menambah kekhawatiran bahwa inflasi akan sulit turun dalam waktu dekat..

Presiden Bank Sentral Eropa atau European Central Bank (ECB) Christine Lagarde juga telah menyebut kenaikan harga gas sebagai salah satu risiko yang dapat mendorong inflasi lebih tinggi.

Kenaikan harga minyak berjalan beriringan dengan yield US Treasury tenor 10 tahun.

Mandy Xu, kepala riset pasar derivatif Cboe, menilai perkembangan konflik dapat semakin menentukan arah pasar apabila hubungan antara minyak, ditambah lagi dengan obligasi terus bertahan…

Kenaikan biaya energi kemudian berisiko mendorong inflasi serta membuat bank sentral mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama..

Ketidakpastian mengenai akhir perang membuat proyeksi pasar menjadi jauh lebih rumit..

Akibatnya, data pertumbuhan ekonomi, ditambah lagi dengan sejumlah indikator lain tidak lagi menjadi satu-satunya perhatian utama investor obligasi…

Pernyataan itu disampaikan ketika bank sentral AS menaikkan suku bunga untuk pertama kalinya sejak 2023..

Analis JPMorgan yang dipimpin Natasha Kaneva, kepala strategi komoditas global, mengaku semakin sulit menentukan perkiraan dasar harga minyak sejak konflik Iran dimulai.

Pernyataan itu disampaikan ketika ECB menaikkan suku bunga pada awal bulan ini..

Investor obligasi biasanya mencermati data pertumbuhan ekonomi, inflasi, tenaga kerja, hingga setiap pernyataan bank sentral.

Jakarta, Equityworld Futures – Harga minyak, ditambah lagi dengan imbal hasil atau yield obligasi pemerintah Amerika Serikat (AS) kembali bergerak naik bersamaan..

Pada perdagangan Senin, harga minyak sempat melonjak 4,5%.

Ketua The Fed Kevin Warsh pada bulan ini mengatakan inflasi masih terlalu tinggi. Di samping itu, telah bertahan terlalu lama juga perlu diperhatikan..

Perkembangan terkait Perang Iran Ubah Permainan Pasar, Minyak Kini Kendalikan Obligasi AS akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.


Artikel ini disusun oleh Tim Riset Equityworld Futures Surabaya berdasarkan analisis data pasar dan pemberitaan terbuka di media sosial serta portal berita global.

Peringatan Risiko: Konten ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan menambah wawasan, bukan merupakan rekomendasi investasi. Trading futures dan instrumen keuangan lainnya mengandung risiko tinggi yang dapat mengakibatkan kerugian sebagian atau seluruh modal Anda. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada dan selalu melakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.

Kunjungi website kami untuk informasi lebih lanjut:
Berita Terkini Equity World Futures |
Equityworld Futures Official

Baca juga:

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By