Equityworld Futures Trillium Surabaya – Berikut merupakan informasi terbaru terkait Harga Emas Ambruk 4% Sehari: Terburuk 6 Bulan, Balik ke US$ 4.100 yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan oleh Tim Riset EWF untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.
Pada Selasa pukul 06.36 WIB, harga perak melemah 0,4% ke US$ 60,78 per troy ons.
“Kami melihat harga minyak mentah melonjak tajam.
Pada hari ini, Selasa (29/9/2026), harga perak masih melemah.
Kini, perhatian investor tertuju pada serangkaian data ekonomi AS yang dirilis pekan ini..
Data yang dinanti meliputi lowongan pekerjaan, laporan ketenagakerjaan ADP, indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi (Personal Consumption Expenditures/PCE), serta laporan tenaga kerja nonpertanian (nonfarm payrolls)..
Merujuk Refinitiv, harga perak pada perdagangan Senin (28/9/2026) ditutup di posisi US$60,97 per troy ons.
Data tersebut akan menjadi petunjuk penting bagi pasar untuk membaca arah inflasi sekaligus langkah suku bunga The Fed selanjutnya, sekaligus menentukan apakah tekanan terhadap harga emas masih akan berlanjut…
Harga penutupan kemarin juga menjadi yang terlemah sejak 4 Agustus 2026 atau lebih dari delapan minggu..
Sejumlah pejabat The Fed juga memperingatkan bahwa risiko inflasi masih tinggi. Di samping itu, suku bunga mungkin perlu kembali dinaikkan juga perlu diperhatikan..
Pada Selasa pukul 06.30 WIB, harga emas menguat 0.34% ke US$ 4128,31 per troy ons.
Jakarta, Equityworld Futures – Harga emas dunia babak belur pada perdagangan Senin (28/9/2026).
Harga minyak brent naik 1% pada Senin. Di samping itu, kini sudah menyentuh US$ 105 per barel. juga perlu diperhatikan..
Menurut Wyckoff, kombinasi kenaikan yield US Treasury sekaligus dolar AS yang bertahan di level tertinggi dalam beberapa pekan menciptakan tekanan berlapis bagi harga logam mulia…
Pelemahan dalam sehari sebesar 4,01% ini adalah yang terdalam sejak 3 Maret 2026 atau enam bulan lebih..
Investor pun memiliki insentif lebih besar untuk beralih ke aset berbunga..
// .
Di sisi lain, kenaikan imbal hasil US Treasury meningkatkan biaya peluang memegang emas yang tidak memberikan bunga.
Harga penutupan kemarin juga menjadi yang terlemah sejak 7 Agustus 2026 atau lebih dari delapan minggu..
Kenaikan harga energi berisiko kembali menyulut inflasi global. Di samping itu, membuat bank sentral mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama. juga perlu diperhatikan..
Berdasarkan CME FedWatch Tool, pasar memperkirakan peluang kenaikan suku bunga The Fed pada Desember mencapai sekitar 94%..
Pada hari ini, Selasa (29/9/2026), harga emas mulai membaik.
Ironisnya, emas yang selama ini dikenal sebagai aset lindung nilai terhadap inflasi justru tertekan.
The Fed sendiri telah menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin pada awal September. Selain itu, mengisyaratkan peluang kenaikan lanjutan dalam beberapa bulan mendatang…
// .
Presiden Federal Reserve Bank of Cleveland Beth Hammack menjadi salah satu pejabat terbaru yang menegaskan pan. Tak hanya itu, gan tersebut. turut berperan penting..
Pasalnya, suku bunga tinggi meningkatkan daya tarik aset yang memberikan imbal hasil..
Lonjakan harga minyak memicu kekhawatiran inflasi, memperkuat ekspektasi suku bunga tinggi lebih lama, sementara penguatan dolar AS, ditambah lagi dengan imbal hasil US Treasury membuat emas semakin kehilangan daya tarik…
Merujuk Refinitiv, harga emas pada perdagangan Senin (28/9/2026) ditutup di posisi US$4.114,27 per troy ons.
Oleh sebab itu, mengarah pada kebijakan moneter Federal Reserve yang lebih ketat,” ujar Jim Wyckoff, analis pasar di American Gold Exchange. menjadi konsekuensi dari Hal ini mengindikasikan tekanan inflasi yang semakin bermasalah,..
Dolar AS bertahan di dekat level tertinggi dalam dua bulan, membuat emas yang dihargai dalam dolar semakin mahal bagi investor dengan mata uang lain..
Emas ambruk 4%, ditambah lagi dengan menyentuh level terendah dalam lebih dari tujuh pekan, dihantam lonjakan harga minyak, dolar AS, hingga ancaman kenaikan suku bunga The Fed…
Perkembangan terkait Harga Emas Ambruk 4% Sehari: Terburuk 6 Bulan, Balik ke US$ 4.100 akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.
Artikel ini disusun oleh Tim Riset Equityworld Futures Surabaya berdasarkan analisis data pasar dan pemberitaan terbuka di media sosial serta portal berita global.
Peringatan Risiko: Konten ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan menambah wawasan, bukan merupakan rekomendasi investasi. Trading futures dan instrumen keuangan lainnya mengandung risiko tinggi yang dapat mengakibatkan kerugian sebagian atau seluruh modal Anda. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada dan selalu melakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.
Kunjungi website kami untuk informasi lebih lanjut:
Berita Terkini Equity World Futures |
Equityworld Futures Official
Baca juga:
- Equityworld Futures Surabaya | Harga Emas Antam Logam Mulia Hari Ini Turun Rp10.000 per Gram
- WFA Dinilai Efektif Tekan Volume Kendaraan Saat Arus Mudik | Equityworld Futures