Equity World Futures Surabaya – Imbal Hasil Obligasi AS Melonjak, Harga Emas Anjlok ke Level TerendahEquity World Futures Surabaya – Imbal Hasil Obligasi AS Melonjak, Harga Emas Anjlok ke Level Terendah
0 0
Read Time:2 Minute, 7 Second

Equity World Futures Surabaya – Harga emas dunia masih berada dalam tekanan berat setelah mengalami penurunan tajam pada sesi perdagangan sebelumnya. Logam mulia ini kini diperdagangkan di kisaran US$4.125 per ons setelah terkoreksi hampir 4% pada Senin (29/9), yang menandai titik terendah dalam tujuh pekan terakhir.

Ketegangan AS–Iran dan Lonjakan Harga Energi

Tekanan terhadap harga emas dipicu oleh kebuntuan negosiasi antara Serikat Pekerja/Pemerintah Serikat (AS) dan Iran terkait pembukaan kembali Selat Hormuz. Kebuntuan ini menyebabkan harga energi global tetap melambung tinggi.

Ketidakpastian dari konflik geopolitik tersebut kembali membangkitkan kekhawatiran akan inflasi global:

  • Presiden AS Donald Trump menolak usulan Iran untuk membuka kembali jalur perdagangan energi strategis tersebut dalam jangka waktu tujuh hari.

  • Pelaku pasar memperkirakan gangguan pasokan energi dapat berlangsung lebih lama.

  • Kondisi ini memperbesar peluang Bank Sentral AS (The Fed) untuk mempertahankan suku bunga tinggi guna meredam inflasi.

Lonjakan Yield Obligasi AS Kurangi Daya Tarik Emas

Selain isu geopolitik dan energi, tekanan utama pada emas datang dari pasar obligasi Amerika Serikat:

  1. Aksi Jual Treasuries: Aksi jual obligasi pemerintah AS semakin intensif setelah penolakan usulan Iran oleh pihak AS.

  2. Imbal Hasil Rekor: Imbal hasil (yield) obligasi AS tenor 10 tahun bahkan menembus rekor tertinggi dalam 19 tahun terakhir.

  3. Dampak pada Emas: Kenaikan yield obligasi ini secara langsung mengikis daya tarik emas yang merupakan aset tanpa imbal hasil (non-yielding asset).

Sejak eskalasi konflik AS–Iran memuncak pada akhir Februari, harga emas terus berada di bawah tekanan. Sepanjang September saja, emas telah melemah sekitar 7% setelah The Fed menaikkan suku bunga untuk pertama kalinya sejak 2023 dan memberi sinyal pengetatan moneter lebih lanjut. Pasar saat ini memperkirakan probabilitas sekitar 70% bahwa The Fed akan kembali menaikkan suku bunga pada Oktober.

 


DISCLAIMER

Bertransaksilah dengan Pialang Berjangka PT. EQUITYWORLD FUTURES (EWF) Priority Trillium – Surabaya , Sahid Sudirman Centre Jakarta dan Praxis – Surabaya yang Berada dibawah Naungan Bappebti, Bursa Berjangka Jakarta (BBJ) & Kliring Berjangka Indonesia (KBI). Bijak dalam menjaga Ketahanan dana. Ilustrasi Informasi Diatas Hanya Untuk Kalangan Internal Terbatas EWF. Mengingat Pesatnya Laju Informasi dan Berita, Ilustrasi Berita ini Tidak Menggambarkan Secara Keseluruhan Kondisi yang Berkembang di Pasar. Perlunya Kroscek dari Pembaca Terhadap Ilustrasi Informasi Diatas Karena Potensi Mis-Interpretasi. Siapapun Dilarang Menggunakan Informasi Diatas Sebagai Dasar Dalam Pengambilan Keputusan Transaksi. Perdagangan Berjangka Memiliki Resiko Tinggi & Cara Transaksi yang Unik. Anda Dapat Menghubungi Wakil Pialang Berjangka Kami untuk Menerima Informasi Sejelasnya akan Perdagangan Berjangka. baca berita berita lainnya di news Equityworld Trillium Surabaya

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %