0 0
Read Time:2 Minute, 50 Second

Equityworld Futures Trillium Surabaya – Berikut merupakan informasi terbaru terkait Euro Ambruk Hadapi Dolar AS! Sentuh Level Terlemah Dalam 3 Bulan yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan oleh Tim Riset EWF untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.

Kondisi ini membuka peluang bagi bank sentral AS (The Fed) untuk kembali menaikkan suku bunga..

Pelemahan euro tidak terlepas dari pernyataan Presiden Bank Sentral Eropa (ECB) Christine Lagarde mengenai arah kebijakan suku bunga.

Indeks dolar AS (DXY) pagi ini berada di level 101,2. Di samping itu, mendekati level tertinggi dalam dua bulan juga perlu diperhatikan..

Dolar mendapat tenaga dari kenaikan imbal hasil surat utang pemerintah AS.

Bahkan, posisinya kini mendekati level terlemah dalam hampir tiga bulan..

Jakarta, Equityworld Futures – Pergerakan nilai tukar euro kembali mengalami pelemahan terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

Pada tahap ini, kami juga belum melihat bukti bahwa harga energi mendorong kenaikan upah,” kata Lagarde, dikutip Reuters..

Lagarde menilai kenaikan inflasi di kawasan euro masih tepat dihadapi dengan respons kebijakan yang terukur..

Melansir data Refinitiv, pada perdagangan Selasa (29/9/2026) per pukul 09.30 WIB, kurs EUR/USD berada di level US$1,137 per euro atau stagnan..

Yield obligasi AS tenor 10 tahun mencapai level tertinggi sejak 2007, sementara tenor 30 tahun menyentuh posisi tertinggi sejak 2004.

Posisi tersebut sekaligus membawa euro mendekati level terlemahnya dalam hampir tiga bulan..

Pasar kini memperkirakan peluang kenaikan suku bunga The Fed pada akhir Oktober mencapai lebih dari 70%, meningkat dari 57% sepekan sebelumnya.

Walaupun “Kami melihat inflasi akan lebih tinggi,, belum ada tanda bahwa kenaikan tersebut mulai mengakar masih menjadi prioritas..

Investor selanjutnya menunggu data inflasi PCE AS pada Rabu. Selain itu, laporan tenaga kerja pada Jumat untuk mencari petunjuk mengenai arah suku bunga The Fed…

DXY juga menuju penguatan 1,8% sepanjang September, yang akan menjadi kinerja bulanan terbaiknya sejak Juni..

Kenaikan harga minyak ikut memperkuat perkiraan bahwa tekanan inflasi AS akan bertahan tinggi.

Sejumlah ekonom memperkirakan ECB akan menahan suku bunga pada pertemuan 29 Oktober. Selain itu, baru kembali menaikkannya pada Desember…

Pernyataan itu meredakan ekspektasi kenaikan suku bunga ECB secara agresif.

Namun, kenaikan tersebut terutama didorong oleh lonjakan harga minyak. Selain itu, gas akibat konflik AS-Iran…

Yield tenor dua tahun juga mendekati 5%, level tertingginya dalam lebih dari dua tahun..

Inflasi kawasan euro telah melampaui 3%. Selain itu, diperkirakan mendekati 4% pada akhir tahun, dua kali lipat dari target ECB..

// .

Pada penutupan perdagangan sebelumnya, Senin (28/9/2026), euro melemah 0,18% ke posisi US$1,137 per euro.

ECB juga belum melihat kenaikan harga energi merembet ke upah, ditambah lagi dengan membuat inflasi semakin melekat dalam perekonomian…

Perkembangan terkait Euro Ambruk Hadapi Dolar AS! Sentuh Level Terlemah Dalam 3 Bulan akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.


Artikel ini disusun oleh Tim Riset Equityworld Futures Surabaya berdasarkan analisis data pasar dan pemberitaan terbuka di media sosial serta portal berita global.

Peringatan Risiko: Konten ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan menambah wawasan, bukan merupakan rekomendasi investasi. Trading futures dan instrumen keuangan lainnya mengandung risiko tinggi yang dapat mengakibatkan kerugian sebagian atau seluruh modal Anda. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada dan selalu melakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.

Kunjungi website kami untuk informasi lebih lanjut:
Berita Terkini Equity World Futures |
Equityworld Futures Official

Baca juga:

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By